Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Gustaf Sasyadera

Perjuangan untuk meraih kesuksesan di kelak nanti

Nilai-nilai Pancasila

OPINI | 10 October 2012 | 19:53 Dibaca: 81   Komentar: 0   0

Nilai-nilai Pancasila berasal dari nilai-nilai yang nyata yang hidup dalam Bangsa Indonesia. Nilai-nilai itu benar-benar telah di jalankan,di amalkan dan dikhayati sebagai nilai dasar bersama.

Nilai-nilai itu benar-benar telah di jalankan, diamalkan dan dikhayati sebagai nilai-nilai dasar bersama dan banyak juga yang tidak mengerti tentang pancasila dalam kehidupan kita sehari-sehari padahal dari Pancasila kita bisa mendapatkan nilai- nilai Pancasila seperti sila ke 1.Ketuhanan yang maha Esa di jaman sekarang Banyak orang-orang yang tidak menjalankan Ibadah, tidak beramal, tidak memberikan sedekah kepada orang yang kurang mampu.

Sila ke 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab: Di Negri ini banyak orang-orang yang bisa membeli hukum seperti membeli kerupuk di warung dan dengan uang banyak orang-orang yang bersalah bisa bebas kesana kemari mondar mandir keluar lapas dan dengan harta berlimpah hukuman selama di penjara bisa terkurang dan di dalam lapas banyak-banyak Fasilitas mewah. Sedangkan orang-orang yang rakyat jelata yang mengambil sandal di mushola di jeratkan penjara slma 5 tahun sedangkan para-para koruptor dan pejabat hanya di jeratkan penjara minimal 2 tahun saja. Sila ke 3. Persatuan Indonesia : Adanya perbedaan Budaya, adat istiadat,Suku,Ras. Walaupun berbeda tetapi mereka menghargai satu sama lain.

Sila ke-4: Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : Banyak para mendemonstrasi di gedung-gedung DPR memberikan aspirasi-aspirasi/ saran-saran kepada kalangan yang teratas yang Tidak memperdulikan rakyat bawah mereka hanya memikirkan dirinya sendiri tidak memikirkan masyarakat kalangan yang bawah.

Sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : Bagaimana Indonesia mau berkembang/ maju jika kalangan rakyat atas masih saja memikirkan diri nya sendiri sedangkan orang lain menderita di atas kesenangan mereka dan memerlukan belas kasihan dan ulur tangan dari kalangan rakyat atas tapi mereka tidak memperdulikan kalangan yang bawah dan itu Cuma di anggap sama kalangan atas hanya angin berlalu.

Penutup: Saya mengucapkan banyak terimakasih sudah memberikan waktu anda untuk membaca tulisan karya saya dan mudah-mudahan tulisan saya bisa bermakna untuk anda semua wassalam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 12 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 14 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 14 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: