Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rama Ahsana

A Tarot Reader | A Hypnotist | A Student

Dikeluarin dari Kelas

OPINI | 07 November 2012 | 02:07 Dibaca: 164   Komentar: 0   0

Apakah sahabat kompasiana disini ada yang pernah dikeluarin dari kelas? Pelajaran apa dan seberapa sering? hehe…

Sedikit curhat, akhirnya saya merasakan juga bagaimana rasanya dikeluarkan dari kelas oleh guru saya…

Saya ini orang yang tipe belajarnya kinestetik alias ga bisa diam atau hanya memperhatikan guru (tergantung gurunya sih, tapi tetap saja saya selalu bergerak ga bisa diem tok…) Tidak pernah ada masalah dengan guru lain jika saya ga bisa diem di kelas…

Suatu kali ada guru pengganti, dari awal saja saat perkenalan sudah membuat saya bosen sehingga saya memilih untuk “membuat kesibukan sendiri” dengan cara mengganggu teman, entah rambutnya saya acak-acak atau badannya saya pencet-pencet…

Nah guru ini melihat apa yang saya lakukan dan langsung saja mengeluarkan saya dari kelas…

Dengan kerennya (menurut saya pribadi :p ) saya keluar kelas tanpa merasa bersalah, bukan salah saya kok kalau saya dikeluarkan karena bagi saya pribadi, apa yang saya lakukan tidak sampai mengganggu jalannya proses belajar hanya mengganggu teman saya saja… Bukan salah gurunya juga mengeluarkan saya dari kelas karena itu hak beliau…

Jujur itu pengalaman pertama saya dikeluarkan dari kelas dan rasanya… keren!! haha…

Setelah keluar dari kelas saya duduk di kantin dan merenung… Proses apa saja yang terjadi bukan siapa yang salah dan siapa yang benar…

Ada respon maka ada stimulus…

Respon guru mengeluarkan saya karena beliau menganggap saya memberikan stimulus yang mengganggu jalannya proses belajar…

Boleh dong saya mengurai ada proses apa lagi…

Saya merespon dengan perilaku yang menurut beliau mengganggu karena stimulus beliau membosankan bagi saya…

See? Ada akibat ada sebab…

Sekali lagi bukan siapa yang salah dan siapa yang benar karena disini saya hanya mau menjelaskan tentang suatu proses…

Dari situ saya berpikir… Apa sih yang teman saya pikirkan, rasakan, saat dikeluarkan di kelas?
Saya merasakan bahwa saya sebenarnya ingin mengikuti proses belajar hanya saja bisa kah dibuat menarik?

Dan kenapa siswa yang berulah dikelas langsung diberikan punishment dengan cara dikeluarkan dari kelas? Tidak adakah cara lain?

Padahal siswa berisik belum tentu bermaksud mengganggu proses belajar loh, ada yang “lemot” jadi nanya ke temen karena kalau nanya ke guru akan dijelaskan dengan bahasa “tinggi” sehingga makin lemot… :p

Kenapa siswa yang disalahkan? Bisakah kita saling sadar diri dulu bahwa ada respon dan stimulus, jika ada siswa yang bandel apakah ada yang salah dari diri kita?

Kita akan mendapat perlakuan yang sama dengan apa yang kita lakukan kepada orang lain, seperti cermin…

Jika kita ingin dihargai maka hargailah orang lain…

Jika kita ingin siswa baik dan penurut cari tahu apa yang mereka butuhkan…

Mungkin apa yang saya tulis seperti menyalahkan pihak guru, oh well saya tidak menyalahkan hanya meminta semua pihak untuk saling berkaca dulu…

Saya mengerti jika guru ingin kelasnya kondusif untuk proses belajar tapi tolong mengerti tipe belajar siswa, tidak semuanya sama… Jadi gaya pengajarannya pun harus bisa disesuaikan…

Siswa dan guru sebaiknya bekerja sama dalam proses belajar, bukan memaksakan kehendak guru… kalau begitu hak siswa apa dong? Nerima aja? :(

Yak begitulah curhat saya, ada yang pernah merasakan apa yang saya rasakan? Atau ada guru yang pernah mengeluarkan muridnya? :D

hehe… mohon maaf untuk para guru disini, saya hanya bermaksud bercerita dan mengeluarkan unek-unek :D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produksi Murah Jualnya Mahalan …

Gaganawati | | 23 October 2014 | 16:43

Astaghfirulloh, Ada Kampung Gay di …

Cakshon | | 23 October 2014 | 17:48

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

”Inspirasi Pendidikan” dari Berau …

Rustan Ambo Asse | | 23 October 2014 | 18:22

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 6 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 11 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 12 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 13 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Catatan Yayat: Remote Control Traveller …

Kompasiana | 7 jam lalu

Jalan Sunyi, Akhirnya Kutempuh …

Usman D. Ganggang | 8 jam lalu

Belajar Ungkapan (Idiom) Amerika - Part 3 …

Masykur | 8 jam lalu

Terlalu Banyak Omong = Tidak Bermutu …

Rachmadia Athaya | 8 jam lalu

Menikmati Kemenangan Jokowi …

Lilik Agus Purwanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: