Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kurikulum 2013: Integrasi Mata Pelajaran TIK

OPINI | 20 December 2012 | 14:27 Dibaca: 1493   Komentar: 0   1

Saya sangat berterima kasih dengan acara yang digagas oleh OmJay yaitu Teacher Writing Camp yang diadakan di wisma UNJ. Acara yang tepat ide dan  tepat waktu, menurut saya. Mengapa ??Sebagai seorang pre-school teacher di daerah berita mengenai adanya perubahan kurikulum mau tidak mau pasti akan membuat panik dan pikiran selalu dihantui dengan berbagai pertanyaan. Perubahan apa lagi yang harus kami lakukan dengan pembaharuan atau pergantian ini ? Lebih rumitkah dibandingkan dengan apa yang selama ini kami lakukan ? Bisakah kami melakukannya? Meski saya akui bahwa draft usulan  kurikulum 2013 yang telah saya baca tersebut tidak sedikitpun membahas tentang pendidikan pre-school namun ini sedikit memberi gambaran tentang bagaimana pola dan arah pembelajaran, dan acara Teacher Writing Camp memperjelas bagaimana proses untuk mencapai itu semua.

Adanya kebijakan pengintegrasian mata pelajaran memang mengundang berbagai polemik. Hal yang paling membuat bertanya-tanya adalah bagaimana mungkin IPA bertemu dengan Bahasa Indonesia ? Ini sampai sekarang  saya belum mendapatkan jawaban. Namun untuk integrasi mata pelajaran TIK, dalam acara yang digagas oleh OmJay tersebut saya mendapatkan jawaban yang mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk para guru terutama di daerah. Namun tentu penjelasan saya sebatas yang saya pahami saja.

Maksud bahwa mata pelajaran TIK tidak dihilangkan melainkan diintegrasikan dengan semua mata pelajaran adalah bahwa pembelajaran semua mata pelajaran selain dengan tatap muka guru-murid juga (lebih banyak) dilakukan dengan interaksi melalui media internet. Dimana guru TIK lah yang akan mengambil peran sangat besar. Dengan kata lain jika sebelumnya TIK hanya sebatas membuka, mengetik,dan pembelajaran browsing maka yang diinginkan oleh kurikulum 2013 adalah kemampuan tersebut langsung diaplikasikan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sulitkah metode tersebut ? Tentu ini membutuhkan modal namun bukankah pada saat ini bisa dikatakan bahwa sudah tidak sedikit para siswa yang memiliki notebook, laptop, atau komputer sendiri ? Bahkan bisa jadi gadget yang dimiliki oleh para murid sudah lebih modern daripada yang dimiliki oleh para guru. Hanya saja harus kita akui bahwa sampai saat ini, itu semua masih digunakan hanya sebatas untuk pertemanan dalam facebook atau twitter, download video, dan googling, belum difungsikan sebagai media belajar.

Nah, untuk menunjang pembelajaran bukankah sebenarnya semua bisa misalkan setiap siswa membuat blog sebagai sarana mem-publish karya-karyanya sekaligus sebagai portofolio siswa,atau siswa dan guru bersama-sama berada di edmodo atau media lainnya untuk melakukan interaksi pembelajaran dengan guru sebagai admin?

Kebijakan apapun memang tidak ada yang sempurna termasuk penggunaan blog atau internet sebagai media komunikasi guru dan siswa karena ini akan membuat siswa lebih akrab dengan benda mati bukan dengan kawan-kawannya maupun dengan guru namun perlu diakui juga bahwa internet sudah menjadi bagian dari hidup manusia modern termasuk para siswa sekolah sehingga perlu adanya arahan untuk membuka wawasan bahwa hasil teknologi, apapun bentuknya, manusialah yang menentukan baik dan buruknya, manfaat atau tidak manfaatnya. 44 % lebih pengguna internet berada di benua Asia maka tentu saja kita berada di situ namun sudah efektifkah dalam menggunakannya? Dengan integrasi mata pelajaran TIK ke dalam semua mata pelajaran, mudah-mudahan para siswa dan semua pihak dapat lebih memahami dan menerapkan bahwa internet hanyalah sebuah alat untuk mempermudah hidup manusia termasuk dalam kebijakan di dunia pendidikan Indonesia yang baru tersebut. Semoga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cermin Hitam di Taman Nasional Sebangau …

Pratiwi Cristin Har... | | 23 October 2014 | 12:06

Pintarnya Mahasiswa Beralasan …

Giri Lumakto | | 23 October 2014 | 13:57

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Lee Chong Wei Positif Doping, Pelajaran …

Arnold Adoe | | 23 October 2014 | 18:40

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kaesang: Anak Presiden Juga Blogger …

Listhia H Rahman | 9 jam lalu

Seekor Babi Mati Bunuh Diri, Karena Setia …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Si Teteh Akhirnya Menjadi Kompasianer …

Tubagus Encep | 10 jam lalu

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Selusur Goa, Mengingat Kembali Stalaktit dan …

Mentari_elart | 9 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 9 jam lalu

Penderita Lumpuh Layu Itu Hidupi Dua Kakak …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Jalasveva Jayamahe, Mengembalikan Kejayaan …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Buah Strawberry untuk Kesehatan Jantung …

Puri Areta | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: