Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kusnandar Putra

Adalah guru SMP Islam dan Madrasah Aliyah Tanwirussunnah, Gowa. Diamanahkan "memegang" mata pelajaran IPA, IPS, selengkapnya

Kasihan! Bu Guru yang Seksi Ditegur Siswinya

OPINI | 08 January 2013 | 13:43 Dibaca: 3556   Komentar: 30   5

بِسْمِ-اللهِ-الرَّحْمنِ-الرَّحِيم

Baru saja seorang siswi kelas IV SD menegur gurunya yang memasang Photo Profil seksi. Anak yang culun ini jelas sangat merasa aneh, guru yang tadinya di kelas terlihat sebagai sosok diteladani namun di belakang cermin, nampak belangnya!

Nah, lho!

Untuk itu, guru itu sekali lagi jangan diemban oleh sosok yang hanya bertugas sebagai peminat profesi bukan amanah. Karena sangat berbeda keduanya. Kalau peminat profesi ia hanya mengejar jam dan investasi berupa kebutuhan hidup. Namun, jika guru menjalankan amanah, ia maksimal dalam mendidik. Ia ikhlas mengajar, tampilannya sopan di depan dan di belakang siswanya.

Guru yang barusan ditegur oleh siswi itu adalah euforia yang jamak terjadi di akhir-akhir ini. Ada seorang rekan yang pernah menceritakan temannya, dia guru di pesantren. Namun, dilihat beberapa postinganya di FB, ternyata dia banyak-banyak memosting status “lebay”, ada juga komentar-komentar ‘dewasa’ bersama muridnya. Bayangkan! Ini guru, guru pesantren lagi! Kok masih ada lebay, menjaring siswi sebagai lahan komunikasi ‘berlebihan’. Karena itulah, menjadi guru sekali lagi, tidak gampang! Kalau hanya sekedar membeli ijazah memang mudah, Anda hanya menyisikan uang 7 juta, maka ada beberapa instansi yang siap menerbitka ijazah ilegal. Tetapi, apakah tidak ada rasa khauf (baca: takut) orang-orang seperti ini?

Guru bukanlah mie instan yang mudah di sajikan di khalayak umum. Ada proses pengalaman dan keilmuan yang matang harus ditempuh dulu. Lebih baik kerja ikan di rumah, menggorengnya, ketimbag pura-pura mendidik siswa tetapi tidak ada niat yang ikhlas. Guru seperti ini hanya mencederai masa depan anak-anak. Teringatlah sebuah kalimat,

“…banyak anak yang pintar, tapi tak mampu mengendalikan emosi. Akhirnya, ketika stres, mereka memilih bunuh diri.”

Ini disebabkan karena guru yang tidak bisa memberikan pelayanan batin kepada muridnya. Jadi, cenderung bersikap praktis! Anak jadi sasaran!

Salam

Pak Kus

www.kusnadarputra.blogspot.com

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 10 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 13 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 14 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

“Sakitnya Tuh di Sini” versus …

Wahyudi Kaha | 7 jam lalu

Foto Foto Ini Bukti Kompasianival Ujud Nyata …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cerpen : Pak Guru dan Bros Bunga November …

Didik Sedyadi | 8 jam lalu

Kompasianer dan Tantangannya (ke Depan) …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

Dimanakah Guru Tanpa Tanda Jasa Itu Kini? …

Trisni Atmawati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: