Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nara

Pendiam dan lebih suka berkomunikasi lewat tulisan. Instruktur di PPPPTK bidang otomotif dan elektronika Malang

Kurikulum 2013, Antara Idealita dan Realita

OPINI | 04 December 2012 | 09:35 Dibaca: 1479   Komentar: 0   2

Rancangan kurikulum 2013 telah memasuki tahapan ketiga, yaitu uji publik. Pengembangan kurikulum 2013 sendiri dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu :

  1. Penyusunan kurikulum dilingkungan internal kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan.
  2. Pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 Nopember 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada tanggal 22 Nopember 2012.
  3. Pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.
  4. Penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013

Dalam tahap uji publik, masyarakat dapat mencermati dan memberikan masukan terhadap rancangan kurikulum 2013 dengan mengakses ke http://www.kurikulum2013.kemendikbud.go.id hingga tanggal 24 Desember.

Terdapat beberapa perubahan/perbaikan dalam draft rancangan kurikulum 2013, diantaranya :

  1. Terdapat pengurangan jumlah mata pelajaran. Untuk tingkat SD dari 10 menjadi 6, tingkat SMP dari 12 menjadi 10. Di tingkat SMA dan SMK pun ada pengurangan terhadap mata pelajaran yang wajib diikuti oleh siswa. Bagus juga ada pengurangan jumlah mata pelajaran, beban siswa tidak lagi terlalu banyak. Namun hal ini menimbulkan masalah baru lagi, guru mata pelajaran yang dihilangkan itu mau dikemanakan? Sekarang saja, dengan adanya sertifikasi, masih banyak guru yang kekurangan jam mengajar. Nah, kalau kurikulum ini benar-benar akan diterapkan di tahun ajaran 2013/2014 bagaimana dengan guru-guru yang mata pelajarannya dihilangkan?
  2. Karena perubahan pendekatan pembelajaran, terjadi penambahan jam pelajaran di sekolah. Untuk tingkat SD bertambah 4 jam/minggu, SMP bertambah 6 jam/minggu dan SMA bertambah 2 jam/minggu. Artinya anak akan lebih lama lagi berada disekolah. Untuk sekolah yang masuk pagi semua, tidak masalah. Bagaimana dengan sekolah yang menerapkan 2 shift, ada yang masuk pagi dan siang? Tentunya perlu pengaturan waktu lagi dalam penjadwalan di sekolah.
  3. Untuk level SMK, diusulkan UN akan dilaksanakan di kelas XI, sehingga di kelas XII siswa dapat fokus pada mata pelajaran yang mengarah pada bidang keahlian yang dipilihnya.
  4. Tolok ukur keberhasilan pendidikan bukan hanya pada hasil tes, tapi pada proses selama pembelajaran dikelas. Hal ini sangat bagus, penilaian berdasarkan portofolio yang dibuat siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Ini tentunya menambah pekerjaan guru, guru harus dapat mencermati dan memperhatikan setiap siswanya dengan baik. Apakah guru punya waktu yang cukup untuk memperhatikan setiap anak didiknya?

Tema dari kurikulum 2013 sendiri adalah menghasilkan insan indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, ketrampilan dan pengetahuan. Siswa diharapkan bukan lagi sekedar menjadi pendengar, diberi tahu. Siswa harus mencari tahu, harus mempertanyakan. Sikap/karakter menjadi pondasi dasar yang harus diperkuat sebelum siswa mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan

Jika kurikulum 2013 ini nanti akhirnya akan benar-benar diterapkan, menurut saya sangat bagus. Namun banyak yang mempertanyakan, siapkah para pelaksana di lapangan, dalam hal ini guru?

Semoga pemerintah bijak menanggapi masukan dari masyarakat, semoga masyarakat bijak dalam memberikan masukan terhadap draft kurikulum 2013.  Mari kita manfaatkan momen uji publik ini untuk ikut berpartisipasi demi perbaikan pendidikan di Indonesia

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 6 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 6 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 10 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Stress,,Siapa Takut??? …

Ummu Zahrotun Nadzi... | 7 jam lalu

Luar Biasa, Budaya Minahasa Sukses Pentas di …

Veldy Umbas | 7 jam lalu

Empat Sinyal Bahaya kubu KMP …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | 8 jam lalu

Jas Bekas Adian Napitupulu …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: