Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andika Novaliant

Digital Strategist | Social Media Enthusiast | Writer

Alasan Mengapa Kita Harus Bisa Bahasa Inggris

REP | 03 January 2013 | 16:57 Dibaca: 1612   Komentar: 0   1

Bahasa Inggris memang telah menjadi alat komunikasi yang mendominasi segala bidang, mulai dari teknologi, pendidikan, politik, perdagangan, dan lain sebagainya. Bahkan semua manual book piranti elektronik yang kita miliki di rumah pasti berbahasa Inggris, meskipun medium of instruction berbahasa Indonesia juga di sisipkan di dalamnya.

Bahkan suka tidak suka bahasa Inggris juga dipilih sebagai bahasa ke dua di beberapa negara Asia, sebut saja Filipina, Singapura, dan Malaysia. Bahasa Inggris merupakan alat komunikasi yang paling sering. Lantas apakah masih pantas kalau kita tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali, mengingat English is a global ‘Lingua Franca’?

Sayangnya masih banyak orang yang enggan belajar bahasa Inggris karena merasa terlalu tua untuk dapat menguasai bahasa Inggris. namun tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar dan ilmu pengetahuan, benar bukan?

Untuk bisa menguasai tata bahasa Inggris dengan baik, tentunya kita perlu memperbanyak kosakata bahasa Inggris yang memang menjadi modal utama dalam mempelajari bahasa ini.

Mempelajari kosakata bukanlah hal yang sulit. Siapa saja bisa mempelajarinya dengan cepat asalkan setelah dipelajari, kosakata harus digunakan sesering mungkin. Kosakata sebaiknya memang diperkenalkan atau diajarkan sejak anak usia dini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, asalkan rajin kosa kata bahasa Inggris kita pun akan bertambah.

Native Speaker atau Lokal?

Mungkin sebagian orang akan berpikir kalau kita belajar langsung dari sang penutur aslinya (Native Speaker). Namun seperti kita ketahui bahwa belajar langsung dengan para native speaker, jadi alangkah baiknya jika belajar bahasa Inggris dengan menyesuaikan budget yang dimiliki. Lebih lagi saat ini sudah banyak guru-guru lokal yang cukup kredibel dan tak kalah dari mentor-mentor bule yang harganya selangit.

Perlu dipertimbangkan juga bahwa native speaker belum tentu native teacher. Hal ini bukan mengada-ada, tidak semata-mata kualitas berbanding lurus dengan harga pula. Mengajar bahasa Inggris memang tidaklah mudah, tapi para tutor lokal tentunya juga memiliki pengalaman. Mereka pasti memiliki teknik mengajar yang benar, bagaimana approach nya, bagaimana metode nya, teori belajar apa rujukannya, dan sebagainya. Itulah sebabnya sampai muncul istilah TEFL (Teaching English as a Foreign Language), yang intinya adalah bagaimana mengajar bahasa Inggris yang benar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Menyambut Baik Undang-undang Panas Bumi …

Ikhsan Harahap | | 27 August 2014 | 10:03

Jokowi: Rekonsiliasi Itu Apa? …

Armin Mustamin Topu... | | 27 August 2014 | 05:58

Mengapa Turis Tiongkok Tidak Suka ke …

Leo Kusima | | 27 August 2014 | 11:46

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 8 jam lalu

“Kelompok Busuk Menolak Ahok” …

Pakfigo Saja | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: