Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Iwan Permadi

a freelance tv creative

Mengapa Bahasa Inggris?

REP | 07 November 2012 | 02:50 Dibaca: 1558   Komentar: 18   5

Sangat sedih melihat adanya rencana meniadakan pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar(SD) dengan alasan banyak siswa SD berdasarkan pengamatan,  pengetahuan dan pemahaman akan bahasanya sendiri, Bahasa Indonesia, lebih minim dibandingkan bahasa asing (Inggris).  Entah ukuran apa yang digunakan ketika pengamat dapat menyimpulkan hal tersebut, namun tidaklah jauh antara realita yang ada dengan keseharian rakyat bangsa ini yang masih menganggap Bahasa Inggris itu Bahasa Dewa, kalau nggak pakai Bahasa Inggris nggak keren alias kurang derajatnya. Jadi kalau pakai kosa kata/istilah  Bahasa Inggris akan mengangkat tingkat sosial orang itu, padahal nggak juga. Seperti mitos sebelumnya anak-anak yang masuk IPA/Paspal lebih pintar dari yang masuk IPS/Sosial atau Bahasa, padahal semua itu sudah sesuai bakat, minat dan pemahamannya.

Bahasa Inggris  hanyalah alat bantu dalam menguasai ilmu-ilmu murni lainnya seperti Fisika, Kimia, Matematika dan Biologi karena banyak referensi dan literaturnya dalam bahasa Inggris. Namun yang terjadi di Indonesia, pelajaran pendukung ini malah jadi momok bagi siswa, artinya bagi mereka yang kebetulan tidak menyukai/tidak paham Bahasa Inggris kesulitan mereka jadi berganda selain ilmu murninya  juga alat bantunya. Ini jelas tidak fair dan secara tidak langsung mematikan kemampuan dari siswa yang cerdas pada ilmu murni tersebut. Artinya disini bukan salah Bahasa Inggrisnya tapi bagaimana cara mengajarkannya?

Tentang mata pelajaran yang dikurangi hanya menjadi enam saja  yaitu  Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika dan Seni Budaya serta olahraga dan kesehatan, saya setuju sebab harusnya materi pelajaran Sekolah Dasar harus lebih banyak yang masih kental ‘permainan” secara fisik tidak hanya kemampuan “otak” saja. Kembali ke pelajaran Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia harus ada kesepakatan bahwa  keduanya penting buat bangsa ini. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengetahuan dan Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu yang dalam tingkatannya lebih tinggi dari Bahasa Inggris.

Seharusnya Bahasa Inggris tetap diajarkan di sekolah dasar sebab ibarat mengukir diatas batu, usia emas itu ada di usia sekolah dasar, dimana daya ingat dan tingkat intelektualitas anak sedang sangat tinggi, dengan porsi yang sesuai dengan kapasitas anak dan diajarkan dengan cara menyenangkan sambil dikombinasikan dengan pelajaran Bahasa Indonesia.

Di kompetisi pekerjaan  masa depan tanpa pengetahuan Bahasa Inggris sulit kita bersaing dengan negara-negara lain, bahkan para TKI (tenaga kerja Indonesia) saat ini pun sulit bersaing dengan tenaga kerja dari Philipina, Bangladesh, Pakistan dan Srilanka dalam kemampuan berbahasa Inggris, selain karena Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua (second language) juga pemerintah mereka “mempersenjatai” tenaga kerjanya di luar negeri dengan dua hal saja selain keterampilan tehnis yaitu Bahasa Inggris dan Matematika.

Mudah-mudahan keputusan “talak 3″ dengan pelajaran Bahasa Inggris bisa dipertimbangkan kembali dalam mata pelajaran di sekolah dasar……

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

ISIS Tak Berani Menyentuh Perusahaan yang …

Andi Firmansyah | 11 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 12 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 12 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 15 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Buzz!!! Apa Sih Maumu? …

Lipul El Pupaka | 7 jam lalu

Bersikap Bijak Ketika Harga Elpiji Melonjak …

Sam Leinad | 8 jam lalu

Kicau Cendrawasih Tersisih …

Ando Ajo | 8 jam lalu

Melihat Perjuangan Rakyat Bali Mengusir …

Herdian Armandhani | 8 jam lalu

Belajar Open Mic Matematika …

Andi Setiyono | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: