Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andika Novaliant

Digital Strategist | Social Media Enthusiast | Writer

Alasan Mengapa Kita Harus Bisa Bahasa Inggris

REP | 03 January 2013 | 16:57 Dibaca: 1633   Komentar: 0   1

Bahasa Inggris memang telah menjadi alat komunikasi yang mendominasi segala bidang, mulai dari teknologi, pendidikan, politik, perdagangan, dan lain sebagainya. Bahkan semua manual book piranti elektronik yang kita miliki di rumah pasti berbahasa Inggris, meskipun medium of instruction berbahasa Indonesia juga di sisipkan di dalamnya.

Bahkan suka tidak suka bahasa Inggris juga dipilih sebagai bahasa ke dua di beberapa negara Asia, sebut saja Filipina, Singapura, dan Malaysia. Bahasa Inggris merupakan alat komunikasi yang paling sering. Lantas apakah masih pantas kalau kita tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali, mengingat English is a global ‘Lingua Franca’?

Sayangnya masih banyak orang yang enggan belajar bahasa Inggris karena merasa terlalu tua untuk dapat menguasai bahasa Inggris. namun tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar dan ilmu pengetahuan, benar bukan?

Untuk bisa menguasai tata bahasa Inggris dengan baik, tentunya kita perlu memperbanyak kosakata bahasa Inggris yang memang menjadi modal utama dalam mempelajari bahasa ini.

Mempelajari kosakata bukanlah hal yang sulit. Siapa saja bisa mempelajarinya dengan cepat asalkan setelah dipelajari, kosakata harus digunakan sesering mungkin. Kosakata sebaiknya memang diperkenalkan atau diajarkan sejak anak usia dini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, asalkan rajin kosa kata bahasa Inggris kita pun akan bertambah.

Native Speaker atau Lokal?

Mungkin sebagian orang akan berpikir kalau kita belajar langsung dari sang penutur aslinya (Native Speaker). Namun seperti kita ketahui bahwa belajar langsung dengan para native speaker, jadi alangkah baiknya jika belajar bahasa Inggris dengan menyesuaikan budget yang dimiliki. Lebih lagi saat ini sudah banyak guru-guru lokal yang cukup kredibel dan tak kalah dari mentor-mentor bule yang harganya selangit.

Perlu dipertimbangkan juga bahwa native speaker belum tentu native teacher. Hal ini bukan mengada-ada, tidak semata-mata kualitas berbanding lurus dengan harga pula. Mengajar bahasa Inggris memang tidaklah mudah, tapi para tutor lokal tentunya juga memiliki pengalaman. Mereka pasti memiliki teknik mengajar yang benar, bagaimana approach nya, bagaimana metode nya, teori belajar apa rujukannya, dan sebagainya. Itulah sebabnya sampai muncul istilah TEFL (Teaching English as a Foreign Language), yang intinya adalah bagaimana mengajar bahasa Inggris yang benar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: