Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Hasan Asyhari

Penulis adalah mahasiswa jurusan Sosiologi, prodi Pend.Sosiologi Antropologi di UNP. Beliau saat ini aktif di berbagai selengkapnya

HMJ Sosiologi Sukses Gelar Olimpiade Sosiologi Pertama di Indonesia

REP | 06 November 2012 | 12:10 Dibaca: 196   Komentar: 0   0

13521784191417596181


Sukses sudah HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Sosiologi FIS UNP bekerjasama dengan pihak Jurusan dan berbagai sponsorship mengadakan kompetisi berupa Olimpiade Sosiologi yang pertama di Sumbar bahkan di Indonesia dalam bidang Ilmu sosial (social science). Di mana biasanya olimpiade hanya dalam bidang Ilmu Alam (ilmu sains), namun sekarang muncul sebuah ide ataupun gagasan baru dalam membuat sebuah kompetisi pendidikan di Indonesia di bidang Ilmu Sosial berupa Olimpiade Sosiologi. Olimpiade Sosiologi ini diadakan di kampus merah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, Sabtu (03/11/12). Olimpiade perdana yang digagas oleh pengurus HMJ (Himpunan Mahasiswa Sosiologi) FIS UNP ini diketuai oleh Syafrianto, mahasiswa tahun masuk 2009 yang sempat mencalonkan diri sebagai gubernur BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FIS UNP setahun yang lalu.

Kompetisi antar siswa/i SMA/MA baik negeri maupun swasta se-Sumbar ini dihadiri oleh Dekan, Pembantu Dekan, Dosen se-lingkungan Sosiologi FIS UNP dan beberapa ormawa yang ada di FIS. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk masuk ke kampus UNP, mulai dari PMDK, BIDIKMISI, SNMPTN, Jalur Prestasi bahkan Reguler mandiri sekalipun. Mudah-mudahan dengan Olimpiade ini sertifikat maupun piagam yang diberikan bisa dipergunakan untuk mengikuti test masuk UNP jalur prestasiā€, ujar Dekan FIS UNP. Kemudian acara puncak pembukaan Olimpiade Sosiologi dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga yang diwakili, Drs.H.Wendra Ilyas,M.M. Dalam kata sambutannya Beliau mengungkapkan dengan diawalinya Olimpiade Sosiologi ini akan dijadikan agenda (iven) tahunan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga nantinya. Iven akbar di HMJ Sosiologi ini diikuti sekitar 64 tim (sekolah) yang terdiri atas dua orang siswa delegasi tiap sekolah. Dalam olimpiade tentang ilmu kemasyarakatan ini peserta akan disaring menjadi tiga tahap (babak) yakni tahap pertama (penyisihan), tahap kedua (semifinal) dan tahap ketiga (final). Tahap pertama, seluruh peserta olimpiade dibagi atas 6 lokal yang masing-masing terdiri dari 20 orang peserta dan dikontrol oleh dua hingga tiga orang panitia yang secara umum adalah mahasiswa jurusan Sosiologi mulai dari tahun masuk 2009 hingga 2011.

Dalam tahap pertama tersebut, setiap peserta akan diuji kognitifnya (pengetahunnya) dalam bentuk soal objektif berjumlah 100 butir soal. Soal tersebut dibuat oleh tim dosen jurusan sosiologi dengan tidak memakai sistem penilaiaan Min Plus. Kemudian, dari seluruh peserta yang mengikuti tahap pertama (babak penyisihan) disaring 10 peserta yang akan mengikuti babak semifinal. Dalam babak semifinal ini kesepuluh orang peserta diuji wawasannya dalam bentuk soal essay yang disuguhkan beberapa kasus terkait masalah sosial saat ini. Setelah itu peserta disaring lagi menjadi 5 besar untuk mengikuti babak final. Berhubung ada kesamaan skor nilai dua orang peserta dari kesepuluh peserta babak semifinal maka dewan juri memutuskan untuk mengambil enam peserta untuk menuju babak final.

Babak final ini keenam peserta akan beradu argumen antara peserta satu dengan yang lain sesuai dengan lot berupa sebuah kasus yang mereka dapat. Ternyata luar biasa pengetahuan mereka akan argumen yang dikeluarkan meskipun mereka belum pernah mempelajari berbagai teori seperti mahasiswa sosiologi pada umumnya, namun upaya menguasai konsep, menunjukkan realita dan menyampaikan solusi dari suatu permasalahan (kasus) yang diberikan sangat terlihat ketika debat berlangsung. Penampilan masing-masing peserta yang beragam sempat memukau dewan juri dan audiens yang berada di Aula FIS sore itu.

Setelah debat berlangsung dewan juri merasa kebingungan untuk menentukan tiga juara besar terhadap keenam orang peserta karena argumen yang diungkapkan sama-sama bagus. Akhirnya, di waktu sore menjelang maghrib mau tak mau dewan juri harus memutuskan tiga juara besar. Juara pertama diraih oleh Halowan Surya Darma Lubis (SMA N 3 Painan), juara kedua Robi Afrizan, S. (SMA N 1 Sijunjung) dan juara ketiga diraih oleh Ari Andesfi (SMA N 1 Payakumbuh). Ketiga pemenang mendapatkan masing-masing piala dan uang sejumlah Rp.1.000.000,- untuk juara pertama, juara kedua Rp.750.000,- dan Rp.500.000,- untuk juara ketiga. (HASAN ASYHARI, Mahasiswa Jurusan Sosiologi FIS UNP)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 16 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 18 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 19 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 20 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 25 October 2014 08:22


HIGHLIGHT

Selamatkan Kawasan Ekosistem Leuser Aceh …

Nur Terbit | 9 jam lalu

Terinspirasi = Plagiat ? …

Aqsa Intan Pratiwi | 9 jam lalu

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Kontroversi Pengangkatan Menteri oleh …

Edward Pakpahan | 9 jam lalu

Pesta Raffi Ahmad dan Bakiak Lady Gaga …

Ifani | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: