Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asyik Belajar Di Rumah

Pengumpul materi belajar anak-anak di rumah Yang diambil dari pengalaman sendiri atau banyak referensi yang selengkapnya

Rahasia Membuat Pesawat Mainan

REP | 18 November 2012 | 10:37 Dibaca: 20266   Komentar: 21   3

Kamis kemarin, saya mengantar anak untuk mengikuti pawai Muharram dengan TKnya. Seperti pepatah, ada gula ada semut…maka ada anak-anak akan diikuti oleh para pedagang mainan. Dan dari sekian banyak mainan yang ditawarkan, saya tertarik dengan pesawat mainan dari kayu balsa. Bentuknya kira-kira seperti ini.

Pesawat Glidder. Sumber www.hyperlight.co.uk

Pesawat Glider. Sumber www.hyperlight.co.uk

Cara mainnya pun sederhana, cukup pegang pesawat di badannya dan luncurkan ke arah depan lalu lepaskan. Pesawat pun lalu meluncur dengan tenangnya, lurus ke depan dan meluncur jauh sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Sesampainya di rumah, segeralah otak diputar untuk membuat mainan pesawat serupa. Berhubung tidak punya kayu balsa, maka saya gunakan saja bahan seadanya.

  • satu batang lidi
  • satu bungkus karton sisa wafer
  • lem
  • gunting

Percobaan 1

  1. buat pola sayap depan, sayap belakang dari karton bekas
  2. tempelkan dengan lem
  3. pesawat pun jadi
13532095462081093902

Pesawat sederhana

Dengan senangnya saya segera luncurkan pesawat tersebut dan apa yang terjadi?….bukannya bergerak lurus ke depan, pesawat saya malah berputar-putar tak tentu arah.

Apa yang terjadi?

Setelah mengubek-ubek internet, akhirnya saya temukan kesalahan saya…..yaitu posisi Titik Berat!!!

Secara teori, saat pesawat membelah udara, maka bagian pesawat yang paling berat akan jatuh terlebih dahulu. Pada kasus saya, titik berat pesawat ternyata ada di bagian belakang pesawat . Untuk melihat titik berat cukup mudah, tempelkan benang pada batang lidi di sayap dan lihat keseimbangannya (lihat di gambar).

1353209167553459006

Keseimbangannya berat di belakang

Akibat titik berat dibelakang, saat pesawat maju, bagian belakang pesawat malah bergerak turun  dan moncong pesawat bergerak ke atas.

Pada saat yang bersamaan, pesawat menghadapi angin dari arah depan sehingga mendorong moncong pesawat ke belakang dana akhirnya pesawat berputar-putar tidak karuan.

Untuk mengatasi masalah ini, maka jalan keluar termudah adalah memindahkan titik berat ke moncong pesawat.  Dari internet, saya dapat bocoran kalau posisi titik berat yang OK adalah terletak 1/4 bagian lebar sayap.

Untuk memindahkan titik berat saya gunakan lilin mainan yang saya tempelkan dihidung pesawat.

Percobaan 2

  1. Gunakan pesawat yang sama dari percobaan
  2. Tempelkan benang di 1/4 bagian depan sayap untuk melihat keseimbangan pesawat
  3. Tambahkan lilin sedikit demi sedikit di moncong pesawat hingga pesawat seimbang
1353211128682478339

Pesawat dalam proses penyeimbangan

Jika keseimbangan tercapai, lepas benang dari badan pesawat lalu luncurkan lagi. Hasilnya, pesawat meluncur lurus ke depan persis seperti pesawat mainan yang dijual kemarin :D

Selamat mencoba

Referensi: http://www.4p8.com/eric.brasseur/glider_physics.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 8 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar dari Sebatang Pensil …

Abukhalid Andayonk | 8 jam lalu

Separo Hatimu Milikku …

Wahyu Saptorini Ber... | 8 jam lalu

Ketika Daycare Menjadi Sebuah Pilihan …

Ulihape | 8 jam lalu

Academy Award dan Pelantikan Anggota DPR …

Rafa Mufida | 8 jam lalu

Strees, Menyebabkan Atau Disebabkan? …

Ahmad Fiqhi Fadli | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: