Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Iswekke

Membaca dengan bertualang untuk belajar mencintai Indonesia...

Memilih Perguruan Tinggi Luar Negeri

HL | 29 October 2012 | 09:33 Dibaca: 404   Komentar: 0   0

13514933691676779010

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Saat berusaha untuk melanjutkan jenjang pendidikan, maka memilih perguruan tinggi adalah fase yang cukup krusial dimana memilih ini akan menentukan perjalanan setelahnya. Untuk itu dalam memilih perguruan tinggi ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, jurusan. Tidak semua perguruan tinggi memiliki jurusan yang sama. Bahkan ada saja jurusan tertentu berada di universitas yang tidak terkenal atau tidak kita kenal. Dengan demikian, maka kesesuaian jurusan adalah faktor yang dapat dijadikan dalam proses awal mengenal perguruan tinggi.

Kedua, kurikulum. Di saat sudah mengenal jurusan yang diinginkan, maka perguruan tinggi selalu punya keunikan dan kekhasan dalam menyusun kurikulum yang ada. Sebagai contoh ilmu politik. Maka, ada fokus kajian politik tertentu yang dijadikans ebagai kajian utama dan kajian pendukung. Ini juga mencerminkan tenaga pengajar dan professor yang ada di universitas tersebut. Maka, dengan menelaah lebih awal kurikulum yang ada, maka akan mendapatkan gambaran perjalanan keilmuan yang akan ditempuh.

Ketiga, wilayah perguruan tinggi. Ada perguruan tinggi yang berlokasi di desa terpencil, ada juga yang terletak di kota besar. Dengan melihat ini tergantung kepada minat dan kesukaan calon mahasiswa. Tidak semua universitas di luar negeri terletak di kota besar. Bagi yang suka kesunyian kota kecil yang hanya akan ramai kalau musim kuliah, maka daerah di luar kota adalah pilihan yang tepat.

Keempat, tempat tinggal. Tidak semua perguruan tinggi menawarkan tempat tinggal di dalam kampus. Sebaliknya tidak semua juga menyediakan tempat tinggal di luar. Beberapa perguruan tinggi menyediakan layanan tempat tinggal yang dipilih antara di dalam kampus atau di luar kampus. Bahkan ada juga yang menyediakan tempat tinggal bagi yang membawa keluarga. Informasi tentang tempat tinggal perlu dilengkapi sebelum memastikan memilih perguruan tinggi yang diinginkan.

Kelima, persyaratan dokumen. Ketika empat hal di atas, maka saatnya memperhatikan persyaratan yang diinginkan. Sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap peerguruan tinggi mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris. Tetapi tidka perlu dikhawatirakn secara berlebihan. Ada juga universitas yang menyediakan bridging program alias program jembatan. Bagi calon mahasiswa yang memiliki keterampilan bahasa Inggris memadai dapat mengikuti program ini. Semacam, matrikulasi.  Sehingga bahasa Inggris tidak perlu menjadi penghalang bagi kemauan untuk lanjut ke perguruan tinggi.

Keenam, proses aplikasi yang memerlukan waktu. Saat pengiriman dokumen ada jarak tempuh. Kemudian kelengkapan juga perlu diperhatikan. Sehingga bersedia untuk menjalani proses yang lama dan waktu menunggu yang panjang. Beberapa pengalaman teman yang sementara kuliah di Eropa atau Amerika, waku yang diperlukan bahkan sampai 12 bulan, jika dihitung pengiriman dokumen awal sampai diterima surat penerimaan. Tipsnya, sejak awal memang mempersiapkan diri dengan kemungkinan ini. Atau juga perlu mengirim permohonan sejak awal. Dokumen yang dikirimkan hendaknya digandakan. Jika hilang atau tercecer, maka kita akan punya back up.

Ketujuh, selalu follow up dalam waktu tertentu. Di saat mengirimkan dokumen perlu mencatat nomor kontak atau surat elektronik (email) kantor yang mengurusi pendaftaran. Identitas penting seperti nomor formulir pendaftaran atau nomor referensi tertentu perlu dicatat dengan baik sehingga di saat kita menanykan status permohonan kita akan mudah ditelusuri.

Semoga informasi awal di atas dapat berguna bagi yang sementara merencanakan untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi luar negeri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kapan Kota di Indonesia Jadi World Book …

Benny Rhamdani | | 23 April 2014 | 09:29

Para Wanita Penggiat Bank Sampah Memiliki …

Ngesti Setyo Moerni | | 23 April 2014 | 05:10

Ina Craft Apakah Mampu Membantu dan …

Een Irawan Putra | | 23 April 2014 | 06:01

Pelajaran Politik Busuk Ternyata Dimulai …

Muhammad Irsani | | 23 April 2014 | 09:41

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 4 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 5 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 6 jam lalu

Masih Adakah Harapan bagi Win-HT? …

Syarif | 8 jam lalu

Menelanjangi Iklan LA Lights ‘Cari …

Giri Lumakto | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: