Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sahabat Potret

Membangun budaya menulis di kalangan perempuan dari Aceh untuk Indonesia. Sahabat POTRET adalah komunitas penulis selengkapnya

Remaja Yang Sadar Lingkungan

OPINI | 19 November 2012 | 14:14 Dibaca: 155   Komentar: 0   0

Oleh : Vianti Cintya Putri

Sahabat POTRET, Siswi Kelas XI-IA-2 SMA Negeri 3 Banda Aceh

Jika kita berfikir tentang lingkungan, mungkin akan muncul bayangan sebuah bagian alam yang sangat akrab dengan diri kita.. Lingkungan kita ini meliputi benda-benda di sekitar kita, teman-teman kita, orang tua kita dan masyarakat serta lainnya. Kita juga sering membayangkan bagiaman hal itu terjadi dan sebagainya.

Nah, apabila kita berfikir tentang bagaimana semua ini dapat terjadi, kita selayaknya berusaha mencari jawabannya. Untuk mencari jawaban itu, kita tidak perlu bersusah payah. Karena jawabannya adalah itu semua terjadi dari alam, Alam yang baik akan menghasilkan diri dan jiwa yang baik, alam yang baikpun akan menghasilkan lingkungan social yang baik pula. Begitlah suara alam yang harus kita fahami. Sayangnya, suara-suara alam beserta gejalan alam yang berubah dan mendatangkan musibah, tidak mengubah pikiran dan tindakan kita terhadap alam menjadi lebih baik.

Sekarang sudah banyak kita lihat kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab, mulai dari hal kecil, membuang sampah dan punting rokok di sembarangan tempat, hingga pembabatan hutan secara besar-besaran dan pembuangan limbah beracun yang berbahaya bagi masyarakat sekitarnya.

Padahal, kita tahu bahwa tahu akibatnya. Namun kita sering mengabaikannya. Sekiranya kita sadar akan betapa besarnya pengaruh perbuatan yang kita lakukan itu akan berdampak sangat buruk pada kita dan anak cucu kita, niscaya kita akan berusaha untuk menghindari perbuatan buruk kita tersebut. Namun sekali lagi, pada kenyataan sebenarnya, meski banyak orang telah menyadari dampak perbuatan mereka itu, mereka tetap saja melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka tetap saja membabat hutan hingga gundul di daerah penggunungan, sehingga para penduduk di sekitar terkena imbasan erosi. Mereka tetap saja membuang sampah sembarangan di sungai-sungai, sehingga penduduk yang tinggal di sekitar hilir terkena banjir dan penyakit. Mereka pun tetap saja menggunakan kulkas dan AC yang menggunakan , sehingga suhu bumi menjadi naik dan berimbas pada seluruh masyarakat. Betapa kita peduli akan lingkungan hidup kita. Padahal, kesadaran menjaga lingkungan harus dimuali sejak dini, sejak di dalam keluarga.

Bagi kaum remaja pun, sebagai generasi muda dapat mulai mencegah dan berupaya semampu kita untuk mencintai lingkungan alam. Alam kita, hutan yang hijau, udara yang bersih dan kekayaan melimpah merupakan sesuatu yang patut kita syukuri. Hutan telah memberikan begitu banyak jasa kepada kita, seperti sebagai tempat menyimpan air saat kemarau sehingga masih memiliki cukup persediaan air. Hutan telah memberikan kita udara yang bersih. Hutan telah memberikan kita sumber daya alam tang tak habis-habisnya dan hutan melindungi kita dari bahaya tanah longsor serta banjir yang senantiasa mengancam keselamatan diri kita dan keluarga kita.

Sebagai pelajar, remaja seperti kita seharusnya dapat melindungi lingkungan dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan penghijauan di lingkungan sekitar kita, seperti rumah dan sekolah, hingga menjadi aktivis dalam membersihkan sungai serta lingkungan yang kotor. Karena, kita sebagai generasi muda mempunyai potensi dan inovasi yang lebih dari orang dewasa sekalipun. Kita sebagai generasi muda memiliki ide-ide brilian yang memungkinkan untuk melakukan banyak hal bagi lingkungan. Kita sebagai generasi muda dapat bersatu dan membentuk diri dan orang lain agar menumbuhkan kesadaran agar berlingkungan yang baik. Kita dapat memulainya dengan meberikan nasihat kepada teman-teman kita, adik-adik kita di rumah ataupun masyarakat sekitar. Kita sebagai generasi muda yang berpotensipun dapat memikirkan ide agar bagaimana caranya sampah-sampah bekas plastik atau botol dapat kita ubah menjadi benda-benda yang bermutu dan penuh karya seni. Sampah-sampah yang telah kita daur ulang tersebut dapat menghasilkan pundi-pundi uang bagi kita dan tentunya dapat pula mengurangi sampah-sampah yang menumpuk di lingkungan kita. Kita dapat mencegah menggunakan AC, Kulkas dan parfum yang menggunakan CFC. Kita dapat mencegah menggunakan kenderaan bermotor yang mengandung timbal. Kitapun dapat mengurangi penggunaan peralatan elektronik yang banyak menggunakan listrik seperti televisi, radio, lampu, mesin cuci dan sebagainya.

Pada skala besar, kita dapat menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan dan kita dapat mebuat iklan yang membangun kesadaran terhadap lingkungan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 5 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 8 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Hendra Cahyadi | 9 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 9 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: