Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Suami Mengucapkan “Cerai” dalam Keadaan Marah, Jatuhkah Talak Ketika Itu?

REP | 16 December 2012 | 06:46 Dibaca: 3603   Komentar: 16   8

Pernah ada seseorang yang curhat kepada saya, “Saya sudah berulang kali mengucapkan kata cerai kepada istri saya tapi itu saya lakukan ketika saya marah. Saya menyesal banget. Bagaimana nih?”

Lantas bagaimana menyikapi itu?

Berikut ini fatwa yang terkait dengan permasalahan yang mirip dengan yang dialami orang yang curhat ke saya itu:

:السؤال

زوج صديقتي كان غضبان جداً وقال طلقتك ثلاث مرات لأنه كان شاكاً بها . عندما كان مغادراً طلقها وفي نفس الوقت قال لها فقط إذا كنت تحبيني ارجعي لي .
صديقتي غضبانة جداً ولا تدري ما تفعل ، هل الطلاق قائم ؟ أرجو الإجابة بالتوضيح .

Pertanyaan:

Suami temanku pernah dalam keadaan sangat marah berkata kepada istrinya: “Aku ceraikan engkau!” sebanyak tiga kali. Sebab suaminya itu curiga kepada istrinya ketika ia tinggal pergi. Dan ketika itu juga ia berkata kepada istrinya, “Jika engkau masih cinta kepadaku maka kembalilah kepadaku!” Sementara temanku (si istri tadi) sudah terlanjur marah namun ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, apakah talak telah jatuh atas dirinya atau belum? Saya mohon jawaban dan penjelasannya

:الإجابة

الحمد لله
Jawaban:
Segala puji bagi Allah
طلاق الغضبان إذا وصل إلى حد لا يعي ما يقول بحيث يدخل صاحبه في حيز المجانين فهو لا يقع ، أما إذا كان يعي ما يقوله فإنه واقع فإذا طلقها ثلاث مرات فإنها لا تحل له إلا إذا نكحها غيره .
إما إذا شك في وقوع الطلاق هل تلفظ به أو لا فإنه لا يقع لأن الأصل أنها في عصمته فلا تطلق إلا بيقين .
ومجرد المحبة بين الزوجين ليس مبرراً لرجوعها إليه بعد الطلاق .
والله أعلم
Jika talak dijatuhkan dalam keadaan sangat marah sehingga tidak dapat mengontrol pembicaraannya lagi di mana pelakunya dianggap seperti orang gila, maka yang demikian tidaklah terhitung jatuh talak.
Adapun jika pelakunya sadar atas ucapannya maka terhitung sudah jatuhlah talak.
Jika ternyata talak yang dijatuhkan adalah talak tiga, maka si istri tidak halal rujuk kembali kepada suaminya hingga ia menikahi pria lain terlebih dahulu.
Adapun jika ia ragu apakah ia telah mengucapkan kata-kata talak ataukah tidak, maka tidak terhitung sebagai talak. Sebab, pada dasarnya si istri tetap dalam kuasa suaminya, maka tidak dapat diceraikan kecuali dengan keputusan yang yakin.
Adapun semata-mata perasaan masih saling cinta antara suami istri bukanlah alasan untuk rujuk setelah jatuh talak atasnya.
Wallahu a’lam.

Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/6125

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | | 25 October 2014 | 06:48

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 3 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Semoga Presiden Jokowi Tidak Salah Pilih …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Pelatihan Intel Teach Project Based Learning …

Aosin Suwadi | 9 jam lalu

Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik …

Asyik Belajar Di Ru... | 10 jam lalu

Benalu di Taman Kantor Walikota …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: