Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Aguswalliet

saya orang yang menyukai kejujuran

Surat untuk Prof.Dr.M.Nuh tentang Kurikulum 2013

OPINI | 23 December 2012 | 21:42 Dibaca: 279   Komentar: 0   0

Langsung saja pak,….

Dengan Hormat,

Setelah sekian lama saya membacadi social media baik itu media cetak maupun media elektronik lainnya ttg kurikulum 2013, ada satu hal yg sampai sekarang terus menggelitik benak saya.

Pertama, saya mengamati sejak lama, mengapa   kurikulum pendidikan negeri kita ini selalu berganti?

Kedua, kenapa pak menteri beserta jajarannya kok terkesan malu malu membuka maksud yg sebenarnya (dengan terus terusan menggonta ganti kurikulum)?

Pada hakekatnya kurikulum itu hanyalah sebuah instrumen dari sekian banyak instrumen yg ada didalam dunia pendidikan. Sungguh sangat mengherankan bila seorang profesor dan banyak lagi sarjana sarjana pemikir yg ada pada tubuh KEMENDIKNAS, melihat dan berpikir bahwa  kegagalan pretasi baik dibidang akhlaq maupun akademik terletak pada kurikulum.  Ada alasan yg kuat pada diri penulis, kenapa mereka (KEMDIKNAS dan Jajarannya) menimpakan hal ini pada kurikulum sbg alat.  Apakah itu? Terlihat dari gonta ganti kurikulum!!!

Timbul pertanyaan dari penulis…

Apakah Kemdiknas tidak berani melakukan revolusi besar besaran di tubuh pedidikan nasional? Toh… beribu kali ganti kurikulumpun, hasilnya akan tetap sama!!!

Menurut pendapat penulis, yang perlu dilakukan adalah Bapak Menteri beserta jajarannya di seluruh Indonesia melakukan sidak yang tanpa kompromi ke sekolah sekolah sbg tempat proses penyampaian kurikulum itu kepada peserta didik!!! gak usah bertele tele formalitas segala !!! langsung saja terjun…bila perlu naik ojek!!! Lihatlah fakrtanya dilapangan….

Bapak menteri dan jajaran bapak akan melihat sendiri (Ingat!!! Mata adalah saksi yg jujur) betapa tidak sampainya “alat” itu ke kepala peserta didik!!!

Setelah mengetahui  fakta fakta itu, beranikah bapak melakukan peninjauan kembali terhadap guru guru yg tidak berkompeten itu? gak usahlah ada UKG UKG an pak…menghabiskan biaya saja!!! Apalagi serifikasi-an segala…. toh hasilnya gak juga terlihat?

Sebagai bahan perbandingan, lihatlah di sekolah sekolah swasta yang berkualitas  pak, di sana guru gurunya lebih profesional dari  guru guru yg katanya bersertifikasi itu…kok bisa? lah iyalah pak…kalo mereka gak profesional mereka bisa dipecat pak…darimana parameternya? Soal soal ujian dibuat oleh Tata Usaha mereka dan guru guru yg bersangkutan tidak boleh tahu bentuk soal tersebut. (hanya pada awal tahun pelajaran guru diberikan guideline pelajaran saja) Bila hasilnya dibawah 60%, maka sang gurupun diberi Surat Peringatan ke-1!!! terus seperti itu aturannya…sampai berujung pemecatan bila prestasi yang diharapkan tidak kunjung membaik!!!

Beranikah anda pak menteri?

Bukan Kurikulumnya yang digonta ganti!!! namun SDM nyalah yg harus diperbaiki…..

SALAM INDONESIA BISA!!!!

Author: AgusWalliet

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Anak Sering Kencing (Bukan Anyang-anyangan) …

Ariyani Na | | 20 August 2014 | 18:03

Obat Benjut Ajaib Bernama Beras Kencur …

Gaganawati | | 20 August 2014 | 14:45

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 14 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 18 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 19 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 19 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: