Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Eric Ashardi

Life is just a trip to death. Universitas Gunadarma, Jurusan Teknik Informatika. Manchester United Fans.

Mengapa Harus Pancasila?

OPINI | 10 October 2012 | 05:09 Dibaca: 362   Komentar: 1   0

Sesuai judul di atas, di sini saya akan membahas tentang pancasila. Dan yang menjadi pertanyaan, “Mengapa Harus Pancasila?”, sebab pancasila adalah dasar dari Negara kita, Republik Indonesia yang posisinya sangat penting dalam pengamalan kehidupan sehari-hari. Mengapa demikian?, sebab menurut saya pancasila sebagai dasar Negara mempunyai nilai-nilai kompleks dalam kehidupan sehari-hari. Terdiri dari 5 sila (panca = lima, bahasa sansekerta) yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Oke kalau begitu saya langsung mulai saja membahas tentang pancasila.

Yang pertama saya akan membahas tentang Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua warga Negara Indonesia berhak memiliki agama. Intinya di sini adalah, kita harus memiliki Agama/Kepercayaan sebagai kebutuhan rohani kita. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, kita melaksanakan ibadah sesuai Agama/Kepercayaan masing-masing agar kita merasa damai dan tentram. Bisa dibayangkan bila kita tidak merasa damai dan tentram, semua pekerjaan yang kita lakukan bisa mejadi terganggu bila kita tidak merasa tenang, Agama juga bisa dijadikan sebagai “Obat Hati”.

Lalu yang kedua yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Sebagai manusia kita harus bisa adil terhadap orang lain, adil dalam arti kita harus memiliki rasa tenggang rasa terhadap sesama. Tenggang rasa sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan tenggang rasa, kita dapat menghargai satu sama lain. Jika tidak ada tenggang rasa, bisa saja terjadi perpecahan diantara rakyat Indonesia yang berujung pada hancurnya Indonesia.

Yang ketiga Persatuan Indonesia. Ini menurut saya merupakan suatu syarat untuk mendirikan suatu Negara. Sebagai contoh yaitu seikat sapu lidi. Satu batang sapu lidi tidak bisa digunakan untuk menyapu, tapi ketika disatukan menjadi sapu, kumpulan batang lidi tersebut akan kuat untuk menyapu. Begitu juga dalam struktur suatu Negara, bila tidak ada persatuan organisasi Negara tersebut lemah dan akan menjadi berantakan

Selanjutnya yang keempat Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Intinya adalah bermusyawarah, merundingkan suatu masalah untuk menyelesaikannya tanpa mementingkan oknum pribadi atau golongan tertentu. Musyawarah merupakan jalan tengah yang sifatnya menguntungkan bagi seluruh pihak.

Dan yang terakhir yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Hidup ini bagaikan neraca, oleh karena itu ada istilah “Neraca Kehidupan”. Bila neraca tersebut tidak seimbang, maka akan timbul pro-kontra. Sebagai contoh yaitu keadilan dalam suatu persidangan. Dalam suatu persidangan, keadilan sangat dijunjung tinggi sebab menentukan hasil yang melibatkan nasib banyak warga Negara. Di sini apa bila persidangan tersebut tidak dianggap adil, warga merasa sangat dirugikan serta dapat timbul perpecahan.

Oleh karena itu, mengapa harus pancasila? Terjawab sudah. Pancasila merupakan ideologi yang sempurna untuk Negara Indonesia serta bersifat fleksibel, yaitu dapat mengikuti perkembangan jaman. Jadi kita harus bisa mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita agar dapat berjalan sebagaimana mestinya dengan baik.

Terima Kasih

Salam UG

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: