Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Heru Mulyantoro

Kepada Badan Penelitian dan Pengkajian Nusantara GAFATAR

Manajemen Perubahan Organisasi

OPINI | 13 January 2013 | 15:04 Dibaca: 4027   Komentar: 0   0

Change is the Only Evidence of Live

1358063691444615081

Meja kerja ruang rapat tertanggal 13 Januari 2013 menjadi saksi buah pemikiran penulis pasca mendengar sedikit kabar gembira tentang siklus kehidupan abadi dalam alam semesta ini.  Informasi tersebut langsung mengendap di dalam otak penulis sehingga menyebabkan suatu tesa dan antitesa  pergumulan proses berfikir mendalam akan sebuah makna yang akan terjadi pada perjalanan pribadi maupun kehidupan alam raya. Alhasil berita itu terbawa dalam alam sadar dan penulis kembali kontruksikan dengan teori-teori ilmu alam semesta dalam kitab suci serta pendekatan para pakar ilmiah.  Lampiran microsof word ini merupakan sintesa kesimpulan mendasar akan sebuah kayakinan dasar (core belief) dan nilai-nilai dasar (core value) dalam menjalani suatu prediksi kehidupan ke depan yaitu “Perubahan”.  Satu kata namun memiliki milyaran makna.

Filosofi Perubahan

Makro sistem jagad raya ini mengalami kehidupan karena adanya 2 kekekalan abadi yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan Perubahan. Sang Raja alam semesta ini bersifat kekal sehingga mempunyai kekuasaan untuk mengabadikan perubahan, karena perubahan itu sendiri adalah kehidupan dan merupakan bagaian dari sifat dasar hukumnya. Sifat perubahan the constant is change merupakan suatu kondisi yang selalu terjadi terus menerus setiap satuan mili detik pada sesuatu yang hidup. Perubahan dapat berupa perubahan fisik, mental dan lingkungan. Perubahan pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka (like or dislike). Karena perubahan itu pasti terjadi, maka dituntut bagi setiap pelaku perubahan baik itu pribadi manusia, hewan, tumbuhan, organisasi, bangsa bahkan alam semesta ini untuk membiasakan diri menghadapi perubahan. Siklus rantai metamorphosis ulat menjadi kupu-kupu merupakan salah satu bukti empiris alam semesta bahwa setiap satuan waktu atau musim tertentu harus selalu merubah dirinya agar bisa bertahan hidup dan bermanfaat bagi kehidupan lainnya. Barang siapa tidak mau berubah maka akan tergilas mati oleh perubahan itu sendiri. Maka dari itu, perubahan harus dihadapi menggunakan ilmu. Sebuah ilmu dari sang Pencipta perubahan yaitu ilmu Manajemen. Ilmu yang telah dipersiapkan darinya untuk menyelesaikan segala sesuatu yang telah direkayasa dalam blue print atau grand desain tradisi penciptaan kehidupannya.

Manajemen Perubahan

Dalam perspektif kajian manajemen stratejik, manajemen perubahan adalah suatu strategi perubahan organisasi yang bertujuan untuk melakukan pembaruan terhadap kemampuan organisasi agar memiliki kinerja yang tinggi. Lebih dari itu, setiap diri manusia dan hewan sekalipun harus melakukan perubahan-perubahan akan mampu menyelaraskan diri dengan tantangan dan standar kehidupan alam lingkungan.

Manajemen perubahan merupakan strategi untuk menjamin eksistensi diri dan organisasi menuju tercapainya visi dan misi. Perubahan membutuhkan tools alat manajemen yaitu POLC. Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Leading (kepemimpinan dan penggerakan), serta Controlling (monitor dan evaluasi). Integrasi ilmu ini akan menjamin keterandalan dan kemampuan diri serta organisasi mengelola perubahan.

Untuk itu, dibutuhkan accelerating by self and organization yaitu pribadi manusia dan organisasi yang terus menerus berubah dengan cekatan dan gesit (skillfully and nimbly) dan dengan visi yang tepat. Setiap diri dan organisasi perlu mengupayakan bagaimana membuat perubahan terlaksana, membangun pengalaman diri dan organisasi dari kesuksesan dan kegagalan perubahan serta menyediakan wawasan praktis bagi proses perubahan.

Thomas Walther dalam Reinventing The CFO (1997) mengatakan bahwa “Change management in the process of aligning the organizations, people and culture with change in business strategy, organizational structure, system and process, properly executed”. Menurut Walther dengan melakukan manajemen perubahan akan tercipta: (a) Kepemilikan dan komitmen dengan perubahan yang direncanakan, (b) Perbaikan yang berkelanjutan dan dapat diukur, dan (c) Meningkatkan kapabilitas untuk mengelola perubahan di masa yang akan datang.

Jenis Manajemen Perubahan

Dua aspek utama yang perlu diperhatikan dalam melakukan manajemen perubahan yaitu:

Pertama, Sisi lunak yang berhubungan dengan manusia (soft side of management), merupakan suatu perubahan dan mengembangkan suatu visi ke mana perubahan harus diarahkan, menetapkan suatu tim infrastruktur perubahan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi komunikasi, mengintegrasikan budaya organisasi dengan perubahan yang direkomendasikan, mengembangkan sifat kepemimpinan perubahan, menyusun sasaran spesifik, menyusun alat untuk mengukur efektivitas perubahan serta menyusun mekanisme umpan balik dan sistem kompensasi.

Kedua, Sisi selain manusia (hard side of management), adalah perubahan eksternal diluar internal manusia seperti perbaikan pada prosedur operasional, proses manufaktur, restrukturisasi organisasi, manajemen mutu terpadu, proses keuangan dan efisiensi biaya administratif.

Siklus Tahapan Manajemen Perubahan

Alam semesta ini telah memberikan berjuta-juta contoh perilaku kehidupan eksistensi dari materi maupun inmateri dalam perubahan dirinya. Proses penciptaan manusia, penciptaan bumi dengan teori big bang, penciptaan Komodo, tumbuh kembangnya bunga Teratai merupakan suatu aktivitas revolusi perubahan diri menuju kesempurnaan ciptaanya. Fase-fase tahapan harus dilalui makhluk tersebut untuk menuju kejadian terbaiknya.  Sebagai contoh konkrit perubahan ada pada penulis sendiri saat mengetik meteri ini. Penulis sudah pastinya mengalami berjuta-juta perubahan dalam diri ini. Rentang kehidupan 0 tahun sampai 25 tahun hari ini telah terjadi perubahan restorasi diri baik secara fisik (hardware) maupun perubahan nilai (software). Penulis merasakan benar fase-fase yang terjadi, ada manis pahit, senang sedih, sukses gagal, maju mundur dan sebagainya. Itu semua harus dilewati oleh semua yang hidup, tanpa kecuali sebuah organisasi. Organisasi mengalami fase perkembangan organisasi agar mampu bertahan hidup.

David A. Nadler dkk (1994) mengemukakan pendekatan manajemen perubahan melalui lima tahap, yaitu:

Pertama, mendiagnosis keadaan, baik yang menyangkut kekuatan, kelemahan, ancaman maupun peluang dan keunggulannya. Fokus kegiatan ini adalah pada aspek kepemimpinan, identitas organisasi dan arsitektur organisasi. Selain itu, mengidentifikasi sumber pemicu perubahan (change trigger), menilai dampak dari pemicu perubahan, menilai kesesuaian organisasi dengan situasi eksternal, memutuskan perubahan yang diambil, menetapkan rencana perubahan dan melakukan penyesuaian dengan elemen-elemen manajemen.

Kedua, menjelaskan dan membangun koalisi dengan cara menyeleksi dan mengklarifikasi visi keadaan ke depan, menciptakan agen perubahan dan mengoptimalkan rencana perubahan organisasi serta intervensi yang dilakukan.

Ketiga, tindakan yaitu melakukan aktivitas organisasi yang merupakan penyelesaian dari serangkaian isu yang harus dipecahkan melalui tindakan nyata.

Keempat, konsolidasi dan perbaikan.

Kelima, tindakan untuk mempertahankan (sisi positif dan kemanfaatan) dari perubahan yang telah dilakukan.

Selain dari pada itu, strategi perubahan membutuhkan pengakuan terhadap perlunya perubahan yang melibatkan dan persetujuan mutlak dari pimpinan. Perubahan yang direncanakan berhubungan dengan organisasi, sehingga perkembangan proses yang direncanakan berubah. Tahapan ini berkaitan dengan jawaban terhadap pertanyaan  5 W + 1 H mengenai apa yang akan diubah, kapan akan mengubah, dimana berubah, siapa yang merubah, kenapa berubah dan bagaimana mengubahnya. Implementasi perubahan berhubungan dengan perubahan nyata pada struktur, teknologi, tugas atau orang melalui program reorganisasi.

Kunci Penentu Kemenangan Perubahan

Perubahan mempunyai konsekuensi logis terhadap keberlangsungan kehidupannya. Sukses menghadapi perubahan akan eksis dan hidup sementara gagal menghadapi perubahan akan mati dan ditinggal peradaban. Kupu-kupu dan binatang atau tanaman sangat paham akan fenomena lingkungan yang mempengaruhi proses revolusi dirinya. Faktor-faktor lingkungan menjadi energi kehidupan yang dapat menjadikannya bertahan hidup. Sama halnya dengan restorasi perubahan diri, hendaknya setiap insan pribadi menusia mengetahui SWOT (Strengh : kekuatan, Weaknees : kelemahan, Treath : Tantangan, Opportunity : Peluang) dalam dirinya serta varian predictor sisi luar lingkungan yang mampu membantu bertahan hidup. Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuannya. Tatkala sudah mengenal Tuannya maka apa yang akan diuji oleh Sang Tuan sudah pasti diberikan jawaban dan solusinya. Revolusi organisasi juga demikian, dia membutuhkan integrasi internal dan adaptasi eksternal untuk memperoleh eksistensi dan pengakuan dalam dunia sekitarnya. Robert H. Miles (1997) dan dikembangkan oleh Walton (2000) menyatakan bahwa elemen penentu keberlangsungan kehidupan organisasi adalah: (1) visi, (2) strategi, (3) struktur organisasi (4) infrastruktur, (5) Sumber daya manusia, (6) kompetensi, dan (7) kultur.

Selain itu, dalam ranah kitab suci juga mengajarkan akan suatu dimensi penentu kemenangan sebuah diri maupun organisasi bahkan suatu negeri. Ilmu tersebut dapat kita peroleh menggunakan pendekatan eksistensi pohon. Sebuah pohon yang baik itu mempunyai sifat dan karakter akarnya kuat, batangnya menjulang tinggi, dan berbuah setiap musimnya. Hal ini sama dengan makna iman (core belief) yang harus menggenapi tiga kcriteria seperti pohon tersebut, iman harus diyakini dalam pikiran, diucapkan dengan lesan, dan diamalkan dalam perbuatan. Secara psikologis, kesuksesan hanya bisa diraih melalui revitalisasi diri yang meliputi adanya harapan/input (akar), semangat/proses (batang), dan keyakinan kemenangan/output (buah). Itulah dimensi kun fa yakun, bahwa segala sesuatu itu harus ‘jadilah’ pada rencana atau gambar dan diproses dengan implemantasi sungguh-sungguh ‘ maka’ akan ‘terjadi’ kemenangan yang nyata.

Demikianlah kebenaran dari ilmu. Ilmu yang ilmiah, logis, empiris, dan sistematis. Ilmu mempunyai peranan kebenaran universal dalam menjelaskan kejadian, mengendalikan kejadian, dan memprediksi kejadian ke depan. Terakhir, penulis hanya bisa dan akan selalu meminta perlindungan dari Sang Penguasa Kehidupan agar selalu diberikan ilmu serta konsistensi dalam menapaktilasi suatu tradisi kehidupan alam semesta. Bersiap-siaplah berubah, karena perubahan kedepan PASTI terjadi. Perubahan hanya ada dua “Revolusi atau Devolusi” atau dalam bahasa sederhana “Hidup atau Mati”.

Terinspirasi oleh teori kitab suci Qs: Ar Ra’d [13]: 11

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Buruk untuk Pengguna APTB, Mulai Hari …

Harris Maulana | | 01 August 2014 | 11:45

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Mendekap Cahaya di Musim Dingin …

Ahmad Syam | | 01 August 2014 | 11:01

Generasi Gadget dan Lazy Parenting …

Umm Mariam | | 01 August 2014 | 07:58

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 7 jam lalu

Kader PKS, Mari Belajar Bersama.. …

Sigit Kamseno | 9 jam lalu

Kalah Tanpo Wirang, Menang Tanpo Ngasorake …

Putra Rifandi | 10 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: