Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Aguswalliet

saya orang yang menyukai kejujuran

Surat untuk Prof.Dr.M.Nuh tentang Kurikulum 2013

OPINI | 23 December 2012 | 21:42 Dibaca: 287   Komentar: 0   0

Langsung saja pak,….

Dengan Hormat,

Setelah sekian lama saya membacadi social media baik itu media cetak maupun media elektronik lainnya ttg kurikulum 2013, ada satu hal yg sampai sekarang terus menggelitik benak saya.

Pertama, saya mengamati sejak lama, mengapa   kurikulum pendidikan negeri kita ini selalu berganti?

Kedua, kenapa pak menteri beserta jajarannya kok terkesan malu malu membuka maksud yg sebenarnya (dengan terus terusan menggonta ganti kurikulum)?

Pada hakekatnya kurikulum itu hanyalah sebuah instrumen dari sekian banyak instrumen yg ada didalam dunia pendidikan. Sungguh sangat mengherankan bila seorang profesor dan banyak lagi sarjana sarjana pemikir yg ada pada tubuh KEMENDIKNAS, melihat dan berpikir bahwa  kegagalan pretasi baik dibidang akhlaq maupun akademik terletak pada kurikulum.  Ada alasan yg kuat pada diri penulis, kenapa mereka (KEMDIKNAS dan Jajarannya) menimpakan hal ini pada kurikulum sbg alat.  Apakah itu? Terlihat dari gonta ganti kurikulum!!!

Timbul pertanyaan dari penulis…

Apakah Kemdiknas tidak berani melakukan revolusi besar besaran di tubuh pedidikan nasional? Toh… beribu kali ganti kurikulumpun, hasilnya akan tetap sama!!!

Menurut pendapat penulis, yang perlu dilakukan adalah Bapak Menteri beserta jajarannya di seluruh Indonesia melakukan sidak yang tanpa kompromi ke sekolah sekolah sbg tempat proses penyampaian kurikulum itu kepada peserta didik!!! gak usah bertele tele formalitas segala !!! langsung saja terjun…bila perlu naik ojek!!! Lihatlah fakrtanya dilapangan….

Bapak menteri dan jajaran bapak akan melihat sendiri (Ingat!!! Mata adalah saksi yg jujur) betapa tidak sampainya “alat” itu ke kepala peserta didik!!!

Setelah mengetahui  fakta fakta itu, beranikah bapak melakukan peninjauan kembali terhadap guru guru yg tidak berkompeten itu? gak usahlah ada UKG UKG an pak…menghabiskan biaya saja!!! Apalagi serifikasi-an segala…. toh hasilnya gak juga terlihat?

Sebagai bahan perbandingan, lihatlah di sekolah sekolah swasta yang berkualitas  pak, di sana guru gurunya lebih profesional dari  guru guru yg katanya bersertifikasi itu…kok bisa? lah iyalah pak…kalo mereka gak profesional mereka bisa dipecat pak…darimana parameternya? Soal soal ujian dibuat oleh Tata Usaha mereka dan guru guru yg bersangkutan tidak boleh tahu bentuk soal tersebut. (hanya pada awal tahun pelajaran guru diberikan guideline pelajaran saja) Bila hasilnya dibawah 60%, maka sang gurupun diberi Surat Peringatan ke-1!!! terus seperti itu aturannya…sampai berujung pemecatan bila prestasi yang diharapkan tidak kunjung membaik!!!

Beranikah anda pak menteri?

Bukan Kurikulumnya yang digonta ganti!!! namun SDM nyalah yg harus diperbaiki…..

SALAM INDONESIA BISA!!!!

Author: AgusWalliet

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 4 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 7 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 10 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengalaman Belajar Sosiologi Bersama Pak …

Rachel Firlia | 8 jam lalu

Rokok atau Calon Istri? …

Gusti Ayu Putu Resk... | 8 jam lalu

Dampak Moratorium PNS …

Kadir Ruslan | 8 jam lalu

Membudayakan Menilik Orang Bukan Dari …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Hilangnya Kodok Pak Lurah …

Muhammad Nasrul Dj | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: