Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ratu Adil

JADILAH PEMIMPIN YANG BERJUANG UNTUK RAKYAT. TETAP KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN & UKM.

Sekolah Negeri SLTA di Jakarta Apanya yang Gratis ???

REP | 07 November 2012 | 03:03 Dibaca: 1496   Komentar: 11   5

Alokasi Pendidikan di Anggaran DKI Diusulkan Jadi Rp 11 T

berita dari : Detiknews.7/11/2012

Sudah segini gedenya masih saja Kepala Sekolah & Guru meminta kepada Wali murid?

Pungutan gaya Baru oleh Para Guru dan Kepala sekolah di hampir seluruh Sekolahan Tingkat SLTA Negeri  di Jakarta ini.

Dengan berbagai alasan dan cara yang mereka sampaikan kepada Para Orang tua murid baru yang diterima di Sekolah Negeri.

Mulai dari alasan Tunggakan Sekolah Mencapai Milyaran Rupiah yang ditinggalkan oleh Kepala Sekolah yang lama (info dari guru & Kepala Sekolah SLTA Negeri 4x di bilangan Blok A JakSel), sampai dengan Operasional Sekolah yang tidak mungkin bisa ditutupi dari Anggaran yang diberikan oleh Pemerintah yang dikatakan oleh  guru guru SLTA Negeri d Jakarta  Selatan juga.

Pungutan yang muncul disekolah Negeri SLTA 4x itu sbb:

  1. Iuran Bulanan mulai dari Juni sd November 2012 perbulan Rp: 240.000,- (6 bln x Rp:240.000,-= Rp: 1.440.000,-
  2. Osis & Eskul Rp: 120.000,- + Rp: 180.000,- = Rp: 300.000,-
  3. Uang sumbangan siswa ( dulu namanya uang gedung) Rp: 3.000.000/siswa

Ada lagi bentuknya dengan menggunakan bahasa Sumbangan (bukan pemaksaan), namun bagaimana mungkin ketika semua wali murid disodorkan lembaran dan disuruh mengisi sendiri nominal yang sudah mereka sampaikan.  Ini hanya sekedar perubahan bahasa saja yang dengan sengaja dimunculkan yang pada intinya Para Guru dan Kepala Sekolah tidak bisa merelakan setiap siswa siswi itu benar benar gratis.

Saya jadi bingung, ada apa dikepala Para  Guru & Kepala Sekolah tersebut, sehingga selalu saja yang menjadi sapi Perahan mereka adalah Para Orang tua murid. Terus untuk apa Pemerintah mencanangkan Sekolah SLTA itu GRATIS???

Apakah Mereka Para Pendidik belum IKHLAS ketika Pemerintah mencanangkan Biaya Pendidikan di DKI itu Gratis? Apa mereka tergiur dengan UANG yang berlalu begitu saja di depan mereka? Sehingga timbul nafsu untuk mencoba mengakali dengan dalih dalih yang dibuat buat agar UANG itu bisa diraih?

Belum lagi dibeberapa Sekolahan Negeri baik SLTP maupun SLTA , ada juga Guru yang mencoba mengeluarkan kata kata yang tidak pantas kepada para muridnya ketika terlambat misalnya dengan kalimat:

- Sudah gratis pakai terlambat lagi!

-Sudah sekolah gratis datang sesuka sukanya, memang ini Sekolah Nenek moyangmu! dll

Apa memang seperti ini Para Pendidik itu?

Oleh karenanya, melalui Pembaca Kompasiana ini saya memohon bantuannya, agar yang memiliki Akses ke Kementrian Pendidikan atau Dinas Pendidikan DKI utnuk menindak lanjuti dan mengcross ceck masukan ini.

Dan diharapkan Para Kompasiana yang juga memiliki cerita tentang Pungutan itu di sekolah anaknya/kerabatnya atau tetangganya. Mohon sebanyak mungkin menuliskannya. Agar Pemerintah DKI bisa lebih cepat bertindak.

Dan bila memang ternyata di SLTA Negeri lainnya juga ada Pungutan Pungutan yang mengatas namakan Sumbangan yang ditetapkan, mohon kiranya juga Para Kompasiana menuliskan cerita yang sebenarnya.

Ini demi menjaga agar Dunia Pendidikan kita benar benar dapat berjalan dengan Baik dan Para Orang Tua Murid tidak Kebingungan dan diberatkan oleh Pungutan pungutan tersebut.

Dan Kepada Pejabat yang Berwenang di Dunia Pendidikan DKI dan Dinas Pendidikan DKI agar kiranya memberikan PENJELASAN,HIMBAUAN dan SOSIALISASI kepada Orang Tua Murid yang ada di Jakarta ini. APA SAJA YANG DIMAKSUD DENGAN sekolah gratis TERSEBUT.

Dan seandainya  Sekolah memang harus meminta SUMBANGAN dari Para Orang Tua Murid tolong diperjelas dalam hal hal apa saja.

Demikian info yang dapat saya sampaikan dengan Pengharapan agar kiranya dalam waktu dekat ini ada tindak lanjut dari Pejabat yang berwenang untuk memberikan Penjelasannya. Dan seandainya apa yang dilakukan oleh Para Guru/Kepala Sekolah ternyata salah Mohon kiranya cepat cepat diperbaiki sebelum Banyak Korban yang berjatuhan. Atau kalau Perlu diambil tindakan TEGAS demi menjaga agar Dunia Pendidikan kita kedepan Lebih Baik lagi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Manusia Api …

Nanang Diyanto | | 19 September 2014 | 17:32

Ketika Institusi Pendidikan Jadi Ladang …

Muhammad | | 19 September 2014 | 17:46

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Imbangi Valencia B, Indra Sjafrie Malah …

Djarwopapua | | 19 September 2014 | 14:17

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 6 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 6 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 9 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

“Calon Ibu Pejabat Galau di Negeri …

Rietsy | 8 jam lalu

Centang Prenong …

Rifki Hardian | 8 jam lalu

Duka Lara …

Rifki Hardian | 8 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Taman Rekreasi Atau Kuburan? …

Rifqi Nur Fauzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: