Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Juriono

Alumni IAIN-SU, Angkatan 2001 Jurusan Tafsir Hadis. Owner Mini Market Alisano www.tbalisano.blogspot.com @juriono

1 Langkah Jitu Membangun Sekolah Maju

OPINI | 19 December 2012 | 10:51 Dibaca: 1391   Komentar: 1   1

Siapapun Anda, ketika sudah memutuskan untuk membaca artikel ini, saya yakin bahwa Anda adalah orang yang  peduli terhadap dunia pendidikan. Saya ucapkan terima kasih atas kepeduliannya  terhadapa kemajuan bangsa ini.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal tempat pembentukan karakter dan kepribadian manusia. Siswa yang belajar di dalamnya diharapkan dapat menjadi bibit unggul bagi kemajuan bangsa ini di masa mendatang. Oleh karena itu keberadaannya harus mendapatkan perhatian khusus dan intensif.

Di Indonesia banyak sekolah bermunculan, baik yang berstatus negeri maupun swasta. Visi misi yang mereka emban juga bermacam ragam, ada yang hanya ingin mengejar keuntungan materi belaka namun ada juga yang murni untuk menciptakan kualitas terbaik bagi generasi bangsa ini.

1 Langkah Itu adalah “Ginju”

Inilah langkah yang akan kita bongkar dalam tulisan ini. Namun sebelum saya buka rahasia ini saya ingin bertanya kepada Anda, apakah arti dari “Ginju”? …… baiklah saya anggap Anda belum tahu, karna kalau Anda sudah tahu, maka saya tidak perlu lagi membongkar rahasia ini heheheh…

Ginju itu bukanlah zat pewarna makanan atau apapun, namun ini adalah sebuah istilah bagi sebuah “gerakan” ya… karna untuk maju itu harus bergerak. Gerakan Infaq Jum’at itulah rahasianya. Kok bisa? Ya… memang bisa. Kalau Anda belum percaya mari kita lanjutkan.

Program ini sudah terbukti dan sudah dijalankan oleh sebuah sekolah Pondok Pesantren di Sumatera Utara. Baik saya sebutkan saja namanya adalah Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid. Dimana saat ini pesantren ini adalah Pesantren Terbaik di Sumatera Utara dengan segudang prestasinya. (Anda bisa mengunjungi Websitenya di www.darulmursyid.com)

1355888872858234012

Apasih hebatnya gerakan ini? Baik, akan saya jelaskan satu persatu. Coba Anda mulai berfikir secara matematik, jika siswa dan guru yang ada di sekolah itu berjumlah 1.000 orang dan jika per-orang memberikan infaqnya sebesar 5.000 rupiah, maka akan terkumpul dana sebesar 5.000.000,- (lima juta rupiah) per-jum’at jadi kalau 1 bulan terkumpul sebesar -+ 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah). (gue harus bilang W O W gitu????)

Namun ternyata hasil ini belum seberapa, jika gerakan ini sudah menjadi kebiasaan dan saling berlomba (Fastabiqul khairat). Seperti  pesantren tersebut di atas ia mampu mengumpulkan sedikitnya 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) setiap bulannya. (Dahsyat..!!!)

Coba anda bayangkan lagi seandainya di satu kecamatan itu ada 10 sekolah, maka pendapatan di kecamatan itu 400 juta per-bulan. (Luar Biasa)

Pengaruhnya terhadap pendidikan

Berinfak dan bersedekah adalah ajaran yang mulia untuk mendidik kita peduli pada sesama. Perlu adanya latihan untuk membiasakan diri pada setiap manusia. Jika yang menggerakkanya adalah instansi pendidikan, maka hal ini sangat baik dan sangan efisien. Kebiasaan itu akan terus dibawa oleh mereka dan dimanapun mereka berada. Lambat laun akan membentuk masyarakat yang saling peduli membangun lingkungan dan negeri ini. Dan bagi anda para guru yang sudah mensosialisasikan program ini, ingatlah kata hadis yang kira-kira seperti ini:

“Siapa yang menunjukan orang lain berbuat baik, maka ia mendapatkan pahala seperti yang melakukannya”

Pengaruhnya terhadap Sekolah

Katakanlah dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk penambahan fasilitas, maka biaya pembangunan yang setiap awal tahun tentunya bisa dipangkas alias ditiadakan. Ini akan membawa dampak positif bagi calon siswa baru, dimana kebiasaan yang sering muncul di setiap sekolah tentang adanya pengutipan biaya pembangunan. Jika Anda adalah pemilik yayasan, maka hal ini sebagai nilai plus bagi sekolah Anda untuk menarik minat siswa baru. Tidak tanggung-tanggung, biasanya setiap sekolah akan mengutip biaya pembangunan antara 1 sanpai 5 jutaan. Jika ini ditiadakan, maka Anda sudah lebih maju.

Jika memang fasilitas yang ada di sekolah Anda sudah memadai, maka jurus yang ampuh untuk memajukan sekolah Anda adalah dengan mengucurkan dana “Ginju” itu pada pembangunan masjid di sekitar sekolah anda atau di kecamatan tempat berdirinya sekolah itu. Katakanlah dari 20 Juta yang terkumpul setiap bulannya anda salurkan ke masjid, maka dalam setahun anda sudah membantu membangun 12 masjid dengan kucuran dana sebesar 20 juta.

Apa dampak yang akan anda rasakan? Tentunya anda tidak perlu mambayar mahal para marketing dalam mencari siswa, karena buah dari setiap masjid yang anda bantu akan berlipat ganda. Ilustrasinya seperti ini, dari 20 masjid yang Anda bantu memiliki jamaah masing masing 100 orang dengan demikian ada  2.000 orang yang kenal dengan sekolah Anda. Dari 2.000 orang yang kenal dengan sekolah anda ini seandainya memiliki 1 anak saja yang ingin ia sekolahkan  di sekolah yang Anda miliki, maka sudah 2.000 orang siswa yang anda dapatkan. Belum lagi jika mereka bercerita kepada orang lain….Subhanallah….. Insyaallah sekolah Anda akan semakin ramai.

Kalau Anda belum percaya juga, mari kita lihat janji Allah dalam surat Albaqarah:261

“Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”

Baru dari sisi materi yang kita dapatkan belum lagi dari sisi janji Allah yang lain.

Sebagai kesimpulan, bagi Anda yang berkiprah di dunia pendidikan baik itu pemilik yayasan, kepala sekolah, guru dan apapun namanya, cobalah berfikir untuk bekerja dengan sepenuh hati dalam menciptakan generasi yang bermoral dan berakhlakul karimah dengan menanamkan kebiasaan kecil dari ajaran Islam yang ternyata bermanfaat yang sangat besar. Karna jika kita benar-benar menolong Agama Allah, pasti Allah akan menolong kita. Wallahu A’lam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring Bareng …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

[Cermin] Tentang Keimanan …

Meta Morfillah | 7 jam lalu

Mewujudkan Independensi Mahkamah Agung dalam …

Zulkifli Muhammad | 8 jam lalu

Nikmatnya Berwisata Sambil Berdinas …

Dizzman | 8 jam lalu

Menyoal “Kurtilas Terancam Gagal” …

Dede Taufik | 8 jam lalu

“Off the Record” …

Ronny Wijaya | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: