Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rahma Hidayati

Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Penggunaan Youtube Sebagai Media Pengajaran dalam Program Pendidikan Keperawatan

REP | 21 December 2012 | 08:35 Dibaca: 478   Komentar: 0   0

PENGGUNAAN YOUTUBE
SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN
DALAM PROGRAM PENDIDIKAN KEPERAWATAN
Education Nursing

Rahma Hidayati (NPM. 1106122726)*

Mahasiswa Program Magister Keperawatan Medikal Bedah
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia,
2012
Abstrak
Dalam pendidikan keperawatan, pencapaian tujuan belajar teoritis harus diikuti dengan penguasaan keterampilan dan afektif yang baik. Seringkali keterbatasan media menjadi hambatan dalam pencapaian tujuan tersebut. Perkembangan tekhnologi saat ini, telah menyumbangkan salah satu media sosial seperti YouTube sebagai media penunjang yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Selain informatif dan efektif, media ini juga dapat meningkatkan kreatifitas dan pengembangan diri peserta didik. Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, media ini dapat menjadikan suatu konsep teoritis menjadi lebih realistis karena efek visualisasi yang dimilikinya. Untuk mengoptimalkan pengintegrasian media ini ke dalam proses pembelajaran, pengajar sebagai fasilitator seharusnya memberikan arahan dalam penggunaanya

kata kunci : Media pembelajaran, YouTube, Pendidikan Keperawatan

* Mahasiswa Pasca Sarjana FIK-UI

Latar Belakang

Kemajuan tekhnologi akan menyebabkan manusia bekerja, berintegrasi dan melihat dunia secara berbeda. Kemajuan tekhnologi mempengaruhi multi profesi, temasuk dunia keperawatan baik dalam pelayanan langsung maupun tidak langsung. Globalisasi dalam dunia keperawatan menuntut sumber daya manusia yang menguasai tekhnologi dan informatika keperawatan terkini. Penguasaan keilmuaan dan keterampilan tenaga keperawatan tidak terlepas dari bagaimana proses mereka didik menjadi seorang perawat profesional.

Sejalan dengan kemajuan tekhnologi dalam pelayanan keperawatan, program pendidikan keperawatan baik formal maupun informal juga diarahkan pada penguasaan ilmu dan keterampilan berbasis tekhnologi sebagai modal mereka dalam memberikan pelayanan keperawatan. Hal ini menyebabkan proses belajar mengajar tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Kegiatan belajar mahasiswa dapat dilaksanakan kapan saja dan di mana saja dengan bantuan media pembelajaran yang semakin maju.

Menurut Coombs (dikutip oleh Pannen Paulina, 2005) terdapat beberapa subsistem yang menentukan keberhasilan pembelajaran, diantaranya media/alat bantu pembelajaran, tekhnologi serta tenaga pengajar. Pada program pendidikan tinggi keperawatan, tenaga pengajar/dosen tidak hanya sebagai guru yang mengajarkan mata pelajaran. Tenaga pengajar merupakan fasilitator dalam proses belajar mengajar yang sangat berperan dalam pencapaian tujuan belajar mahasiswa. Pemilihan Strategi pembelajaran yang menarik dan tidak monoton serta media pengajaran yang tepat akan membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap suatu topik atau materi pembelajaran secara efektif.

Saat ini terdapat banyak media pembelajaran yang dapat diaplikasikan pada program pendidikan keperawatan, salah satunya adalah dengan menggunakan tekhnologi komputer dan internet sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Penggunaan media ini memberikan beberapa keuntungan diantaranya dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Salah satu media penunjang pembelajaran berbasis internet yang dapat memvisualisasikantekhnik dan materi pembelajaran dengan baik adalah “YouTube”.

YouTube adalah layanan video sharing populer dimana para penggunanya dapat memuat, menonton dan berbagi klip video secara gratis. YouTube menjadi salah satu media sosial yang praktis dan mudah diakses. Menurut Green & Hope.2010, media sosial menjadi alat pengajaran penting untuk menyebarkan informasi kepada siswa, pasien dan keluarganya. Penggunaan video interaktif seperti YouTube ke dalam proses pembelajaran akan meningkatkan pemahaman dan penguasaan ketrampilan peserta didik (Burnett, Melissa, 2008).
YouTube dapat menjadi alternatif untuk mempelajari keterampilan klinis berbasis video, sebagai alat pengajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif antar kelompok-kelompok mahasiswa keperawatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan mereka(Herrman, 2006 , Carpenter et al, 2008)

Konsep Media pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang berarti alat yang menyampaikan pesan. Media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dalam proses pembelajaran (Boovee dalam Simamora, 2009). Pembalajaran merupakan sebuah proses komunikasi antara peserta didik, pendidik dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.

Menurut Simamora 2009, fungsi media pembelajaran adalah :
Memperjelas pesan pembelajaran agar tidak terlalu verbalistis

Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenagadan panca indra

Menimbulkan semangat belajar, interaksi langsung antara peserta didik dengan sumber belajar

Memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai dengan kemampuan visual, auditori serta kinestetiknya

Memberi stimulus yang sama, membandingkan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama

Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya:
KLASIFIKASI
JENIS MEDIA
Media yang tidak diproyeksikan
Realita, model, bahan grafis, display
Media Yang diproyeksikan
OHT, Slide. Opaque
Media audio
Audio kasert, audiovisual, audiovisual gerak
Media video
Video
Media berbasis komputer
CAI
Perlengkapan multimedia
Perangkat Praktikum
Kelebihan Penggunaan media Video dalam pembelajaran

1. Efektif : karena kemudahannya, media video memungkinkan peserta didik dapat belajar kapanpun dan dimanapun saat dibutuhkan. Dapat digunakan perkelompok atau induvidual

2. Bersifat universal : karena dapat menjangkau seluruh ranah pembelajaran baik kognitif, psikomotor maupun afektif

3. Reviewable : karaena dapat dipitau secara berulang-ulang

4. Memperjelas sesuatu yang abstrak menjadi lebih realistis

5. Mengembangkan imaginasi dan meningkatkan kreatifitas peserta didik

Situs YouTube

YouTube adalah sebuah situs web berupa layanan video sharing populer yang memungkinkan penggunanya memuat, menonton dan berbagi klip video secara gratis. Sejak diluncurkan Desember 2005 dan diakuisisi oleh google pada tahun 2006, pengguna YouTube terus meningkat mencapai lebih dari satu milyar perhari (Wall Street Journal, 9 Juli 2008 dalam Burnett, Melissa, 2008 ). Statistik terakhir menunjukkan lebih dari 4 Milyar Video YouTube ditonton setiap harinya. Media ini sangat disukai karena dapat berfungsi sebagai sumber informasi, hiburan dan ekspresi diri yang dapat diakses secara luas dalam 24 jam di 39 negara dalam 54 bahasa. Pada tahun 2011, penayangan YouTube mencapai lebih dari 1 triliun atau hampir 140 penayangan untuk tiap orang di bumi ini. (www.YouTube.com)

Menurut Agazio & Bucklev (2008), YouTube merupakan layanan file sharing berbasis web yang memungkinkan individu untuk membangun profil publik, menentukan daftar pengguna lain untuk berbagi video serta untuk melihat daftar koneksi/konten yang dibuat oleh orang lain

Kelebihan YouTube:

1. Informatif karena YouTube dapat memberikan informasi termasuk perkembangan ilmu dan tekhnologi

2. Cost effective karena YouTube dapat diakses secara gratis

3. Potensial karena situs ini sangat populer dan mampu memberikan edit value terhadap pendidikan

4. Praktis dan lengkap. YouTube dapat digunakan dengan mudah oleh semua kalangan, selain itu juga terdapat fasilitas editing video.

5. Shareable karena link YouTube dapat dibagi diberbagai situs lainnya

6. Interaktif. YouTube dapat memfasilitasi untuk diskusi dan tanya jawab

Tinjauan Literatur : Penggunaan YouTube Sebagai Media Pembelajaran

Dimasukkannya YouTube ke pendidikan keperawatan adalah cara yang mudah dan user-friendly untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan mengintegrasikan teknologi ke dalam program pendidikan . Menurut Agazio & Bucklev dalam Sharoff, Leighsa 2011, YouTube akan menstimulus terjadinya pembelajaran aktif dan memberikan memberikan tambahan pengetahuan melebihi kemampuan yang diharapan. YouTube dapat digunakan untuk menjelaskan teori dengan melibatkan peserta didik dalam metide pembelajaran yang inovatif. Pengajar dapat menggunakan tekhnologi ini untuk kegiatan diskusi mahasiswa, berbagi informasi dan menciptakan komunitas belajar sehingga dapat diaplikasikan dalam kurikulum keperawatan.

Menurut Burke & Snvder (2008), YouTube merupakan alternatif sumber belajar tepat waktu yang berhubungan dengan video kesehatan bagi pendidik dan peserta didik.Mengintegrasikan video tertentu dari Youtube dapat mengembangkan kemampuan apresiatif mahasiswa dan memberikan pengalaman belajar, tidak hanya terbatas pada materi pelajaran tetapi juga tekhnologi yang digunakan (Sharoff, Leighsa 2011). Dalam program pendidikan keperawatan, youtube dapat digunakan untuk menjelaskan fisiologi tubuh, mempelajari keterampilan klinis dan mendapatkan gambaran visual tentang berbagai gangguan kesehatan yang dialami pasien.

Selain memiliki kelebihan Youtube, terdapat beberapa tantangan terkait penggunaan YouTube dalam pembelajaran, yaitu:

1. Ketersediaan video. Tugas pendidik adalah memantau ketersediaan video karena beberapa video hanya tersedia untuk rentang waktu tertentu (Burke & Snvder, 2008)

2. Kualitas Konten. Pendidik harus memperhatikan tanggal video untuk mengetahui bahwa informasi dalam video tidak ketinggalan jaman (Freeman & Chapman, 2007). Selain itu perlu juga diperhatikan kualitas isi karena seringkali video dibuat perorangan tanpa batas. Seringkali video juga melanngar aturan kesusilaan karena menampilkan video yang tidak senonoh (Aqazio & Bickley, 2008) Sebuah alternatif untuk YouTube, tahun 2007 telah diluncurkan TeacherTube yaitu sebuah komunitas guru online untuk memposting dan melihat video buatan para pendidik. TeacherTube akan lebih mempermudah pencarian video dan menawarkan lebih banyak konten yang tepat bagi mahasiswa Burke & Snyder (2008)

3. Tantangan berikutnya adalah ketika proses pencarian video. Suatu pencarian video bisa menghasilkan tampilan video yang terlalu banyak. Salah satu cara untuk mempersempit pencarian adalah dengan fokus pada username yang meng”upload” video (Trier dalamSharoff 2011). Selain itu, pendidik juga dapat menandai (mendiskriptor/tag) mahasiswa berdasarkan tema pembelajaran sehingga memudahkan mereka mencari video sesuai topik yang diharapkan.

Untuk memudahkan pencarian video pembelajaran, Burke & Snyder, 2008 memberikan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Akses ke: www.YouTube.com
2. Cari topik yang diinginkan di layar bagian atas, masukkan kata kunci, judul, atau istilah untuk mencari.
3. Klik tombol Search, kemudian akan tampil daftar judul video YouTube yang ada bersama dengan screen shot dari setiap video.
4. Pilih video yang tampaknya paling cocok untuk subjek yang dipilih dengan mengklik gambar klip video screen. Video yang dipilih kemudian akan dimainkan.
5. Di bagian bawah layar video, Anda memiliki pilihan untuk pause, rewind, fast forward, memperbesar adavideo, dan menyesuaikan volume. Sebuah timer akan menampilkan durasi video dan waktu yang telah berjalan.
6. Setelah klip video berakhir, Anda akan memiliki pilihan untuk meneruskan klip atau menonton lagi.
7. Anda dapat menyimpan video di situs YouTube (di menu “favorit” atau “Add to Playlist”), atau cut-and-paste URL klip video dari bar navigasi dan menggunakannya untuk membuat link dokumen elektronik untuk dilihat secara cepat di kelas
8. Anda dapat mengakses informasi tambahan mengenai menonton video YouTube dan fungsi lainnya dengan mengklik link “Bantuan”, yang akan membawa Anda ke “Pusat Bantuan.” YouTube

Walaupun Burke & Snyder menyatakan proses pencarian Video di YouTube relatif mudah, namun perlu kesiapan lainnya seperti : tersedianya perangkat berbasis web serta kesiapan pendidik dan mahasiswa untuk menggunakan alat alat tersebut. Disamping itu perlu pengembangan dan riset lanjutan untuk dapat meningkatkan penggunaan layanan ini sebagai media pengajaran yang efektif karena keperawatan merupakan pendidikan berbasis keterampilan dan pengetahuan praktek. Sampai saat ini penelitian yang berkaitan dengan penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran dibidang keperawatan masih sangat terbatas. Penelitian yang pernah dilakukan diantaranya oleh Lu, Der-Fa ; Lin, Zu-Chun ; Li, Yun-Ju tahun 2009. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki minat yang besar dalam pembelajaran berbasis Web karena penggunaan web dalam kegiatan belajar dan latihan merupakan pengalaman baru bagi mahasiswa. Media ini dapat menjadi alat penunjang yang efektif untuk memperoleh pengetahuan keperawatan yang berhubungan dengan keterampilan diantaranya keterampilan injeksi intra muskuler.
Pertimbangan Hukum dalam Penggunaan YouTube sebagai Media pembelajaran

Sejauh ini, penggunaan file Video sharing diperbolehkan dalam program pendidikan. Penggunaannya dianggap lazim bahkan beberapa website sekolah menyediakan link ke situs ini. Namun pelanggaran hak cipta terkait penggunaan video Youtube perlu diperhatikan baik oleh pendidik maupun mahasiswa. Pelanggaran hak cipta terjadi ketika sebuah karya berhak cipta direproduksi, didistribusikan, ditampilkan atau dibuat menjadi suatu karya lanjutan tanpa seijin pemilik hak cipta ( Youtube, 2012)

Rekomendasi dan Kesimpulan

Dari beberapa literatur diatas dapat disimpulkan bahwa YouTube dapat dimanfaatkan sebagai sebagai media penunjang kegiatan pembelajaran. Media ini dapat membantu mahasiswa memahami materi pembelajaran termasuk ketrampilan klinis yang harus dikuasai. YouTube dapat menjadi alternatif untuk mempelajari keterampilan klinis berbasis video, sebagai alat pengajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang aktif antar kelompok-kelompok mahasiswa keperawatan dalam rangka meningkatkan pendidikan mereka. Tekhnologi ini akan memberikan kemudahan baik bagi pendidik maupun peserta didik dalam pencapaian hasil belajar. Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh tekhnologi ini, menyebabkan proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara yang mudah, inovatif dan user-friendly. Media ini juga sangat efektif dan efisien dalam penggunaannya karena dapat diakses dengan mudah dan gratis. Hanya saja pendidik/dosen perlu memberikan rekomendasi terkait penggunaannya untuk memudahkan mahasiswa mengakses video yang diinginkan.

Penerapan tekhnologi ini di Indonesia ini sangat memungkinkan untuk dilakukan. Saat ini beberapa institusi pendidikan sudah menyediakan sarana yang memudahkan pengajar dan mahasiswa untuk mengakses situs nline termasuk YouTube. Dengan melihat fenomena yang ada bukan tidak mungkin ini menjadi bahan pertimbangan kita semua sebagai tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanana asuhan keperawatan pada masyarakat secara luas dan terstruktur dengan memanfaatkan tegnologi informasi ini bukan lagi hanya sekedar wacana namun harus ditindak lanjutin untuk selanjutnya diterapkan di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Agazio & Bucklev (2008). An untapped resource: Using YouTube in nursing education,Nurse Educator, 34 (1), 23-28
Burke, S., & Snyder, S. (2008). YouTube : An innovative learning resource for college health education courses Diakses dari :http://www.aahperd.org/aahe/publications/iejhe/loader.cfm?csModule=security/getfile&pageid=27295 Pada tanggal 29 oktober 2012
Burnett, Melissa (2008) Integrating Interactive Media Into The Classroom: Youtube Raises The Bar On Student Performance diakses darihttp://search.proquest.com/docview/192409999/13A21CCBDC634AB366A/4?accountid=17242 Pada tanggal 28 oktober 2012
Green & Hope (2010). Promotingclinicalcompetence using socialmedia. Nurse Educator diakses dari: http://ww.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=Promoting%20clinical%20competence%20using%20social%20media Pada tanggal 1 November 2012
Lu, Der-Fa ; Lin, Zu-Chun ; Li, Yun-Ju . Journal of Nursing Education 48 (2009) Effects of a Web-Based Course on Nursing Skills and Knowledge Learning. Diakseshttp://search.proquest.com/docview/203950917/13A1E05FF063CDAA59D/12?accountid=17242 pada tanggal 31 Oktober 2012
Pannen Paulina. (2005). Pendidikan Sebagai Sistem. Jakarta : Universitas Terbuka
Potter, P. A & Perry, A.G (2005). Fundamental of Nursing, Concepts, Process & Practice. (Vol 1). Jakarta : EGC
Usman, B., & Asnawir, H. (2002). Media pembelajaran: Ciputat Pers
Simamora, Raymon (2009). Pendidikan dalam keperawatan Jakarta : EGC
Sharoff, Leighsa. (2011). Integrating YouTube into the Nursing Curriculum. Diakseshttp://search.proquest.com/docview/1014288829/fulltextPDF/13A24A798E546E27E2E/2?accountid=17242, tanggal 1 November 2012
Youtube 2012 http://www.youtube.com/t/press_statistics

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | | 23 September 2014 | 11:04

Billboard, Sarana Sosialisasi Redam Gepeng …

Cucum Suminar | | 23 September 2014 | 16:30

Mengapa Toga Berwarna Hitam? …

Himawan Pradipta | | 23 September 2014 | 15:14

Lelaki Pengingatku …

Edrida Pulungan | | 23 September 2014 | 17:11


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 11 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kemana Peghuni Eks Bongkaran Tanah Abang dan …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Usia Orang Kota Lebih Pendek Dari Orang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi Oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 8 jam lalu

Waspadai Caries Gigi …

Amallya Luckyta | 8 jam lalu

Kunci Sukses itu Sesungguhnya Ada di Tangan …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: