Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mutmainnah Jiru

mendidik diri memuliakan diri diri ini membutuhkan pendidikan. karena pendidikan adalah syarat kemajuan. pendidikan yang utama selengkapnya

Problem Remaja Dalam Menjejang Tingkat Pendidikan di Sekolah Khsusnya Pada Saat Ospek

OPINI | 31 December 2012 | 17:03 Dibaca: 160   Komentar: 0   0

Tahun ajaran baru berbagai sekolah sibuk mengurus kegiatan tersebut, para siswa dan maha siswapun begiitu antusias mengenal lingkungan baru mereka entah itu sekolah maupun kampuz. Namun sayang pada masa ini banyak yang salah mengunakan makna ospek ini, entah itu dalam lingkungan sekolah maupun kampuz dalam menyambut siswa baru ,budaya ini dulu dikenal dengan nama (perpioncon) atau yang sekarang dikenal dengan nama mos( masa orentasi siswa ),atau OSPEK

( orentasi studi pengenalan kampuz).

Merupakan masa pengenalan situasi dengan lingkungan baru, dengan berusaha mengkritis pola pikir yang sebelumnya. Namun amat disayangkan dalam pelaksanaan MOS atau OSPEK malah penuh dengan tindakan kekerasan dan tindakan pelecahan pada saat itu, pihak panitia atau sering disebut dengan nama kakak kelas menjadi pihak mas’hun atau tidak pernah merasa bersalah, sehinga bisa memaksakan segala kehendaknya kepada joniornya, siksaan itu bisa berbagai bentuk manakala joniornya tidak membawa artibut yang sudah menjadi persyaratan dalam mengikuti OSPEK misalnya : topi dari kertas, tas dari karung goni, dan lain sebagainya.

Tugas yang susah didapat atau ketingalan salah satu persyaratan, yang sudah menjadi salah satu persyaratan ,yang sudah menjadi salah satu untuk mengikuti OSPEK. Hingga hukuman yang tuidak manusiwi dan tidak masuk akal pun dilakukan.

Ini lah kezaliman yang terjadi pada saat ospek atau mos, :

a. Kezaliman berupa penyiksaan : penyiksaan itu bisa berupa memukul, menjemur di tengah lapangan di siang hari, mempar dan lain-lain dan pekara ini bukan lagi masalah umum.

b. Menghina dan melecehkan : berupa bentakan dan kata-kata kasar merupakan makan sehari-hari seakan yang dicaci itu bukan manusia

c. Memaksa berbuat maksiat : para senior sering memerintahkan joniornya untuk berbuat maksiat contoh ; di paksa untuk minum minuman keras, semua itu di lakukan dengan satu alasan yaitu tes mental . mental seperti apa yang diharapakan, dengan berbuat seperti ini yang sudah jelas-jelas menyelisihkan akal sehat? Bukan saja terjadi pada saat ospek di luar ospek pun sering terjadi bentrok antara sekolah satu dengan sekolah lainya.

d. Memerintahkan kekafiran dan kesirikan ; inilah purncak kezaliman yang terjadi ketika mau berakhirnya mos atau ospek. Beberapa senior memerintahkan kepada joniornya untuk bersujud dan bermohon-mohon di seniornya diangap paling berkuasa.

Namun Allhamdulillah ,sekarang tampaknya kezaliman tersebut sudah semakin dikurangi karena ketika mereka melakukan hal-hal tersebut mereka akan dikenakan sangksi. Ini lah beberapa guintir pelangaaran yang sring terjadi ketika ospek alasan seperti membena mental yang lemah, memperkuat sodaritas antara senior satu angkatan, atau jonior mengenal seniornya tidak bisa menjadi pembenaran untuk melakukan kezaliman tersebut. Dalam batasan syariat islam.

Dan Allhamdulillah sudah semakin banyak kampus atau sekolah yang dulu melegalkan ospek atau mos zalim ini sekarang bergantinya dengan acara edukatif seperti seminar narkoba. Dan pemerintah sudah melarang segala bentuk kezaliman yang dibungkus pada saat mos.

Dan yang paling penting pada saat ini adalah pihak senior dan sekolah mengajarkan pada siswa ataupun mahasiswa baru bahwa, sekolah ataupun kampus ini merupakan lingkungan yang bertujuan untuk menghasilakan penuntut ilmu yang bertakwa pada Allah SWT. Karena pendidikan merupakan masa depan suatu bangasa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penambang Belerang Kawah Ijen yang …

Mawan Sidarta | | 17 September 2014 | 10:13

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Ketika Guru Masih Bermental Plagiat, Apa …

Muhammad | | 17 September 2014 | 14:58

Seni Bengong …

Ken Terate | | 16 September 2014 | 16:16

[Fiksi Fantasi] Keira dan Perjalanan ke …

Granito Ibrahim | | 17 September 2014 | 08:56


TRENDING ARTICLES

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 6 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 9 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 11 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ingin Bermanja Denganmu …

Dinoel Ghibran Maul... | 8 jam lalu

Perbedaan antara Customer Service Pizza Hut …

G. Rosa | 8 jam lalu

Warga Cidolog Ciamis “Duga” …

Asep Rizal | 8 jam lalu

RUU Kelautan Masuk Pembahasan Tingkat I …

Bicara Laut | 8 jam lalu

Ternyata Kebiasaan Bohong Dapat Dicegah …

Rahmah Hayati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: