Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kang Didno

Guru dari Indramayu yang suka ngeblog, jejaring sosial, kopi darat blogger, jalan-jalan, wisata kuliner, senang selengkapnya

Selamat Ulang Tahun PGRI ke-67

REP | 25 November 2012 | 12:42 Dibaca: 1425   Komentar: 0   0

1353821787629519228

(logo PGRI diambil dari kumpulanlogo.blogspot.com)

Hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun yang ke-67 Persatuan Guru Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan PGRI.  PGRI merupakan wadah berkumpul dan penyampaian aspirasi guru-guru seluruh Indonesia. Selama ini PGRI sudah berhasil memenuhi keinginan sebagian guru-guru di Indonesia yakni memiliki penghasilan yang layak dengan digulirkannya program sertifikasi guru. Selain itu PGRI berhasil memenuhi keinginannya dengan meminta anggaran pendidikan sebesar 20 %.

Keberhasilan-keberhasilan itu hanya sebagian dari permasalahan yang sudah terselesaikan, tetapi masih banyak permasalahan yang ada dalam organisasi ini. Salah satunya adalah penetapan gaji yang wajar untuk seluruh guru, baik itu guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), honorer di sekolah negeri, ataupun honorer di sekolah swasta.

Bila selama ini penghasilan guru antara guru PNS dengan guru honorer sangat jauh berbeda. Apalagi guru PNS yang sudah sertifikasi, gajinya mungkin 6 - 10 kali gaji guru honorer. Bahkan di beberapa daerah guru honorer hanya dibayar Rp.150.000,-/bulan, itupun harus menunggu BOS (Bantuan Operasional Sekolah) cair.

Selama ini belum ada organisasi guru yang memperjuangkan gaji minimum untuk guru, baik guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau guru honorer. Guru tidak seperti pekerja yang terus-terusan demo untuk meminta kenaikan gaji, tetapi mereka hanya menginginkan gaji yang layak untuk mereka hidup sehari-hari, bisa membiayai anak dan istrinya.

Para guru honorer sebenarnya berharap kepada kepala sekolah atau pemerintah setempat untuk membuat draft gaji guru seperti gaji pekerja swasta dengan penerapan Upah Minimum Regional (UMR). Agar mereka sekeluarga bisa hidup layak, karena jika gaji mereka hanya Rp.150.000,-/bulan, hanya untuk transport saja sudah habis.

Padahal antara guru PNS dengan guru honorer tidak ada perbedaan dalam hal jam kerja, disiplin dan  tanggungjawab. Bahkan guru honorer lebih raji bila dibandingkan dengan guru PNS, Ini terjadi karena mereka masih semangat dan takut dipecat oleh kepala sekolah, sedangkan guru PNS bebas, datang terlambat, sering tidak masuk, dan melanggar aturan yang sudah ditetapkan tidak masalah.

Nah di hari ulang tahunnya yang ke-67. Saya berharap PGRI bisa memperjuangkan hak-hak guru honorer untuk bisa hidup layak di bumi pertiwi ini. Karena selama ini tugas dan tanggungjawab guru sama. Mencerdaskan anak bangsa dan mendidik mereka menjadi orang yang berkepribadian luhur dan berkarakter. Selamat Ulang Tahun PGRI ke-67 semoga tetap jaya dan selalu memperjuangkan aspirasi anggotanya.

Tags: edukasi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haru Jokowi-JK di Kapal Phinisi …

Yusran Darmawan | | 25 July 2014 | 10:00

Menggigil di Rio, Sauna di Dubai …

Iskandarjet | | 25 July 2014 | 13:20

US Dollar Bukan Sekedar Mata Uang …

Arif Rifano | | 25 July 2014 | 11:21

9 Tips Meninggalkan Rumah Saat Mudik …

Dzulfikar | | 24 July 2014 | 22:48

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: