Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kusumo Suryoharjuno

trainer pendidikan penulis buku best seller "ice breaker penyemangat belajar"

“SINGAPURA”NYA INDONESIA, DIMANAKAH ITU?

REP | 17 October 2012 | 06:31 Dibaca: 375   Komentar: 0   0

Hari Juma’t, 12 Oktober 2012 adalah agenda saya untuk mendatangi kota Tarakan di Kalimantan Timur, memenuhi undangan dari pengurus BKPRMI (Badan koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia cabang kota Tarakan) dan LPPKS (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keluarga Sakinah kota Tarakan) untuk memberikan pelatihan guru guru dan orang tua se-kota Tarakan. Ya, inilah “Singapura”nya Indonesia, TARAKAN, sebuah kota yang terletak di ujung Kalimantan Timur, hampir berbatasan dengan negara Malaysia Timur. Kalo kita berangkat dari Surabaya menuju ke Tarakan dengan pesawat ditempuh dalam waktu 2 jam (penerbangan non-stop), kecuali jika transit dulu di kota Balikpapan. Alhamdulillah, ketika saya berangkat dari Surabaya langsung menuju Tarakan tanpa transit.

Kilas balik sejarah, ternyata pertama kali Jepang memasuki Indonesia dari Tarakan, dibuktikan dengan banyaknya benteng dan bangunan peninggalan Jepang. Tarakan terpisah pulaunya dengan Kalimantan Timur, jika melalui jalan darat dari Samarinda atau Balikpapan, harus dilanjutkan melalui jalan sungai/laut menggunakan kapal Ferry/Speedboat. Daya tarik Tarakan ada di Pantainya, nah..yang menjadi icon Tarakan adalah Pantai amal dengan pemandangan alamnya yang indah. Untuk kulinernya, Tarakan terkenal dengan ikannnya yang segar segar, jika berkesempatan mengunjungi Tarakan, cobalah ikan segar khas Tarakan, tidak sama rasanya dengan daerah lain di Indonesia.

Kali ini, saya memberikan pelatihan selama 1 hari di Tarakan, dibagi dalam 2 sesi, tiap sesi dengan tema yang berbeda. Sesi pertama dengan tema : “Ice Breaker untuk Penyemangat Belajar” dan sesi kedua dengan tema : PARENTING “Bagaimana Mendidik dengan Efektif menjadikan Anak Bahagia”. Acara diadakan di AULA milik PEMKOT Tarakan. Antusias guru Tarakan begitu besar untuk mengikuti acara pelatihan selama 1 hari ini.

Salah satu hal yang saya sampaikan dalam sesi PARENTING, ketika kita berkomunikasi dengan anak hindari penggunaan kata kata negatif seperti nakal, malas, bodoh, dll. Semakin sering anak menerima kata kata negatif tersebut, maka anak akan merasa seperti apa yang dikatakan oleh guru/orang tuanya. Ini yang sering saya sebut dengan memberi LABEL kepada anak. Berikanlah LABEL positif kepada anak, misal pandai, sholeh, rajin, berani, dll. Semakin sering anak menerima LABEL yang positif, maka akan tumbuh kepercayaan dalam dirinya dan pribadi anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang positif.

Lalu, bagaimana cara kita memberi LABEL positif kepada anak? Pada saat kapan kita menggunakan LABEL tersebut? Lihat saja dari perilaku keseharian anak kita, lalu berikan LABEL dari perilakunya tersebut dan ketika kita meminta anak untuk melakukan sesuatu, sebutlah LABELnya terlebih dahulu yang sudah kita berikan kepadanya. Contoh : anak kita suka sekali mencoret/menggambar di kertas, maka kita berikan LABEL “Arsitek”, ketika meminta anak untuk belajar, maka kita sampaikan : “Ayo Arsitek, sekarang waktunya belajar”. Anak kita suka sekali membongkar mainannya/mobil mobilannya, kita berikan LABEL “Insinyur”, maka kita sampaikan “Ayo Insinyur, sekarang waktunya Mandi” dst.

Ingin tahu bentuk komunikasi efektif kepada anak lainnya? Silahkan agendakan pelatihannya bersama guru dan orang tua di daerahnya masing masing, insya ALLAH saya siap untuk datang dan berbagi ilmu/pemgalaman.

Salam,

Kusumo (Trainer Nasional Berjuta Guru dan Orang Tua, HP.085230129264)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 10 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 11 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

(H-8) Jelang Piala Asia U-19 : Skuad …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saat Impian Negara Menjadi Aksi Keluarga …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Misteri Coban Lawe di Lereng Gunung Wilis …

Nanang Diyanto | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: