Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rama Ahsana

A Tarot Reader | A Hypnotist | A Student

Dikeluarin dari Kelas

OPINI | 07 November 2012 | 02:07 Dibaca: 166   Komentar: 0   0

Apakah sahabat kompasiana disini ada yang pernah dikeluarin dari kelas? Pelajaran apa dan seberapa sering? hehe…

Sedikit curhat, akhirnya saya merasakan juga bagaimana rasanya dikeluarkan dari kelas oleh guru saya…

Saya ini orang yang tipe belajarnya kinestetik alias ga bisa diam atau hanya memperhatikan guru (tergantung gurunya sih, tapi tetap saja saya selalu bergerak ga bisa diem tok…) Tidak pernah ada masalah dengan guru lain jika saya ga bisa diem di kelas…

Suatu kali ada guru pengganti, dari awal saja saat perkenalan sudah membuat saya bosen sehingga saya memilih untuk “membuat kesibukan sendiri” dengan cara mengganggu teman, entah rambutnya saya acak-acak atau badannya saya pencet-pencet…

Nah guru ini melihat apa yang saya lakukan dan langsung saja mengeluarkan saya dari kelas…

Dengan kerennya (menurut saya pribadi :p ) saya keluar kelas tanpa merasa bersalah, bukan salah saya kok kalau saya dikeluarkan karena bagi saya pribadi, apa yang saya lakukan tidak sampai mengganggu jalannya proses belajar hanya mengganggu teman saya saja… Bukan salah gurunya juga mengeluarkan saya dari kelas karena itu hak beliau…

Jujur itu pengalaman pertama saya dikeluarkan dari kelas dan rasanya… keren!! haha…

Setelah keluar dari kelas saya duduk di kantin dan merenung… Proses apa saja yang terjadi bukan siapa yang salah dan siapa yang benar…

Ada respon maka ada stimulus…

Respon guru mengeluarkan saya karena beliau menganggap saya memberikan stimulus yang mengganggu jalannya proses belajar…

Boleh dong saya mengurai ada proses apa lagi…

Saya merespon dengan perilaku yang menurut beliau mengganggu karena stimulus beliau membosankan bagi saya…

See? Ada akibat ada sebab…

Sekali lagi bukan siapa yang salah dan siapa yang benar karena disini saya hanya mau menjelaskan tentang suatu proses…

Dari situ saya berpikir… Apa sih yang teman saya pikirkan, rasakan, saat dikeluarkan di kelas?
Saya merasakan bahwa saya sebenarnya ingin mengikuti proses belajar hanya saja bisa kah dibuat menarik?

Dan kenapa siswa yang berulah dikelas langsung diberikan punishment dengan cara dikeluarkan dari kelas? Tidak adakah cara lain?

Padahal siswa berisik belum tentu bermaksud mengganggu proses belajar loh, ada yang “lemot” jadi nanya ke temen karena kalau nanya ke guru akan dijelaskan dengan bahasa “tinggi” sehingga makin lemot… :p

Kenapa siswa yang disalahkan? Bisakah kita saling sadar diri dulu bahwa ada respon dan stimulus, jika ada siswa yang bandel apakah ada yang salah dari diri kita?

Kita akan mendapat perlakuan yang sama dengan apa yang kita lakukan kepada orang lain, seperti cermin…

Jika kita ingin dihargai maka hargailah orang lain…

Jika kita ingin siswa baik dan penurut cari tahu apa yang mereka butuhkan…

Mungkin apa yang saya tulis seperti menyalahkan pihak guru, oh well saya tidak menyalahkan hanya meminta semua pihak untuk saling berkaca dulu…

Saya mengerti jika guru ingin kelasnya kondusif untuk proses belajar tapi tolong mengerti tipe belajar siswa, tidak semuanya sama… Jadi gaya pengajarannya pun harus bisa disesuaikan…

Siswa dan guru sebaiknya bekerja sama dalam proses belajar, bukan memaksakan kehendak guru… kalau begitu hak siswa apa dong? Nerima aja? :(

Yak begitulah curhat saya, ada yang pernah merasakan apa yang saya rasakan? Atau ada guru yang pernah mengeluarkan muridnya? :D

hehe… mohon maaf untuk para guru disini, saya hanya bermaksud bercerita dan mengeluarkan unek-unek :D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 6 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 12 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 13 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 13 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: