Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Iwan Permadi

a freelance tv creative

Mengapa Bahasa Inggris?

REP | 07 November 2012 | 02:50 Dibaca: 1579   Komentar: 18   5

Sangat sedih melihat adanya rencana meniadakan pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar(SD) dengan alasan banyak siswa SD berdasarkan pengamatan,  pengetahuan dan pemahaman akan bahasanya sendiri, Bahasa Indonesia, lebih minim dibandingkan bahasa asing (Inggris).  Entah ukuran apa yang digunakan ketika pengamat dapat menyimpulkan hal tersebut, namun tidaklah jauh antara realita yang ada dengan keseharian rakyat bangsa ini yang masih menganggap Bahasa Inggris itu Bahasa Dewa, kalau nggak pakai Bahasa Inggris nggak keren alias kurang derajatnya. Jadi kalau pakai kosa kata/istilah  Bahasa Inggris akan mengangkat tingkat sosial orang itu, padahal nggak juga. Seperti mitos sebelumnya anak-anak yang masuk IPA/Paspal lebih pintar dari yang masuk IPS/Sosial atau Bahasa, padahal semua itu sudah sesuai bakat, minat dan pemahamannya.

Bahasa Inggris  hanyalah alat bantu dalam menguasai ilmu-ilmu murni lainnya seperti Fisika, Kimia, Matematika dan Biologi karena banyak referensi dan literaturnya dalam bahasa Inggris. Namun yang terjadi di Indonesia, pelajaran pendukung ini malah jadi momok bagi siswa, artinya bagi mereka yang kebetulan tidak menyukai/tidak paham Bahasa Inggris kesulitan mereka jadi berganda selain ilmu murninya  juga alat bantunya. Ini jelas tidak fair dan secara tidak langsung mematikan kemampuan dari siswa yang cerdas pada ilmu murni tersebut. Artinya disini bukan salah Bahasa Inggrisnya tapi bagaimana cara mengajarkannya?

Tentang mata pelajaran yang dikurangi hanya menjadi enam saja  yaitu  Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika dan Seni Budaya serta olahraga dan kesehatan, saya setuju sebab harusnya materi pelajaran Sekolah Dasar harus lebih banyak yang masih kental ‘permainan” secara fisik tidak hanya kemampuan “otak” saja. Kembali ke pelajaran Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia harus ada kesepakatan bahwa  keduanya penting buat bangsa ini. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengetahuan dan Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu yang dalam tingkatannya lebih tinggi dari Bahasa Inggris.

Seharusnya Bahasa Inggris tetap diajarkan di sekolah dasar sebab ibarat mengukir diatas batu, usia emas itu ada di usia sekolah dasar, dimana daya ingat dan tingkat intelektualitas anak sedang sangat tinggi, dengan porsi yang sesuai dengan kapasitas anak dan diajarkan dengan cara menyenangkan sambil dikombinasikan dengan pelajaran Bahasa Indonesia.

Di kompetisi pekerjaan  masa depan tanpa pengetahuan Bahasa Inggris sulit kita bersaing dengan negara-negara lain, bahkan para TKI (tenaga kerja Indonesia) saat ini pun sulit bersaing dengan tenaga kerja dari Philipina, Bangladesh, Pakistan dan Srilanka dalam kemampuan berbahasa Inggris, selain karena Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua (second language) juga pemerintah mereka “mempersenjatai” tenaga kerjanya di luar negeri dengan dua hal saja selain keterampilan tehnis yaitu Bahasa Inggris dan Matematika.

Mudah-mudahan keputusan “talak 3″ dengan pelajaran Bahasa Inggris bisa dipertimbangkan kembali dalam mata pelajaran di sekolah dasar……

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 9 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 10 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 10 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 10 jam lalu

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: