Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ismail Marzuki

Masih ku ingat saat bunda memegangkan pensil di tangan kecilku. Saat kata dari namaku dieja, dan selengkapnya

Peran Guru Dalam Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seks Anak

REP | 05 December 2012 | 13:03    Dibaca: 198   Komentar: 0   0

1354687386877340165

Peranan besar guru dalam proses tumbuh kembang anak sangatlah diperlukan. Keberadaannya sebagai panutan dan sering sekali menjadi motivator menjadikan guru elemen yang sangat penting pada prilaku peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Setidaknya selain proses akademik yang diberikan kepada siswa, guru juga harus memahami pola prilaku dan bisa memberikan solusi atas prilaku menyimpang terhadap siswa.

Dengan pertimbangan tersebutlah, maka Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non formal dan Informal (PAUDNI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan bekerjasama melakukan Training Of Trainer (TOT) Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Eksploitasi Seksual Anak (ESA) di Kantor Dinas Pendidikan Kota Medan (3-4/12).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari kepala sekolah maupun guru pembimbing di sekolah-sekolah kota Medan. Metode pelatihan yang menerapkan berbagai cara akan meningkatkan pemahaman para peserta tentang bahaya TPPO dan ESA serta dapat mendetiksi sejak dini terhadap para siswa yang rentan menjadi korban. Selain itu kegiatan ini juga mempromosikan kesetaraan dan membangun kapasitas yang dimiliki siswa guna membentengi diri terhadap bahaya TPPO dan ESA.

“Ada beberapa faktor utama, mengapa anak atau siswa terjebak dalam TPPO maupun ESA yaitu diantaranya faktor ekonomi, pernikahan dini yang bercerai, dan juga terjebak di cybersex” Ungkap Misran Lubis saat menjadi narasumber. Direktur PKPA itu juga menjelaskan bahwa jaringan pelaku perdangan orang dan seks anak sudah masuk diberbagai elemen masyarakat, bahkan sekolah, juga pada jejaring sosial yang sekarang sangat gencar mencari korban dengan berbagai modus.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Duh, Harga Ijazah Palsu Capai 45 Juta! …

Muhammad Armand | | 27 May 2015 | 10:02

Menelusuri Pesona Elegan Hutan Mangrove di …

Rakhmad Fadli | | 27 May 2015 | 11:18

Sekali Lagi tentang Beras Plastik …

Shalahuddin Ahmad | | 26 May 2015 | 22:21

Repotnya Mahasiswa Sekarang …

Hafiz Fatah | | 27 May 2015 | 02:52

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04


TRENDING ARTICLES

Apa Maunya KDI 2015? …

Hanisha Nugraha | 5 jam lalu

Ada Apa antara JK dengan La Nyala Matalitti? …

Abd. Ghofar Al Amin | 7 jam lalu

Mengapa Seorang Gunawan dari Pelosok Medan …

Gunawan | 10 jam lalu

KPK Kalah Praperadilan, Hadi Poernomo Jangan …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Tim Transisi Masih Aktif Bekerja, Kemenpora …

Himam Miladi | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: