Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Su Lastri

Mahasiswi stain sorong angkatan 2010

Pohon Padi: Meskipun Kecil Tetapi Penuh Makna

OPINI | 08 November 2012 | 11:38 Dibaca: 465   Komentar: 0   0

13583017961216726015

Padi

Pohon Padi: Meskipun Kecil Tetapi Penuh Makna

Jadilah seperti pohon padi yang semakin tua semakin merunduk”. Itulah perumpamaan yang sering kita dengar sebagai motivasi. “Jadilah orang yang bisa dibutuhkan dan berguna bagi orang lain”. Hal ini bisa dikaitkan juga dengan hakikatnya orang mencari ilmu. Kita diwajibkan untuk selalu menuntut ilmu mulai dari buaian hingga liang lahat. Intinya kita mulai mencari ilmu dari masa kanak kanak hingga dewasa agar kelak dikemudian hari ilmu yang kita dapatkan bisa diamalkan kepada orang lain.

Padahal dalam proses pengolahannya membutuhkan kerja keras yang cukup ekstra, selain memakan biaya  yang cukup banyak, pengolahannya pun memerlukan tenaga manusia. Membutuhkan perawatan yang teratur, karena jika hal itu dilakukan dengan baik maka akan memperoleh hasil yang memuaskan. Dan sebaliknya jika tanaman tersebut tidak  dirawat maka akan banyak hama yang menyerang dan mengakibatkan gagal panen.

Kembali lagi kepada perumpamaan diatas bahwa pohon padi yang semakin tua akan semakin berisi. Kita hidup dan diciptakan agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Apa artinya jika dalam kehidupan sosial tidak ada interaksi antara masyarakat. Hidup rukun aman dan terkendali itulah yang sangat diharapkan untuk mewujudkan masyarakat yang bertoleransi.

Dalam Islam, diajarkan siapa saja yang mempunyai ilmu baik banyak ataupun sedikit wajib diamalakn kepada orang lain. Fungsinya agar ilmu tersebut menjadi amal yang pahanya akan tetap terus mengalir tidak terputus dan tentunya yang menjalankannya akan mendapatkan pahala pula.   Namun pada kenyataannya pada zaman seperti sekarang ini banyak orang yang tidak tahu akan hal itu, bahkan orang-orang masih ada yang acuh tak acuh terhadap ajaran agama mereka lebih mementingkan kehidupan dunia semata dibandingkan memikirkan akhirat.

Oleh sebab itu, sebagai umat muslim janganlah mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif yang dapat menjerumuskan ke hal-hal yang bersifat maksiat. Harus cerdas-cerdas memilih antara yang haq dan yang bathil. Karena kejujuran akan membawa kepada kebenaran, kebenaran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kepada

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 12 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 14 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 16 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: