Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mochamadsodik

ubahlah semua dengan pendidikan

SMK Bisa! Bela Negara

OPINI | 14 December 2012 | 11:43 Dibaca: 486   Komentar: 0   0

13554599991306975538

diklat guru pembina osis smk 2012

SMK Bisa ! Bela Negara

Pentingnya pendidikan karakter di kalangan pelajar memang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Merosotnya karakter-karakter unggul di kalangan siswa cukup membuat kita sebagai pendidik hampir setiap saat mengelus dada. Masalah umum seperti kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, religiusitas, kejujuran, nasionalisme tampaknya semakin surut di kalangan siswa-siswa kita. Teknologi informasi yang tak terbendung disinyalir juga ikut berpengaruh pada penyimpangan sikap para pelajar kita. Berpijak dari kenyataan tersebut Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementrian Pendididkan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia mengadakan Training of Trainer (ToT) pelatihan pendidikan karakter bangsa dan bela negara bagi guru pembina osis SMK tahun 2012 yang diadakan di Resimen Induk Kodam IV Diponegoro, Depo Pendidikan Bela Negara Magelang, dilaksanakan dari tanggal 3 sampai 8 Desember 2012 dan diikuti 245 guru pembina Osis SMK seluruh Indonesia.

Diklat guru pembina Osis SMK yang mengusung tema Pendidikan Karakter Membentuk Jati Diri Manusia Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ini bertujuan membentuk kader Pembinaan Karakter Bangsa dan Bela Negara (PKBN) yang memiliki sikap, perilaku yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, tangguh, serta berakhlak mulia, memiliki kesadaran bela negara yang berkemampuan, berketerampilan serta berkualifikasi instruktur sebagai teladan dan penguat moral bagi peserta didik dan lingkungannya. Pelatihan dilaksanakan secara in house training dan outbound yang cukup menantang. Sesuai dengan tujuan pelatihan tersebut maka para pendidik ini melaksanakan aktivitas kesehariannya sarat dengan tata cara militer. Kegiatan yang berlokasi di asrama Dodik Bela Negara Rindam IV Diponegoro ini, para peserta dididik dan dilatih secara semimiliter. Aturan yang melekat selama di asrama pun harus selalu ditaati untuk membentuk karakter peserta ToT. Dari tata cara makan, berjalan, baris berbaris, dan berpakaian sudah diatur sedemikian rupa sehingga peserta harus menyesuaikan diri dan beradaptasi.

Sebagai guru pembina osis SMK tentunya diklat ini sangat bermanfaat dan diharapkan setelah kembali di sekolah masing-masing, para guru tersebut dapat mengaplikasikan materi dan pengalaman selama pendidikan terhadap para siswa didiknya sehingga peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 39 tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan yang bertujuan mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreatif, memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan, mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat, dan menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil society) dapat tercapai.

Para guru pembina osis SMK yang nantinya akan menjadi kader dan instruktur pembinaan karakter bangsa dan bela negara di sekolah masing-masing harus mampu menjadi teladan dan penguat moral di lingkungan sekolah terutama kepada peserta didiknya, seperti tertuang pada kebulatan tekad guru pembina osis SMK yang diucapkan bersama-sama di malam inagurasi yang dihadiri oleh Komandan Resimen Induk kodam IV Diponegoro dan jajarannya ,bahwa kami guru pembina osis SMK akan taat beragama dan patuh pada peraturan yang berlaku, menghayati dan memgimplementasikan integritas kepribadian sebagai wujud kewaspadaan terhadap kepentingan bangsa dan negara, kepemimpinan dan bekerja sama dalam membina peserta didik dan lingkungannnya, memiliki dasar kepelatihan dan mampu memelihara kondisi jasmani, disiplin, jujur, kreatif, inovatif, dan memiliki komitmen serta tanggung jawab, berjiwa patriotisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pembinaan karakter siswa harus menjadi prioritas dalam dunia pendidikan kita. Model pengajaran yang dapat menumbuhkan karakter-karakter unggul harus direncanakan, diaplikasikan serta dievaluasi sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Ditengah hiruk-pikuknya permasalahan dunia pendidikan kita, pendidikan karakter siswa sudah menjadi kebutuhan vital yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Peran guru sebagai pendidik sangat dibutuhkan siswa dalam menghadapi gempuran nilai-nilai yang mengancam karakter luhur bangsa akibat sebuah kemajuan zaman yang tak terbendung.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 3 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 4 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 8 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

4 Nasihat Sederhana Rasulullah SAW untuk …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

GM Magnus Carlsen Vs GM Viswanathan Anand …

Cut Ayu | 9 jam lalu

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 9 jam lalu

Konsumsi Telur Tiap Hari, Bahaya atau …

Mohammad Firmansyah | 9 jam lalu

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: