Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kurikulum 2013: Integrasi Mata Pelajaran TIK

OPINI | 20 December 2012 | 14:27 Dibaca: 1481   Komentar: 0   1

Saya sangat berterima kasih dengan acara yang digagas oleh OmJay yaitu Teacher Writing Camp yang diadakan di wisma UNJ. Acara yang tepat ide dan  tepat waktu, menurut saya. Mengapa ??Sebagai seorang pre-school teacher di daerah berita mengenai adanya perubahan kurikulum mau tidak mau pasti akan membuat panik dan pikiran selalu dihantui dengan berbagai pertanyaan. Perubahan apa lagi yang harus kami lakukan dengan pembaharuan atau pergantian ini ? Lebih rumitkah dibandingkan dengan apa yang selama ini kami lakukan ? Bisakah kami melakukannya? Meski saya akui bahwa draft usulan  kurikulum 2013 yang telah saya baca tersebut tidak sedikitpun membahas tentang pendidikan pre-school namun ini sedikit memberi gambaran tentang bagaimana pola dan arah pembelajaran, dan acara Teacher Writing Camp memperjelas bagaimana proses untuk mencapai itu semua.

Adanya kebijakan pengintegrasian mata pelajaran memang mengundang berbagai polemik. Hal yang paling membuat bertanya-tanya adalah bagaimana mungkin IPA bertemu dengan Bahasa Indonesia ? Ini sampai sekarang  saya belum mendapatkan jawaban. Namun untuk integrasi mata pelajaran TIK, dalam acara yang digagas oleh OmJay tersebut saya mendapatkan jawaban yang mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk para guru terutama di daerah. Namun tentu penjelasan saya sebatas yang saya pahami saja.

Maksud bahwa mata pelajaran TIK tidak dihilangkan melainkan diintegrasikan dengan semua mata pelajaran adalah bahwa pembelajaran semua mata pelajaran selain dengan tatap muka guru-murid juga (lebih banyak) dilakukan dengan interaksi melalui media internet. Dimana guru TIK lah yang akan mengambil peran sangat besar. Dengan kata lain jika sebelumnya TIK hanya sebatas membuka, mengetik,dan pembelajaran browsing maka yang diinginkan oleh kurikulum 2013 adalah kemampuan tersebut langsung diaplikasikan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sulitkah metode tersebut ? Tentu ini membutuhkan modal namun bukankah pada saat ini bisa dikatakan bahwa sudah tidak sedikit para siswa yang memiliki notebook, laptop, atau komputer sendiri ? Bahkan bisa jadi gadget yang dimiliki oleh para murid sudah lebih modern daripada yang dimiliki oleh para guru. Hanya saja harus kita akui bahwa sampai saat ini, itu semua masih digunakan hanya sebatas untuk pertemanan dalam facebook atau twitter, download video, dan googling, belum difungsikan sebagai media belajar.

Nah, untuk menunjang pembelajaran bukankah sebenarnya semua bisa misalkan setiap siswa membuat blog sebagai sarana mem-publish karya-karyanya sekaligus sebagai portofolio siswa,atau siswa dan guru bersama-sama berada di edmodo atau media lainnya untuk melakukan interaksi pembelajaran dengan guru sebagai admin?

Kebijakan apapun memang tidak ada yang sempurna termasuk penggunaan blog atau internet sebagai media komunikasi guru dan siswa karena ini akan membuat siswa lebih akrab dengan benda mati bukan dengan kawan-kawannya maupun dengan guru namun perlu diakui juga bahwa internet sudah menjadi bagian dari hidup manusia modern termasuk para siswa sekolah sehingga perlu adanya arahan untuk membuka wawasan bahwa hasil teknologi, apapun bentuknya, manusialah yang menentukan baik dan buruknya, manfaat atau tidak manfaatnya. 44 % lebih pengguna internet berada di benua Asia maka tentu saja kita berada di situ namun sudah efektifkah dalam menggunakannya? Dengan integrasi mata pelajaran TIK ke dalam semua mata pelajaran, mudah-mudahan para siswa dan semua pihak dapat lebih memahami dan menerapkan bahwa internet hanyalah sebuah alat untuk mempermudah hidup manusia termasuk dalam kebijakan di dunia pendidikan Indonesia yang baru tersebut. Semoga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 4 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 7 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 8 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 9 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Hilang, Gedung Bersejarah di Makassar …

Nur Terbit | 8 jam lalu

Kasus “Florence”: Mengapa Yogya Beda …

Fandi Sido | 9 jam lalu

Kasus Plagiat Merongrong Akal Sehat …

Ufqil Mubin | 9 jam lalu

Raihan di Liga Champions 2009, Bekal …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Paradigma (Esai Orang Pinggiran) …

Tasch Taufan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: