Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Via Ari Melani

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selama ini saya ingin membahagiakan kedua orangtua saya, selengkapnya

Mahasiswa Vs Tugas Kuliah

OPINI | 20 December 2012 | 20:36 Dibaca: 807   Komentar: 0   2

Predikat yang disandarkan pada orang yang mempunyai julukan beken mahasiswa ini tentu menjadi pusat perhatian masyarakat atas sampai masyarakat bawah. Agen of change ini tentu tidak serta merta terbebas dari jeratan tugas-tugas akademis. Justru tugas-tugas akademis maupun non akademis siap membelenggu mahasiswa. Tak sedikit mahasiswa yang awalnya kuliah hanya sekedar menyenangkan hati orangtuanya atau hanya sekedar gengsi belaka bila tidak kuliah kini hanya bisa meratapi nasibnya dengan seabrek tugas-tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah dengan embel-embel bila tidak mengerjakan tugas yang ditugaskan maka nilai tentu tidak akan bagus atau bisa saja mengulan di semester berikutnya.

Hal ini menjadi momok bagi mahasiswa yang belum mengerti sepenuhnya tentang dunia perkuliahan yang mereka tahu hanyalah copy-paste tugas teman atau dari internet. Hal ini diperparah dengan akses internet yang kian mudah saja dijumpai yang tidak ada batasan waktu untuk mengaksesnya. Semua serba instan. Memang, tidak salah bila pihak universitas maupun fakultas menyediakan akses wifi tetapi apa yang terjadi saya jumpai di setiap kegiatan perkuliahan ada saja mahsiswa yang menggunakan wifi sesuka-sukanya dengan membuka situs-situs yang menyimpang dari ajaran agama. Wifi tidak digunakan untuk mengakses materi perkuliahan. Giliran tugas akan dikumpulkan mahasiswa dengan bangganya melakukan SKS (sistim kebut semalam) dalam memenuhi tugas kuliah. Makalah, power point yang seharusnya dikerjakan jauh-jauh hari agen of change ini bisa melakukannya dengan beberapa jam saja, nah itulah The Power of Kepepet.

SKS (sistim kebut semalam) yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengejakan tugas kuliah tidak lantas menjadikan mahasiswa ini jera justru moment-moment seperti itu yang menjadikan mahasiswa memiliki ide yang luar biasa dalam menyelesaikan tugas kuliah dengan sangat baik. Sebagai contoh teman saya sendiri dari jurusan yang sama ilmu komunikasi, dia kalau mengerjakan tugas selalu paginya mau dikumpulkan dan hasilnya luar biasa dia mampu meraih nilai tertinggi di dalam kelas. Entah apa yang menjadi kebiasaan calon penerus bangsa ini. Kekuatan ada ketika benar-benar nasib sudah berada di ujung tanduk. Dia mengaku sendiri bahwa bila belum waktunya dikumpulkan maka dia belum mau atau masih enggan untuk mengerjakan tugas kuliah. Apa yang sebenarnya terjadi?Bial di bilang malas tidak juga karena dia mengumpulkan tepat pada waktunya tetapi yang saya masih heran waktu sebelum dia mengerjakan tugas itu kemana perginya? Jalan-jalan?belanja?Entahlah mungkin itu kelebihan dia yang diberikan oleh Tuhan Yang maha Esa yang dianugerahkan tidak ke semua orang. Dia termasuk orang yang beruntung.

Tidak semua The Power of Kepepet ini bisa digunakan secara bebas. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakan cara seperti ini. Tetapi, biasanya memang kekuatan itu muncul karena adasebuah desakan yang sungguh luar biasa. Cara ini sudah menjadi sahabat bagi mahasiswa yang doyan dengan rasa kepepet. Saya juga bertanya dengan teman saya yang berinisial T. Dia tidak suka mengerjakan sesuatu hal karena kepepet. Masing- masing orang mempunyai cara sendiri untuk memenuhi tugas akademisnya.

Tugas kuliah tentu sangat membosankan bila dosen pengampu juga tidak konsisten dalam proses perkuliahan. Sebagai contoh dosen yang jarang masuk dalam tatap muka perkuliahan satu kali masuk dan langsung menugaskan kepada mahasiswa untuk observasi. Bekal teori saja belum diberikan, dosen dengan seenaknya menugaskan kepada mahasiswa yang belum dimengerti. Tentu efek ini suatu nanti akan timbul bagi dosen itu sendiri dan mahasiswa. Bagi dosen, dia bisa dijauhi bahkan dicibir mahasiwa terlebih bila aktivis-aktivis mahasiswa sudah bergerak meminta data dosen yang kurang tatapmuka dalam perkuliahan, tentu akan menjadi sorotan penting dalam sejarah dosen itu sendiri yaitu akan dipermalukan melalui demo yang dilakukan oleh mahasiswa. Dan untuk mahasiswa dia kurang paham dengan materi kuliah.

Oleh karena itu bagi mahasiswa juga jangan mengabaikan tugas akademiknya. Selamat berjuang ya…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: