Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Masterpendidikan

tentang berbagai informasi, pendidikan, resensi, penelitian, beasiswa, bisnis, buku, produk, artikel, thesis

John Locke (1632-1704)

REP | 08 December 2012 | 08:27 Dibaca: 868   Komentar: 0   0

13549299661450506774

John Locke

Riwayat Hidup

Locke dilahirkan di Wrington, dekat Bristol-Inggris. Meskipun ahli filsafat dan pendidik Inggris ini hidup pada abad ke-17, tetapi ajaran dan cita-cita seluruhnya termasuk ke dalam alam cita-cita abad ke-18. Locke seorang tabib, ia telah mempelajari ilmu ketabiban dan teologi di Universitas Oxford. Beberapa tahun lamanya ia pernah bekerja sebagai seorang gubernur (gubernur di sini berarti: seorang pendidik atau pengajar yang memberikan pendidikan kepada anak didik dan tinggal bersama-sama di rumah si terdidik).

Locke pernah beberapa tahun tinggal di Perancis, karena kesehatannya terganggu, ia pernah juga menetap di Nederland dan menjadi penasehat Williem III.

Locke sebagai seorang ahli filsafat dan ilmu jiwa

Dari karangannya berjudul Essay Concerning Human Understanding (=uraian tentang pengertian dan akal manusia) dapat kita ketahui bahwa:

1. Locke adalah seorang empiris. Menurut dia, pengalaman (empiris) ialah sumber pengetahuan kita. Di lapangan hidup—kejiwaan ia menghendaki: pengamatan gejala-gejala jiwa. Karena itulah, ia dianggap sebagai salah seorang pelopor ilmu jiwa empiris (=ilmu jiwa yang berdasarkan pengalaman).

2. Menurut Locke, jiwa itu waktu dilahirkan kosong dan pasif. Disamakannya dengan ”tabula rasa” (=meja daripada lilin) atau dengan sehelai kertas yang putih bersih. ”A sheet of white paper, void of all character”, kata Locke.

3. Locke adalah seorang deist. Ia tidak mau menerima ajaran agama yang dogmatis, melainkan ”agama budi”: Rationalisme.

Locke sebagai seorang ahli didik

Dari karangannya yang lain, yaitu some Thoughts concerning education (=beberapa pemikiran tentang pendidikan) dapat kita ketahui hal-hal berikut ini:

1. Sistem pendidikan; sesuai dengan teori tabula rasa bahwa pendidikan itu maha kuasa. Kalau jiwa anak itu sama dengan sehelai kertas putih yang kosong, yang dapat ditulis sekehendak hati pendidik, maka semua pengetahuan datang dari luar karena pengaruh faktor-faktor lingkungan.

2. Pendidikan jasmani

3. Pendidikan akal

4. Pendidikan kesusilaan

5. Pendidikan keagamaan

Pengaruhnya

Pengaruh Locke pada abad ke-18 besar sekali. Di Inggris pengaruhnya tampak di sekolah-sekolah bagi anak-anak bangsawan: ”public school”. Ajaran dan cita-citanya sebagian kita jumpai lagi pada Rousseau dan kaum Philanthropijn.

Sumber: I. Djumhur, H.Danasuparta. 1976. Sejarah Pendidikan. CV.Ilmu Bandung: Bandung.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sasi, Konservasi Tradisional di Raja Ampat …

Dhanang Dhave | | 22 August 2014 | 15:21

Identitas Bangsa Modal dalam Kompetisi …

Julius Deliawan | | 22 August 2014 | 09:42

ALS #icebucketchallenge …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 22 August 2014 | 17:49

[SRINTHIL] Perempuan di Kaki Masa Lalu …

Rahab Ganendra | | 22 August 2014 | 14:33

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

“Ahok” Sumbangan Prabowo Paling …

Pakfigo Saja | 7 jam lalu

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Kuasa Hukum Salah Berlogika, MK Tolak …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Drama Pilpres Telah Usai, Keputusan MK Harus …

Mawalu | 11 jam lalu

Open Letter to Mr Joko Widodo …

Widiyabuana Slay | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: