Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Arviantoni Sadri

saya adalah sarjana dari Universitas Negeri Jakarta dan magister dari Universitas Indonesia dan calon kandidat selengkapnya

Mengajar dengan Gaya Stand Up Comedy

OPINI | 03 December 2012 | 16:36 Dibaca: 559   Komentar: 3   3

beberapa tahun belakangan stand up comedy mulai populer ditengah masyarakat khususnya bagi kalangan muda, setelah sebuah stasiun televisi swasta secara rutin menayangkan progran stand up comedy bahkan hampir setiap hari.  stand up comedy adalah lawakan tunggal atau komedi tunggal yang biasa di bawakan secara live di depan audiens secara berdiri di depan mic makanya di sebut dengan stand up dan pelawaknya biasa di sebut comic.

Isi lawakan biasanya lebih berbobot dan banyak mengandung kritikan sosial, walau kadang jika comic kehabisan materi keluar juga materi lawakan yang menjurus porno.

Dalam dunia pendidikan, sudah banyak model pendidikan yang dikenal oleh para pendidik. berbagai macam model tersebut di lakukan dalam rangka menghadirkan suatu proses pembelajaran yang menyenangkan. model yang umum adalah dengan bernyanyi, bermain game, bermain peran, belajar di luar kelas dan lain sebagainya.

tidak ada salahnya menghadirkan model pembelajaran dengan gaya stand up comedy yang mungkin selama ini masih jarang guru yang menerapkannya di kelas, karena melawak dengan stand up membutuhkan keahlian khusus yang harus dilatih. Implementasi  model pembelajaran dengan gaya stand up comedy dapat memperkaya varian model pembelajaran yang selama ini telah umum dilakukan di kalangan pendidik.

Seorang guru harus mempersiapkan materi pembelajaran dan meteri pembelajaran tersebut disisipkan kedalam materi lawakan dalam stand up comedy. memang sulit menggabungkan materi pelajaran dengan materi lawakan. melawak saja sudah sulit apalagi jika menggabungkannya dengan materi pembelajaran. di posisi inilah kreatifitas guru diperlukan. jika sering dicoba dan dilatih tentu lama kelamaan akan semakin mudah dilakukan. sebagai awalan dapat dicoba dengan menhadirkan stand up comedy sebagai ice breaking di kelas. setelah dirasa terbiasa dan anak-anak mulai menyukai dan mengakui kemampuan kita sebagai comic di kelas  maka mulailah meramu materi komedi dengan materi pembelajaran.

perlu diingat, bahwa fokus utama kita sebagai pendidik adalah pada ketercapaian kompetensi pembelajaran. jadi tetap perlu diperhatikan tingkat proporsionalitas dalam pembelajaran di kelas, jangan sampai muatan komedi lebih mendominasi dibandingkan dengan materi pembelajaran yang harus didapatkan oleh siswa. prinsipnya adalah menjadikan tontonan sebagai tuntunan bukan tuntunan sebagai tontonan.

kesimpulannya adalah kreativitas guru harus terus diasah dan dioptimalkan dalam memberikan pembelajaran dikelas. Dengan kreativitas akan hadir model - model pembelajaran yang unik dan berbeda. Dengan kreatifitas yang baik maka seorang guru akan selalu menghadirkan “WOW” dikelasnya. dan saya berani memastikan jika guru selalu hadir “WOW” dikelasnya maka siswanya akan sering terinspirasi dan akan terus mengingat pengalamannya di kelas masuk ke memori jangka panjangnya dan bertahan hingga mereka dewasa. arsad

Jakarta, 3 Desember 2012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 6 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 10 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 10 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Andrias Bukaleng Le... | 10 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 10 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: