Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Parahita Nareswari

ingin menjadi seorang yg bebeda dari biasanya orang...

PKM Sarana untuk Membentuk Pahlawan Modern Indonesia

REP | 09 November 2012 | 13:59 Dibaca: 110   Komentar: 0   0

Definisi pahlawan bukan hanya seseorang yang berjuang di medan perang untuk melawan penjajah tetapi juga dapat berarti seorang yang dapat memberikan jasa atau perubahan yang lebih baik terhadap Indonesia. Dahulu banyak mahasiswa/ kaum pelajar menjadi pahlawan melalui perang dan unjuk rasa demi terciptanya Indonesia yang lebih baik. Tetapi sekarang dengan melakukan dua hal tersebut tidak akan melakukan perubahan-perubahan karena kita sekarang dijajah bukan melalui perang tetapi melalui cara berfikir dan bersikap. Selain itu, dengan melakukan unjuk rasa kemungkinan didengarkan oleh para wakil kita sedikit karena sebagian para pengunjuk rasa yang berlatar pendidikan cukup tinggi seperti mahasiswa, hanya menggungkapkan ketidaksetujuan tanpa memberikan solusi yang berlandasan jelas.

Walaupun terjadi perubahan zaman mahasiswa tetap dituntut menjadi agen perubahan yang berarti juga pahlawan-pahlawan baru yang akan membawa Indonesia kepada tujuan dasar Indonesia. Tapi melihat kondisi sekarang ini sulit untuk mengatakan bahwa para mahasiswa dapat menjadi pahlawan Indonesia selanjutnya. Sekarang para mahasiswa hanya sebagian besar hanya berfokus untuk mendapatkan nilai akademik tinggi tanpa tahu apa yang dibutuhkan oleh bangsa, dan hanya bermalas-malasan melalui games serta jalan-jalan ke pusat hiburan ataupun belanja. Mahasiswa dapat menjadi pengerak perubahan atau pahlawan-pahlawan baru yang modern apabila memiliki kemandirian, dapat berfikir kreatif maupun kritis, tanggungjawab dan peka terhadap lingkungan sekitar serta mempunyai kemauan untuk bertindak untuk melakukan perubahan. Untuk menciptakan hal tersebut, maka banyak wadah yang telah disediakan. Salah satu wadah yang disediakan oleh DIRJEN DIKTI adalah PKM

PKM merupakan Pekan Kreatif Mahasiswa yang terbagi menjadi 7 jenis yaitu PKM-P (Penelitian), PKM-M (Pengabdian kepada Masyarakat), PKM-T (Penerapan Teknologi), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-AI (Artikel Ilmiah), PKM- KC (KarsaCipta), dan PKM-GT (Gagasan Tulis).

Di dalam PKM-GT, PKM-AI, PKM-T, dan PKM-M mempunyai tujuan yaitu menciptakan solusi atas persoalan yang dihadapi oleh mitra atau masyarakat. Disisni mahasiswa Diploma maupun S-1 harus dapat berfikir kritis tentang suatu pemasalahan yang terjadi di suatu masyarakat dan dapat memberikan solusi tertulis maupun solusi secara nyata dengan membuat produk atau pemberdayaan terhadap masyarakat sasaran.

Sedangkan didalam PKM-K mahasiswa dituntut untuk melihat peluang sekitar dan resiko yang akan muncul apabila menciptakan usaha baru. Tujuan dari PKM ini untuk memunculkan wirausaha baru yang dapat membuka lapangan kerja baru dan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Terdapat juga PKM-P yang bertujuan agar mahasiswa dapat memecahkan masalah melalui penelitian. Adapula PKM-KC yang bertujuan dari PKM ini untuk menghasilkan kresi-kresi yang baru walupun belum dibutuhkan oleh pihak lain.

Dengan mengikuti ajang Pekan Kreatif Mahasiswa diharapkan dapat membuka langkah awal untuk menciptakan pahlawan modern dan juga mendorong mahasiswa untuk menjadi seseorang yang tidak hanya meminta perubahan dengan berunjuk rasa tanpa melakukan tindakan perubahan tetapi menjadi mahasiswa yang melakukan perubahan dengan nyata melalui realisasi PKM.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 11 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 11 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Semangat Kondektur Kopaja Wanita dan Tukang …

Yos Asmat Saputra | 8 jam lalu

Melatih Berpikir Dengan Cara Bertanya …

Ramlan Effendi | 8 jam lalu

Mt. Rinjani, The Second Day …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Di Kabupaten Tasikmalaya;”Yang …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: