Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andika Novaliant

Digital Strategist | Social Media Enthusiast | Writer

Alasan Mengapa Kita Harus Bisa Bahasa Inggris

REP | 03 January 2013 | 16:57 Dibaca: 1597   Komentar: 0   1

Bahasa Inggris memang telah menjadi alat komunikasi yang mendominasi segala bidang, mulai dari teknologi, pendidikan, politik, perdagangan, dan lain sebagainya. Bahkan semua manual book piranti elektronik yang kita miliki di rumah pasti berbahasa Inggris, meskipun medium of instruction berbahasa Indonesia juga di sisipkan di dalamnya.

Bahkan suka tidak suka bahasa Inggris juga dipilih sebagai bahasa ke dua di beberapa negara Asia, sebut saja Filipina, Singapura, dan Malaysia. Bahasa Inggris merupakan alat komunikasi yang paling sering. Lantas apakah masih pantas kalau kita tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali, mengingat English is a global ‘Lingua Franca’?

Sayangnya masih banyak orang yang enggan belajar bahasa Inggris karena merasa terlalu tua untuk dapat menguasai bahasa Inggris. namun tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar dan ilmu pengetahuan, benar bukan?

Untuk bisa menguasai tata bahasa Inggris dengan baik, tentunya kita perlu memperbanyak kosakata bahasa Inggris yang memang menjadi modal utama dalam mempelajari bahasa ini.

Mempelajari kosakata bukanlah hal yang sulit. Siapa saja bisa mempelajarinya dengan cepat asalkan setelah dipelajari, kosakata harus digunakan sesering mungkin. Kosakata sebaiknya memang diperkenalkan atau diajarkan sejak anak usia dini. Namun seiring dengan berjalannya waktu, asalkan rajin kosa kata bahasa Inggris kita pun akan bertambah.

Native Speaker atau Lokal?

Mungkin sebagian orang akan berpikir kalau kita belajar langsung dari sang penutur aslinya (Native Speaker). Namun seperti kita ketahui bahwa belajar langsung dengan para native speaker, jadi alangkah baiknya jika belajar bahasa Inggris dengan menyesuaikan budget yang dimiliki. Lebih lagi saat ini sudah banyak guru-guru lokal yang cukup kredibel dan tak kalah dari mentor-mentor bule yang harganya selangit.

Perlu dipertimbangkan juga bahwa native speaker belum tentu native teacher. Hal ini bukan mengada-ada, tidak semata-mata kualitas berbanding lurus dengan harga pula. Mengajar bahasa Inggris memang tidaklah mudah, tapi para tutor lokal tentunya juga memiliki pengalaman. Mereka pasti memiliki teknik mengajar yang benar, bagaimana approach nya, bagaimana metode nya, teori belajar apa rujukannya, dan sebagainya. Itulah sebabnya sampai muncul istilah TEFL (Teaching English as a Foreign Language), yang intinya adalah bagaimana mengajar bahasa Inggris yang benar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: