Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Aldiano Majid

Sesosok mahasiswa ilmu komunikasi UIN Sunan Kalijaga | Berjuang untuk meraih kesuksesan dengan cara yang selengkapnya

Pendidikan Formal Vs Pendidikan Informal

OPINI | 15 January 2013 | 20:13 Dibaca: 2670   Komentar: 0   0

Pendidikan, siapa yang tidak mengenyam sebuah pendidikan. Pendidikan bisa kita dapat diberbagai tempat. Pendidikan bisa kita dapat melalui pendidikan formal atau informal. Pendidikan informal adalah pendidikan yang didapat dari pendidikan yang bersifat tidak resmi, seperti pendidikan alam dan pendidikan lain diluar pendidikan disuatu lembaga sekolah.

Sedangkan pendidikan formal, yaitu pendidikan yang biasa kita lihat di sekitar kita seperti pendidikan yang kita peroleh di sekolah dasar hingga perguruan tinggia. Pendidikan formal cenderung mengarah dan terpaku kepada kurikulum yang ada dan cenderung mengikuti dari suatu sistem tertentu. Pendidikan formal lah yang diakui oleh pemerintah di Indonesia yang disertifikasi serta berijasah sebagai tanda kelulusan. Pendidikan formal yang memadukan pelajaran konstektual dan praktek yang mengharapkan siswa dapat belajar secara teori dan praktek.

Pelajaran formal dengan karakteristik belajar dikelas dan terpusat oleh guru atau dosen sebagai pembimbing dan pengajar dalam pembelajaran formal. Terdapat suatu reward dalam pendidikan formal yaitu nilai atau angka tertentu yang mensimbolkan bahwa siswa tersebut disebut pandai atau memiliki suatu kelebihan.

Selanjutnya, adalah pendidikan informal. Pendidikan ini sangat jarang kita temui di Indonesia, entah sebab apa pendidikan informal cenderung tidak diminati. Apakah karena kurangnya sosialisasi pendidikan informal atau memang kurangnya pendidikan informal di Indomesia. Sebagai contoh, terpadat suatu sekolah alam yang bersifat tidak formal. Pendidikan ini berciri khas karena menggunakan konsep alam. Tempat belajarnya pun bukan di kelas ruangan melainkan di alam yang terbuka dan pelajarannya pun tidak teks book melainkan sebuah ketrampilan-ketrampilan yang dibekali dari tentor yang sudah mahir dengan alam.

Selain ketrampilan yang diajarkan juga tedapat pendidikan yang bersifat etika dan tata krama guna memndidik para siswa agar dapat bersopan santun terhadap masyarakat disekelilingnya. Kemudian, pendidikan informal yang lainnya terkadang tidak kita sadari, tapi sebenarnya pendidikan informal kita dapatkan setiap saat. Misalkan pendidikan keluarga, tentunya kita semua punya keluarga dan disetiap keluarga pasti kita pernah dapat suatu nasehat dari orang tua kita atau dari sanak keluarga kita yang lain.

Hal itu lah yang juga bisa dimasukan dalam pendidikan informal. Pendidikan keluarga, sangat lah penting bagi kehidupan bermasyarakat. Dikarenakan sebelum seseorang terjun ke dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang terlebih dahulu pasti dapat pendidikan keluarga dan jika di dalam keluarga kita dapat pendidikan yang baik dan terarah seperti pendidikan mengenai akhlaq, etika, cara bertutur kata dan pendidikan yang lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap kebiasaan.

Jika seseorang sudah terbiasa melakukan sesuatunya dengan terbiasa, masa dia akan selalu melakukan sesuatu hal juga dengan seperti apa yang dia biasa lakukan. Atas dasar itu lah pendidikan keluarga sangat diperlukan. Karena jika seseorang telah sukses di dalam keluarganya, bukan tidak mungkin jika seseorang terjun ke dunia masyarakat yang lebih luas dari keluarga, maka masyarakat tersebut akan baik pula tergantung bagaimana keluarga mendidiknya.

Itu lah pelajaran mengenai pendidikan formal dan informal, yang kedua-duanya sebenarnya saling melengkapi dan dapat saling bermanfaat. Kata kunci yang paling penting adalah pendidikan sangat lah diperlukan bagi seseorang agar seseorang dapat berperilaku baik, cerdas, beretika baik di kehidupan bermasyarakat. Jika semua orang di sebuah lingkungan masyarakat memiliki pendidikan yang baik, maka bisa dipastikan di lingkungan tersebut masyarakatnya bisa tentram, damai dan nyaman hanya karena satu hal yaitu pendidikan.

Hal ini harus perlu dibina dan diterapkan disetiap keluarga, karena keluarga merupakan unsur terkecil dalam sebuah masyarakat. Dari hal kecil ini lah pendidikan bisa tumbuh perkembang menjadi besar. Jika dari hal kecil ini bisa dibina dengan baik, maka hal kecil yang tumbuh menjadi besar dapat menjadi baik bula. Tergantung dari bibit yang kita tanam dari awal.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Forest Mind: Menikmati Lukisan di Tengah …

Didik Djunaedi | | 22 October 2014 | 22:20

“Yes, I’m Indonesian” …

Rahmat Hadi | | 22 October 2014 | 10:24

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Presiden Jokowi Melanggar Hukum? …

Hendra Budiman | | 22 October 2014 | 17:46

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05


TRENDING ARTICLES

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 11 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 11 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 12 jam lalu

MH370 Hampir Pasti akan Ditemukan …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Waspada Scammer di Linkedin, Temanku Salah …

Fey Down | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: