Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Find Leilla

sebab setiap tulisan akan menemukan pembacanya sendiri..

PAUD : Belajar Dari Film Kartun Timmy Time

OPINI | 12 October 2012 | 21:34 Dibaca: 524   Komentar: 8   1

Akhir-akhir ini suka sekali menonton film kartun Timmy Time di televisi. Tadinya cuma karena iseng memperhatikan tokoh Timmy yang mirip dengan salah satu pemeran serial Shaun the Sheep. Belakangan setelah saya telusuri, saya baru ngeh bahwa ternyata Timmy memang benar salah satu tokoh dalam serial Shaun the Sheep yang terkenal itu (dia keponakan Shaun yang masih kecil). Mungkin saking terkenalnya maka sang produser merasa perlu membuatkan site khusus bagi Timmy, hehe itu perkiraan saya pribadi loh.

Kalau anda belum pernah menonton serial ini saya coba gambarkan sedikit ya, Timmy Time adalah film kartun tanpa dialog yang memang dikhususkan untuk anak-anak pra sekolah. Tanpa dialog maksudnya persis film kartun Shaun itu, hanya terdengar suara mbeeekk, ngikngik, ukuukk, miawmiiaaww, dll suara sesuai karakter masing-masing.

Beberapa karakter yang muncul selain Timmy domba adalah 2 guru Timmy (Osbourne si burung kuntul dan Harriet si burung hantu) serta 12 temannya (anak kucing, anak anjing, babi, landak, luak, kambing, bebek, serigala, ulat, dan anak burung hantu). Cerita yang ditampilkan adalah kegiatan Timmy and friends di sekolah sehari-hari. Nah sebagai pengajar PAUD non formal (side job saya, hehee), cerita kegiatan belajar mengajar Timmy ini yang penting dan bisa kita pelajari.

Kalau kita perhatikan dengan seksama, sebenarnya kita bisa belajar banyak lewat kartun ini. Banyak ide yang bisa kita kembangkan untuk diterapkan di kelas. Terutama metode mengajarnya. Misalnya dalam episode Timmy Afloat atau Count on Timmy, perhatikan cara Harriet dan Osbourne (guru Timmy) menjelaskan materi yang akan mereka sampaikan kepada anak-anak. Sangat brilian, bunda bisa mencontoh gayanya (bila sudah melakukan hal yang sama, paling tidak bunda akan lebih merasa yakin bahwa apa yang bunda lakukan saat ini sudah benar adanya).

Digambarkan di sana bahwa setiap menyampaikan materi para guru Timmy selalu memberi contoh terlebih dahulu. Persis sama seperti yang sudah bunda lakukan setiap kali mengajar di kelas. Intinya, membiarkan siswa berkumpul di meja dan mengelilingi bunda, kemudian anda menjelaskan semua alat dan bahan yang akan dipakai, baru setelah itu menerangkan step by step cara mengerjakannya. Biarkan siswa melihat dan merekam apa yang mereka lihat dalam otak mereka. Setelah itu beri waktu bagi anak untuk mempersiapkan diri dan mengerjakan segala sesuatunya sendiri.

Selain itu cerita dalam film ini sangat realistis bagi usia pra sekolah. Banyak kegiatan yang bisa kita terapkan di kelas. Misalnya kegiatan menempel, berhitung, bermain, termasuk bagaimana mengajarkan budi pekerti pada anak usia dini. Nggak ngecap, ini benar film kartun yang bagus! (menurut saya sih). Bukan hanya bagus untuk putra-putri anda, tapi juga bagus bagi anda sebagai bunda PAUD. Nggak percaya? Buktikan sendiri ya..

.

#repost tulisan dari blog pribadi saya, http://playgroupku.blogspot.com/2012/07/mengajar-paud-belajar-dari-film-kartun.html


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sasi, Konservasi Tradisional di Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 22 August 2014 | 15:21

Identitas Bangsa Modal dalam Kompetisi …

Julius Deliawan | | 22 August 2014 | 09:42

ALS #icebucketchallenge …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 22 August 2014 | 17:49

[SRINTHIL] Perempuan di Kaki Masa Lalu …

Rahab Ganendra | | 22 August 2014 | 14:33

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 7 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 11 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: