Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Riyadi Hidayat

Menjadikan tulisan sebagai lahan ibadah

Majalah Sekolah Sarana Meningkatkan Minat Baca Gairah Menulis Siswa

OPINI | 31 October 2012 | 13:03 Dibaca: 281   Komentar: 0   0

Majalah sekolah adalah sarana paling baik untuk membangun minat baca dan menulis siswa. Proses penyusunanya mendorong para siswa harus mencari informasi dari berbagai sumber. Ada yang langsung ke sumber berita, ada juga yang lewat media cetakmaupun elektronika. Proses pencarian informasi ini akan mendorong siswa untuk membaca berbagai media serta mnuangkannya dalam bentuk tulisan.

Kegiatan penyusunan majalah ini termasuk dalam pengenalan dunia jurnalistik. Kegiatan jurnalistik bisa di jadikan sarana untuk menyalurkan kreativitas dan keilmuan siswa. Bukan saja minat baca dan menulis yang meningkat tetapi kreativitas dan keilmuan siswa semakin meningkat.

Apabila ada wadah untuk siswa menyalurkan kreativitas dan ilmu tentu akan mengurangi beban ilmu dan materi yang terus bertambah dari hari ke hari. Sedikit demi sedikit ilmu yang didapat di kelas bisa dituangkan dalam majalah sekolah. Majalah sekolah melatih para siswa mengasah ilmu bahasa yang mereka peroleh. Misalnya harus belajar kembali bagaimana menyusun kalimat dan tata bahasa yang baik seperti pelajaran Bahasa Indonesia yang sudah mereka dapatkan di kelas.

Kegiatan penyusunan majalah sekolah juga membantu membuka sudut pandang pengetahuan siswa. Siswa yang tergabung dalam team penyusun majalah sekolah dituntut harus memperluas pengetahuan mereka supaya hasil majalah yang mereka susun menarik untuk dibaca. Mereka juga belajar bekerja di dalam kelompok sehingga nilai kebersamaan terpatri dalam diri mereka.

Majalah sekolah ternyata memberi banyak manfaat bagi siswa. Kemampuan menyampaikan dan menyusun bahasa yang terus terlatih. Tingkat kreativitas yang terasah terus menerus. Latihan bekerja di dalam kelompok yang terus menerus. Rasa kengin tahuan yang terus tergali. Semua itu akan menjadikan siswa menjadi siap terjun di dunia nyata yang butuh skill dan kreativitas.
Seharusnyalahsetiap sekolah mendukung kehadiran majalah sekolah dengan pendanaan yang cukup dan bimbingan dari guru yang bersangkutan. Dinas pendidikan sebagai wakil pemerintah bisa juga berperan mengadakan event-event jurnalistik yang mamacu kompetisi siswa antar sekolah. Pelatihan jurnalistik sedini mungkin akan memacu siswa untuk selalu gemar membaca, menulis dan mengeksplorasi kemampuan mereka.

Tumbuhnya majalah sekolah bisa mendorong siswa rajin membaca dan siswa akan termotivasi untuk menulis. Majalah sekolah juga bisa memicu lahirnya penulis-penulis muda. Semakin banyak penulis muda akan memicu perkembangan sastra di Indonesia. Sehingga di masa depan akan lahir sastrawan baru yang bisa membanggakan bangsa dan Negara.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Unik Menyeberangkan Mobil ke Pulau …

Cahayahati (acjp) | | 16 September 2014 | 14:16

Blunder #1 Jokowi: Arsitektur Kabinet …

Shendy Adam | | 16 September 2014 | 11:14

Kenapa Narrative Text Disajikan di SMA? …

Ahmad Imam Satriya | | 16 September 2014 | 16:13

Apartemen Murah? Teliti Sebelum Membeli (5) …

Farida Chandra | | 16 September 2014 | 15:16

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Norman K Jualan Bubur, Tampangnya Lebih Hepi …

Ilyani Sudardjat | 6 jam lalu

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 9 jam lalu

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 12 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: