Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Asyik Belajar Di Rumah

Pengumpul materi belajar anak-anak di rumah Yang diambil dari pengalaman sendiri atau banyak referensi yang selengkapnya

Rahasia Membuat Pesawat Mainan

REP | 18 November 2012 | 10:37 Dibaca: 20147   Komentar: 21   3

Kamis kemarin, saya mengantar anak untuk mengikuti pawai Muharram dengan TKnya. Seperti pepatah, ada gula ada semut…maka ada anak-anak akan diikuti oleh para pedagang mainan. Dan dari sekian banyak mainan yang ditawarkan, saya tertarik dengan pesawat mainan dari kayu balsa. Bentuknya kira-kira seperti ini.

Pesawat Glidder. Sumber www.hyperlight.co.uk

Pesawat Glider. Sumber www.hyperlight.co.uk

Cara mainnya pun sederhana, cukup pegang pesawat di badannya dan luncurkan ke arah depan lalu lepaskan. Pesawat pun lalu meluncur dengan tenangnya, lurus ke depan dan meluncur jauh sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Sesampainya di rumah, segeralah otak diputar untuk membuat mainan pesawat serupa. Berhubung tidak punya kayu balsa, maka saya gunakan saja bahan seadanya.

  • satu batang lidi
  • satu bungkus karton sisa wafer
  • lem
  • gunting

Percobaan 1

  1. buat pola sayap depan, sayap belakang dari karton bekas
  2. tempelkan dengan lem
  3. pesawat pun jadi
13532095462081093902

Pesawat sederhana

Dengan senangnya saya segera luncurkan pesawat tersebut dan apa yang terjadi?….bukannya bergerak lurus ke depan, pesawat saya malah berputar-putar tak tentu arah.

Apa yang terjadi?

Setelah mengubek-ubek internet, akhirnya saya temukan kesalahan saya…..yaitu posisi Titik Berat!!!

Secara teori, saat pesawat membelah udara, maka bagian pesawat yang paling berat akan jatuh terlebih dahulu. Pada kasus saya, titik berat pesawat ternyata ada di bagian belakang pesawat . Untuk melihat titik berat cukup mudah, tempelkan benang pada batang lidi di sayap dan lihat keseimbangannya (lihat di gambar).

1353209167553459006

Keseimbangannya berat di belakang

Akibat titik berat dibelakang, saat pesawat maju, bagian belakang pesawat malah bergerak turun  dan moncong pesawat bergerak ke atas.

Pada saat yang bersamaan, pesawat menghadapi angin dari arah depan sehingga mendorong moncong pesawat ke belakang dana akhirnya pesawat berputar-putar tidak karuan.

Untuk mengatasi masalah ini, maka jalan keluar termudah adalah memindahkan titik berat ke moncong pesawat.  Dari internet, saya dapat bocoran kalau posisi titik berat yang OK adalah terletak 1/4 bagian lebar sayap.

Untuk memindahkan titik berat saya gunakan lilin mainan yang saya tempelkan dihidung pesawat.

Percobaan 2

  1. Gunakan pesawat yang sama dari percobaan
  2. Tempelkan benang di 1/4 bagian depan sayap untuk melihat keseimbangan pesawat
  3. Tambahkan lilin sedikit demi sedikit di moncong pesawat hingga pesawat seimbang
1353211128682478339

Pesawat dalam proses penyeimbangan

Jika keseimbangan tercapai, lepas benang dari badan pesawat lalu luncurkan lagi. Hasilnya, pesawat meluncur lurus ke depan persis seperti pesawat mainan yang dijual kemarin :D

Selamat mencoba

Referensi: http://www.4p8.com/eric.brasseur/glider_physics.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 7 jam lalu

Konstitusionalitas Pemilukada: Paradoks …

Armansyah Arman | 7 jam lalu

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | 7 jam lalu

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: