Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rachmat Kamil

Pengawas SMP Kab. BAndung BArat

Tanggapan untuk Kurikulum 2013

OPINI | 30 November 2012 | 08:27 Dibaca: 1433   Komentar: 4   1

Sejak saya jadi guru sering memberikan penataran ttg pelaksanaan kurikulum Berbasis Kompetensi, dimana penenkanannya pada paradigm baru dan pelaksanaan di dalam kelas. Ketika KBK diluncurkan denga pertimbangan kurikulum paradigma kurikulum sebelumnya berpusat pada guru tidak pada siswa , siswa kurang dipancing untuk kreatif , konten materi bukan kompetensi dan pengajaran guru yg kurang variatif dan seterusnya, lalu kurikuklum selanjutnya menyempurnakan Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan paradigma yg masih sama ( dengan KBK). Artinya sejak KBK diluncurkan sampai sekarang paradigma sudah berubah lebih kontekstual, sasaran pada kompetensi, bermuatan local, berpusat pada siswa, tematik dan seterusnya.
Jadi saya memandang kurang tepat jika alasan peluncuran kurikulum 2013 seperti saat peluncuran KBK sampai kurikulum sekarang. Karena paradigma kurikulum sekarang ini tidak lagi seperti kkurikulum sebelum KBK, jadi seakan akan kurikulm sejak KBK sampai 2012 itu tidak berbasis komptensi, tidak tematik, tidak berpusat pada siswa dll padahal kan memang sudah berubah. Lalu dengan demikian apalagi alasan perubahan kurikulum 2013?
Sebenarnya kendala yang terjadi adalah didalam kelas, dimana tidak semua guru mahir mengajar yg memotivasi dan merangsang siswa  untuk kreatif. Buku – buku yg diterbitkan pemerintahpun kurang memamncing guru pada pengajaran yg kreatif ditambah ancaman kelulusan berdasar nilai UN. Sehingga akhirnya konten materi lagi dan mengejar kognisi.
Saya melihat bahwa bahwa filosofi, paradigama kurikulum 2013 persis dengan KBK dan kurikulum sampai saat ini, bedanya ada penambahan jam pelajaran sehingga pengajaran kreatif yang biasanya memakan banyak waktu jadi mempunyai waktu yg leluasa. Jadi kurikulum 2013 hanyalah penyempurnaan dan sedikit editing dari kurikulum sekarang. Dan menekankan pada pembelajaran di dalam kelas.
Cobalah lihat admistrasi guru sudah berubah, sudah menjadi pengajaran yg berpusat pada siswa, kontekstual, kreatif dll sudah sesuai dengan paradigma kurikulum 2013.
Kendala yg dihadapi akan sama saja dengan kurikulum sekarang yaitu:
1.    Buku – buku yang memberikan contoh tematik, kontrekstual dan kreatif masih kurang.
2.    Guru- guru tidak memahami pelaksanaan dilapangan
3.    Tututan orang tua yg selalu pada konten materi, sehingga banyak TK dan SD memaksakan diri pada konten materi pelajaran
4.    Siswa diberi beban kelulusan UN, mau tidak mau penekanan di kelas pada kognisi lagi karena akhlak dan psikomotor tidak bias diandalkan untuk kelulusan
5.    Akhirnya perubahan kurilum 2013 berakhir pada perubahan administrasi guru saja, hanya merubah jam, menambahkan  pendidikan karakter Cuma ditulis saja. Menambah kolom nilai. Sebab konten materi kurikkulum 2013 sama saja dengan kurikulum sekarang hanya lebih disempurnakan.
Saya heran pada alasan paradigma mengapa perlu kurikulum 2013 diluncurkan, Pembuatnya seperti tidak memahami kurikulum yg saat ini sedang berjalan terutama untuk SMP.  Adapun perubahan – perubahan 2013 cukup revolusioner untuk SD terutama dan saya sangat setuju tinggal pelaksanaan dilapangan dan buku2 yg mampu menafsirkan kurikulum 2013. Sekian selamat untuk mereka yg sudah bekerja keras dalam penyususnan kurikulum 2013 ini semoga suskses

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 8 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 10 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 12 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 12 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Oh…Tidak, Gas Pertamina Non-Subsidi …

Ronald Haloho | 10 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 10 jam lalu

Gol Pinalti Gerrard di Injury Time Bawa …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Mengapa Nama Tegar …

Much. Khoiri | 10 jam lalu

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: