Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mahalnya Biaya Kuliah di FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogya

REP | 15 January 2013 | 22:50 Dibaca: 3006   Komentar: 0   0

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga, merupakan fakultas baru yang terdiri dari dua jurusan atau prodi yaitu ekonomi syariah dan perbankan syariah. Fakultas ini muncul sebagai akibat berubahnya status dari Institut (IAIN) menjadi Universitas (UIN), yang sebelumnya juga sudah berdiri Fakultas Saintek, dan Fakultas Isoshum

UIN Sunan Kalijaga terkenal sebagai kampus rakyat, nama ini di sematkan karena murahnya biaya pendidikan dikampus ini. Saya teringat dulu, ketika biaya pendidikan akan mengalami kenaikan, walaupun masih wajar, terjadi protes massif dari kalangan mahasiswa, ini membuktikan bahwa UIN Sunan Kalijaga benar-benar kampus rakyat.

Banyak mahasiswa yang memilih kampus UIN Suka dikarenakan biaya pendidikan yang murah dengan status Negeri, namun nampaknya tidak berlaku bagi mahasiswa FEBI. Biaya masuk plus semester 1 di FEBI sebesar Rp 3.850.000,-, biaya ini merupakan biaya paling besar dibanding dengan fakultas lain yang ada di UIN Suka.

Mungkin ada yang bilang, biaya segitu ya sangat murah, dibanding dengan kampus lain………….eiiiit nanti dulu, mari kita lanjutkan….

Biaya masuk plus semester 1 di FEBI sebesar Rp 3.850.000,-, ini yang ada di pikiran mahasiswa FEBI ketika masuk di kampus ini, dan mereka menganggap wajar. Ketika semester 1 telah berlalu dan akan menginjak semester berikutnya, mereka disodori surat pemberitahuan biaya pendidikan, yang ditandatangani oleh a.n.Rektor Bid. Akademik. Bagaimana mereka tidak terkejut, dalam surat pemberitahuan itu terlampir rincian biaya pendidikan dari semester 1 sampai semester 8 yang jumlahnya na’udzubillah untuk ukuran kampus rakyat ini, dan rincian biaya pendidikan itu tidak ada atau tidak disampaikan diawal ketika mahasiswa akan masuk / mendaftar di kampus UIN ini. Inilah yang menjadi dilema bagi mahasiswa FEBI, jika meneruskan kuliah dihadapkan pada biaya yang begitu besar, dan jika drop out dari kampus, rugi biaya dan tenaga selama satu semester. Berikut rincian biaya pendidikan untuk program studi ekonomi syariah:

Rincian Biaya

Semester

1

2

3

4

5

6

7

8

SPP

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

600.000

Praktikum

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

300.000

Bridging Course

750.000

750.000

750.000

750.000

750.000

750.000

750.000

750.000

Pengembangan Kompetensi

500.000

1.625.000

2.000.000

2.500.000

2.625.000

2.625.000

2.625.000

1.950.000

Total

2.150.000

3.275.000

3.650.000

4.150.000

4.275.000

4.275.000

4.275.000

1.950.000

Total biaya pendidikan sebesar Rp 28.000.000,-. Bila dilihat dari rincian biaya diatas, pos yang paling besar memakan biaya adalah pengembangan kompetensi. Jika benar untuk pengembangan kompetensi, seharusnya Universitas sudah siap dengan segala program berikut dana atau biayanya_tanpa membebankan pada mahasiswa, mengingat FEBI adalah fakultas baru yang sedang mengejar akreditasi.

Munculnya surat pemberitahuan tersebut mendapat protes keras dari mahasiswa FEBI dan dalam pertemuan terakhir antara mahasiwa dengan pihak fakultas, mahasiswa dapat kompensasi pemotongan biaya pendidikan dengan syarat “mengaku menjadi miskin” atau membuat surat keterangan tidak mampu. Nampaknya perjuangan mereka sampai disini….

Mari kita bernyanyi…….

KEMANA KEMANA KEMANA………….KEMANA MEREKA HARUS MENGADU

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: