Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Wahyuch

“Awalnya adalah kata yang menjelma sabda…” Saya hanya ingin berbagi tentang apa saja, karena dalam berbagi, selengkapnya

‘Terapi Syukur’ untuk Hidup Sukses dan Bahagia

REP | 11 October 2012 | 06:10 Dibaca: 650   Komentar: 2   2

Bagaimana rasa syukur bisa membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bahagia dunia dan akhirat?

Memulai tulisan ini saya ini mengetengahkan sebuah riwayat yang dikisahkan oleh ‘Atha dan diceritakan kembali Al Gazali, bahwa suatu ketika ‘Atha menemui istri Rasulullah, ‘Aisyah ra. Ia berkata, “Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang menakjubkan yang anda lihat dari Rasulullah SAW.”

Aisyah menangis sambil berkata: Bagaimana tidak menakjubkan, pada suatu malam beliau mendatangiku, lalu pergi bersamaku ke tempat tidur hingga kulitku menempel dengan kulitnya. Kemudian beliau berkata, ‘Wahai putri Abu Bakar, biarkanlah aku beribadah kepada Tuhanku.’

Saya menjawab, ‘Saya senang berdekatan dengan anda. Akan tetapi saya tidak akan menghalangi keinginan anda.’

Saya mengizinkan beliau. Lalu mengambil tempat air dan berwudhu tanpa menuangkan banyak air. Kemudian beliau berdiri untuk shalat, lalu menangis hingga air matanya bercucuran membasahi dadanya. Beliau rukuk, lalu menangis. Beliau sujud lalu menangis. Beliau berdiri lagi lalu menangis. Demikian seterusnya beliau lakukan sambil menangis hingga datang Bilal, lalu saya izinkan untuk masuk. Kemudian saya bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang membuat Anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda yang lalu dan yang akan datang?’

Beliau menjawab, tidak bolehkah aku menghendaki agar menjadi seorang hamba yang bersyukur? Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi; pertukaran malam dan siang; kapal yang berlayar di lautan yang membawa manfaat bagi manusia; air (hujan) yang diturunkan Allah dari langit, lalu dengan air itu Dia menghidupkan bumi yang sudah mati; berkeliarannya berbagai jenis binatang; serta dalam perkisaran angin dan awan itu terdapat kebenaran untuk orang-orang yang berfikir (QS Al-Baqarah [2]:164).

Apa hikmah yang bisa kita serap dari kisah tersebut?

Kisah tersebut jelas menunjukkan perlunya sikap hidup untuk senantiasa bersyukur kepada segala karunia yang Allah SWT berikan kepada kita. Bahkan Rasulullah dengan segala keutamaannya menjadikan sikap syukur ini sebagai sebuah sikap hidup yang harus senantiasa dimiliki manusia. Dengan bersyukur maka manusia mengakui segala keterbatasannya dan adanya kuasa yang lebih mengatur kehidupan ini, yaitu Allah SWT, yang oleh penganut ajaran new age disebut sebagai energi semesta.

Kembali lagi, mengapa kita harus bersyukur?

Pernahkah kita menghitung seberapa banyak karunia yang Tuhan berikan kepada kita dalam hidup ini? Untuk dapat hidup secara normal dan menghirup udara demi kelangsungan hidup hanyalah sebagian kecil dari karunia yang seharusnya kita syukuri. Cobalah konversi semua udara yang kita hirup dengan nilai uang, maka mungkin anda takkan bisa hidup jauh lebih lama dari yang anda harapkan. Kehidupan ini pun adalah sebuah karunia dan bisa dikata karunia terbesar yang patut disyukuri. Namun sebegitu jarangnya kita meluangan waktu untuk sekedar merenungi dan mensyukuri semua karunia itu adalah sebuah kenyataan tersendiri yang tak terelakkan. Padahal Allah SWT dalam firmanNya telah mengingatkan kita akan keharusan untuk senantiasa berzikir (mengingat) kepadaNya dengan rasa syukur.

Sebuah ayat dalam SQ Al-Baqarah [2]: 152, bisa menjadi bahan refleksi bagi kita:

Oleh karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kalian kepada-Ku dan jangan kalian mengingkari (nimat)-Ku.

Ayat lain dalam Surah An-Nisa [4]:147:

Allah tidak akan mengazab kalian jika kalian bersyukur dan beriman.

Dalam Surah Al-Imran [3]:145 dikatakan:

Kami akan memberi pahala kepada kaum yang bersyukur.

Apa makna tersirat dari ketiga ayat tadi?

Rhonda Byrne, seorang motivator terkemuka dengan tiga buku maha karyanya yang terkenal The Secret, The Power dan The Magic, melalui sebuah pencarian yang panjang telah menemukan bahwa untuk mencapai semua kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup kuncinya hanya satu ‘syukur’.

Menurut Byerne, semakin kita bersyukur dengan semua karunia yang kita peroleh dalam kehidupan, maka semakin pula hal-hal baik akan datang dengan sendirinya kepada kita. Ia pun kemudian dalam The Magic memperkenalkan apa yang bisa disebut sebagai ‘terapi syukur’.

Apa yang disampaikan oleh Byerne ini sebenarnya telah sangat jelas disampaikan Allah dalam Al-Quran Surah Ibrahim [14]:7:

Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah (kenikmatan) kepada kalian.

Namun mungkin kita berkilah bahwa kadang kita bersyukur namun toh tetap tidak mendapatkan balasan seperti yang Allah janjikan.

Menurut penafsiran saya, baik itu melihat pendapat Byerne maupun dari berbagai literatur Islam yang ada, masih ‘tertunda’nya balasan itu sebenarnya lebih karena cara kita bersyukur yang belum tepat. Syukur itu haruslah dilakukan secara tulus dan ikhlas dan benar-benar dirasakan dan diresapi. Rasa syukur hanya akan bekerja sebagai kunci kesuksesan jika dilakukan secara ‘benar’ dan ‘tepat’, untuk mencapai itu maka dibutuhkan sebuah latihan atau terapi syukur yang terus menerus agar benar-benar meresap dalam diri kita, menyatu dengan ucapan-ucapan kita dan klop dengan perasaan kita.

Lalu apa yang bisa kita peroleh dengan banyak bersyukur?

Menurut Byerne, apapun target duniawi bisa diperoleh hanya dengan bersyukur secara tepat. Menurutnya, syukur beroperasi melalui sebuah hukum Semesta yang mengatur seluruh hidup Anda. Menurut hukum tarik-menarik, yang menurutnya adalah yang mengatur semua energi di Semesta, mulai dari pembentukan atom hingga gerakan planet bahwa ‘kemiripan akan menarik kemiripan’. Karena hukum tarik menariklah sel-sel setiap makhluk hidup mengabung bersama, begitu pula subtansi dari setiap benda material. Menurut Byerne, dalam hidup anda hukum ini beroperasi pada pikiran dan perasaan anda, karena pikiran dan perasaan juga energi. Jadi apapun yang anda pikir, apapun yang anda rasa, anda menariknya ke dalam diri anda.

Apa yang disampaikan Byerne sebenarnya tidak berbeda dengan yang telah Allah janjikan dalam Al Quran. Tidak hanya kesuksesan dunia, Allah bahkan menjanjikan bahwa dengan bersyukur maka manusia akan mencapai kecukupan, keterkabulan, rezeki, ampunan dan tobat dan bahkan surga yang kekal.

Jadi mengapa kita tidak belajar bersyukur mulai dari sekarang?

Marilah memulai hari ini dengan mengucap rasa syukur yang sebesar-besarnya. Tidak hanya akan semakin membuka pintu kebaikan dan rezeki, namun juga akan semakin mendekatkan kita kepadaNya. Insyallah

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 6 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 7 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 8 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Ingin Uang Puluhan Juta? Jadilah Editor Foto …

Andreas Limongan | 7 jam lalu

Saatnya Rakyat Bersikap: Bubarkan DPR & …

Effendi Siradjuddin | 7 jam lalu

Aku Ingin .. …

Gunawan Wibisono | 7 jam lalu

Keasyikan itu Bernama Passion …

Ika Pramono | 7 jam lalu

Sisi Positif dari Perseteruan Politik DPR …

Hts S. | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: