Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rendi Cahya Saputra

mahasiswa universitas Gunadarma jurusan sistem informasi

Pancasila dalam Masyarakat Kini

OPINI | 18 October 2012 | 00:05 Dibaca: 64   Komentar: 0   0

Sejak kecil kita sudah diperkenalkan dengan kata Pancasila. Pancasila berasal dari kata sanskerta yaitu panca dan sila, panca berarti Lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia. Pancasila terdiri dari 5 sila yaitu :

1. Ketuhanan yang maha esa :

Negara Republik Indonesia menganut 5 agama yang berbeda-beda yaitu Islam, Protestan, Khatolik, Hindu, dan Budha. Setiap keyakinan mengajarkan kita untuk saling menghormati dan toleransi agama.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradap :

Perlunya keadilan dan kemanusiaan di suatu Negara seperti mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban sesama manusia. Saling mencintai, saling tenggang rasa, saling menghormati. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

3. Persatuan indonesia

Negara Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terdiri dari banyak provinsi, banyak suku, bahasa. Sesuai dengan semboyan Negara kita “Bhineka Tunggal Ika” walaupun berbeda-beda, kita tetap satu jua yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara Indonesia merupakan persatuan, kesatuan, kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Cinta bangsa dan tanah air. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan keputusan musyawarah. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan YME, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai2 kebenaran dan keadilan.

5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

Setiap masyarakat Indonesia berhak mendapatkan keadilan, seperti ; menghormati hak-hak orang lain, bersikap adil, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, tidak memeras orang lain, tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, saling menghargai hasil karya orang lain.

Dari makna tiap-tiap sila dalam Pancasila di atas, jika kita bandingkan dengan kondisi bangsa kita sekarang, Pancasila di Indonesia saat ini sudah di lupakan oleh bangsa kita sendiri. Seperti yang kita ketahui saat ini di Indonesia banyak terjadi perang antar agama, misalnya saling menjelek-jelekan agama satu sama lain atau yang bersifat sara, peperangan antar suku, tawuran pelajar, korupsi, pembunuhan, dan kasus-kasus lainnya yang merupakan sedikit contoh perilaku yang sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai dasar Negara kita yaitu Pancasila.

Generasi penerus bangsa seperti pelajar di Indonesia pun sudah banyak yang tidak hafal dengan sila-sila tersebut padahal sila-sila tersebut sering sekali di ucapkan pada hari senin saat berlangsungnya upacara bendera. Jika kita tanyakan kepada beberapa pelajar di Indonesia ini, banyak diantara mereka yang tidak tahu arti dari Pancasila, bahkan mereka banyak yang tidak hafal dengan sila-sila Pancasila tersebut. Pada akhirnya sikap dan perilaku para pelajar di Indonesia pun sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila, seperti gaya hidup pelajar yang sudah mengikuti budaya barat. Jika penerus bangsa saja sudah mulai melupakan dasar Negara kita, bagaimana dengan keadaan Negara Indonesia dimasa yang akan datang? Dengan melihat kondisi saat ini, kita sudah dapat memprediksikannya. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus mulai menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai pancasila dalam diri kita agar Pancasila kembali menjadi dasar Negara kita yang kini sudah hilang secara perlahan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: