Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ahmad Muhtadi Rangkuti

Orangnya tipikal pekerja keras

Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

REP | 31 October 2012 | 17:52 Dibaca: 351   Komentar: 0   0

Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk merupakan karya fenomenal dari Sati Nasution. Siapakah dia??? mungkin banyak orang yang tdk mengenalnya. Bahkan orang mandailing (ato batak) pun banyak tidak mengenalnya. Beliau adalah pahlawan (menurut orang mandailing) pendidikan (pemikir) tentang pentingnya sekolah (menuntut ilmu). Yaaa beliau adalah seorang pahlawan ,walaupun tdk diakui oleh negara, buktinya dengan karya-karyanya lah sampai ini hari orang mandailing (mungkin orang Batak/sumut) rajin sekolah (menuntut ilmu). Atas karya-karyanyalah beliau disekolahkan sekaligus diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda di negeri Belanda dan mendapat gelar Willem Iskander. Nama terakhir inilah yang sangat terkenal di Tanah Mandailing hingga ini hari. Bahkan nama ini terdapat di nama jalan di Kota Medan. Karya fenomenal beliau tentang menuntut ilmu itu diberi judul sibulus-bulus si rumbuk-rumbuk. bahkan oleh Prof. Andi Hakim Naoetion sedikit mengulas buku ini di bahan kuliah tingkat 1 di IPB hingga ini hari. berikut terjemahan (saduran yang kira2 artinya seperti itu) dalam bahasa Indonesia karya Willem Iskander (sibulus-bulus sirumbuk-rumbuk):

Ajaran seorang ayah terhadap anaknya yang akan pergi kesekolah”

duhai anakku penerusku

pergilah menuntut ilmu

jangan buat seperti sesuka hati (Sekedar Melepaskan Beban)

tetapi rajinlah kamu belajar

kalau makanan dan pakaian

besakit sakit aku mencarinya

tidaklah aku menjadi pelit

untuk memberikannya padamu

bila ada hasil penjualan kopi

yang aku dapat dengan ibumu

sebahagian aku simpan

biar ada pakaian dikemudian hari (Dipernikahanmu)

bila pergi aku menjaring ikan

aku mendapat dua ikan jurung

satulah yang akan kujual

biar ada untuk membeli garam (Makanan)

bila tidak ada wabah

kita mendapat tiga rantai (Panen Sawah)

satulah yang akan kujual

buat membeli tembakau dan rokok

bila aku tua di kemudian hari

ibumu pun tidak bisa melihat lagi

berilah kami kesenangan

kamulah yang memberi kebanggaan buat kita (Keluarga)

o… yang baik hati (Maha Penyayang)

yang mendengar apa yang aku ucapkan

aku meminta kepada Kita ( Mu / Tuhan )

kita beri kebahagian (Kebaikan) dalam hati anak ini (Generasi)Ajaran seorang ayah terhadap anaknya yang akan pergi kesekolah”

duhai anakku penerusku

pergilah menuntut ilmu

jangan buat seperti sesuka hati (Sekedar Melepaskan Beban)

tetapi rajinlah kamu belajar

kalau makanan dan pakaian

besakit sakit aku mencarinya

tidaklah aku menjadi pelit

untuk memberikannya padamu

bila ada hasil penjualan kopi

yang aku dapat dengan ibumu

sebahagian aku simpan

biar ada pakaian dikemudian hari (Dipernikahanmu)

bila pergi aku menjaring ikan

aku mendapat dua ikan jurung

satulah yang akan kujual

biar ada untuk membeli garam (Makanan)

bila tidak ada wabah

kita mendapat tiga rantai (Panen Sawah)

satulah yang akan kujual

buat membeli tembakau dan rokok

bila aku tua di kemudian hari

ibumu pun tidak bisa melihat lagi

berilah kami kesenangan

kamulah yang memberi kebanggaan buat kita (Keluarga)

o… yang baik hati (Maha Penyayang)

yang mendengar apa yang aku ucapkan

aku meminta kepada Kita ( Mu / Tuhan )

kita beri kebahagian (Kebaikan) dalam hati anak ini (Generasi)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Warga Kecam Pemogokan Panitera …

Sutomo Paguci | | 17 April 2014 | 08:56

Fenomena Simon Santoso: Penerapan Teori XY? …

Yuniandono Achmad | | 17 April 2014 | 08:18

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 7 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 7 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 7 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 8 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: