Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asyik Belajar Di Rumah

Pengumpul materi belajar anak-anak di rumah Yang diambil dari pengalaman sendiri atau banyak referensi yang selengkapnya

Rahasia Membuat Pesawat Mainan

REP | 18 November 2012 | 10:37 Dibaca: 21653   Komentar: 21   3

Kamis kemarin, saya mengantar anak untuk mengikuti pawai Muharram dengan TKnya. Seperti pepatah, ada gula ada semut…maka ada anak-anak akan diikuti oleh para pedagang mainan. Dan dari sekian banyak mainan yang ditawarkan, saya tertarik dengan pesawat mainan dari kayu balsa. Bentuknya kira-kira seperti ini.

Pesawat Glidder. Sumber www.hyperlight.co.uk

Pesawat Glider. Sumber www.hyperlight.co.uk

Cara mainnya pun sederhana, cukup pegang pesawat di badannya dan luncurkan ke arah depan lalu lepaskan. Pesawat pun lalu meluncur dengan tenangnya, lurus ke depan dan meluncur jauh sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Sesampainya di rumah, segeralah otak diputar untuk membuat mainan pesawat serupa. Berhubung tidak punya kayu balsa, maka saya gunakan saja bahan seadanya.

  • satu batang lidi
  • satu bungkus karton sisa wafer
  • lem
  • gunting

Percobaan 1

  1. buat pola sayap depan, sayap belakang dari karton bekas
  2. tempelkan dengan lem
  3. pesawat pun jadi
13532095462081093902

Pesawat sederhana

Dengan senangnya saya segera luncurkan pesawat tersebut dan apa yang terjadi?….bukannya bergerak lurus ke depan, pesawat saya malah berputar-putar tak tentu arah.

Apa yang terjadi?

Setelah mengubek-ubek internet, akhirnya saya temukan kesalahan saya…..yaitu posisi Titik Berat!!!

Secara teori, saat pesawat membelah udara, maka bagian pesawat yang paling berat akan jatuh terlebih dahulu. Pada kasus saya, titik berat pesawat ternyata ada di bagian belakang pesawat . Untuk melihat titik berat cukup mudah, tempelkan benang pada batang lidi di sayap dan lihat keseimbangannya (lihat di gambar).

1353209167553459006

Keseimbangannya berat di belakang

Akibat titik berat dibelakang, saat pesawat maju, bagian belakang pesawat malah bergerak turun  dan moncong pesawat bergerak ke atas.

Pada saat yang bersamaan, pesawat menghadapi angin dari arah depan sehingga mendorong moncong pesawat ke belakang dana akhirnya pesawat berputar-putar tidak karuan.

Untuk mengatasi masalah ini, maka jalan keluar termudah adalah memindahkan titik berat ke moncong pesawat.  Dari internet, saya dapat bocoran kalau posisi titik berat yang OK adalah terletak 1/4 bagian lebar sayap.

Untuk memindahkan titik berat saya gunakan lilin mainan yang saya tempelkan dihidung pesawat.

Percobaan 2

  1. Gunakan pesawat yang sama dari percobaan
  2. Tempelkan benang di 1/4 bagian depan sayap untuk melihat keseimbangan pesawat
  3. Tambahkan lilin sedikit demi sedikit di moncong pesawat hingga pesawat seimbang
1353211128682478339

Pesawat dalam proses penyeimbangan

Jika keseimbangan tercapai, lepas benang dari badan pesawat lalu luncurkan lagi. Hasilnya, pesawat meluncur lurus ke depan persis seperti pesawat mainan yang dijual kemarin :D

Selamat mencoba

Referensi: http://www.4p8.com/eric.brasseur/glider_physics.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Jebakan Betmen di Musium Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 13 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 13 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 14 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: