Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Amin Enyong

Sering dikatai remason, mamarika, wahyudi, si onis, agen kontrasepsi, dll Twitter : @AFamin_ Blog : http://adigunaku.blogspot.com selengkapnya

Sekarang, Bukan Lagi Menolak Kurikulum 2013, tapi….

OPINI | 11 January 2013 | 06:19 Dibaca: 690   Komentar: 1   2

Pemberlakuan kurikulum 2013 sudah didepan mata. Sesuai rencananya, kurikulum 2013 akan mulai diterapkan mulai tahun ajaran baru tahun depan. Meskipun mendapat penolakan dari banyak pihak, seperti pakar pendidikan, guru, mahasiswa, dll, tapi sepertinya Bapak Menteri tetap keukuh pada pendiriannya bahwa beliau dan timnya akan terus maju dan tidak akan mundur. Bapak Menteri sangat yakin bahwa kurikulum 2013 ini sangatlah sempurna bila diterapkan. Hampir dalam setiap wawancara di media, Bapak Menteri selalu memperliahatkan kekerasan dan kengototannya akan kurikulum 2013 ini. Contohnya dalam suatu wawancara, beliau ditanya wartawan jika banyak yang menolak kurikulum ini dengan segala keanehan dan keganjilannya, dengan kuatnya pendirian Bapak Menteri menjawab, “Yah, banyak menolak, tapi banyak sekali juga yang mendukung,”

Ketika ditanya kenapa tidak melibatkan guru dalam perumusan kurikulum baru, Bapak Menteri selalu menjawab, “guru itu banyak, ribuan jumlahnya, bagaimana mengumpulkannya?”

Yah begitulah Menteri Pendidikan negeri ini, keras dan ngotot sekali sifatnya dalam konteks penerapan kurikulum ini.

Maka daripada itu, bagi siapa saja yang menolak, kiranya berhentilah untuk melakukan segala aksi karena Bapak Menteri sepertinya tidak akan goyah pendiriannya untuk tetap memberlakukan kurikulum yang saya baca dari beberapa pakar banyak sekali kerancuan didalamnya.

Marilah yang bisa dilakukan saat ini bukanlah melakukan segala aksi dan cara untuk menolak kurikulum 2013, tapi marilah kita berdoa dan memeprsiapkan apa-apa yang sekiranya disiapkan jikalau nantinya kurikulum 2013 ini diterapkan. Contoh baiknya bisa dilihat dari keberhasilan pembubaran RSBI oleh MK. (Amin)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 13 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 16 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 16 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 17 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Senyum Misteri Mba Mahasiswi …

Yanto Soedharmono | 7 jam lalu

Malaysia Juga Naikan Harga BBM …

Sowi Muhammad | 8 jam lalu

Salam Kompasianival Saudara …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Menulis bagi Guru, Itu Keniscayaan …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gerdema, Mentari Indonesia Dari Ufuk Desa …

Emanuel Dapa Loka | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: