Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Pandu Adityo

Pandu, lahir di Bogor, 1 Juni 1994. Salah satu Mahasiswa Universitas Gunadarma ^_^

Pancasila Itu Diamalkan, Bukan Dihafalkan

OPINI | 10 October 2012 | 07:28 Dibaca: 459   Komentar: 0   0

Masih ada yang ingat 1 Juni itu ada peristiwa apa? Maksud saya 1 Juni 1945, bukan 1 Juni 1994, itu sih peristiwa saya lahir. hahaha… Ya, peristiwa 1 Juni 1945 memang peristiwa yang tidak bisa dilupakan karena merupakan tanggal terbentuknya dasar negara kita, yaitu… Pancasila

Dari sekolah dasar pun semua orang pasti sudah diajarkan tentang pancasila. Apalagi ketika upacara bendera di sekolah, seluruh peserta upacara diwajibkan mengulang 5 kalimat pancasila yang dibacakan oleh pembina upacara. Dan hebatnya, seluruh siswa sangat antusias dan bersemangat ketika membaca kalimat pancasila. Tapi, bisa kita liat perkembanganya setelah mereka SMA. Semua kalimat pancasila lepas dari para siswa. Tawuran contohnya, Apakah ada bunyi pancasila seperti “Kemanusiaan yang rusuh dan tawuran” atau “Tawuran ialah hak segala bangsa”?

Dimana amalan-amalan pancasila yang dulu sering kita teriak-teriakan saat upacara? Apakah guru hanya menyuruh siswa untuk menghafal bunyi pancasila, bukan mengamalkannya? Untuk apa ada pelajaran Pkn disekolah jika bukan untuk mengajarkan cara mengamalkan amalan pancasila dikehidupan sehari-hari? Saya juga mungkin kurang begitu mengamalkan amalan pancasila, tetapi setidaknya ada niat dari diri sendiri untuk berubah.

Contoh dari saya sendiri, misalkan dari sila pertama kita bisa mulai dengan rajin sholat dan mengaji bagi yang muslim atau rajin ke gereja bagi yang kristen atau katolik. Di sila kedua kita bisa bersikap adil, misalnya dalam memilih teman hanya dari muka tampan atau cantik, cobalah berteman dengan siapa saja, karena semuanya sederajat. Di sila ketiga itu bisa kita deskripsikan sebagai “Bhineka Tunggal Ika”, jangan pernah membeda-bedakan suku, agama, ataupun ras, karena perbedaan itu pemersatu bangsa.

Di sila keempat kita bisa lakukan dengan menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Anak-anak jaman sekarang lebih memilih cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah, kalau ada yang mati, masalah selesai. Coba kita bersikap dewasa, bicara baik-baik, dan selesaikan masalah tersebut bersama-sama. Dan di sila kelima hampir sama dengan sila kedua, kita harus adil. Jaman sekarang keadilan sudah mulai pudar. Contoh, nenek-nenek mencuri 2 buah kokoa dari tetangganya dihukum 1.5 tahun penjara, sedangkan para koruptor yang mencuri uang triliyunan juga mendapatkan hukuman 1.5 tahun penjara, itupun mereka akan dapat remisi dan fasilitas penjara yang seperti hotel bintang lima.

Dosen saya pernah bilang “Pancasila itu sudah ditinggalkan. Coba kalian lihat di sekitar kalian, ada les matematika, fisika, kimia, atau bahasa inggris. Apakah ada les pancasila atau les pendidikan kewarganegaraan?” Benar juga sih, tapi kalau pun ada, apakah ada yang akan mendaftar di tempat les tersebut? Sepertinya tidak, karena jaman sudah berubah.

Jadi menurut saya, pancasila itu diamalkan, bukan dihafalkan. Oleh karena itu kita harus tanamkan amalan-amalan pancasila sejak dini. Dan kalau kita besar nanti, tanamkan amalan pancasila kepada pemuda-pemudi di seluruh Indonesia agar kedepannya Indonesia menjadi negara yang adil dan maju

Salam UG…

Tags: pkn pancasila

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 15 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 15 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 16 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | 10 jam lalu

[Cerbung] Cygnus #1 …

Lizz | 11 jam lalu

Transformasi UU Perkawinan, Menuju Pengakuan …

Ferril Irham Muzaki | 11 jam lalu

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | 11 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: