Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ketika Uang Berbicara

OPINI | 16 January 2013 | 20:03 Dibaca: 312   Komentar: 0   0

Uang… Uang dan Uang, itulah yang dikejar hampir seluruh masyarakat dunia. Apapun dilakukan demi uang, segala cara ditempuh dengan baik maupun buruk demi uang. Ya begitulah berharganya uang. Saya tidak mau munafik, siapa sih yang tidk membutuhkan uang? pasti semua butuh. Tetapi proses mendapatakannya yang berbeda antar masing-masing jutaan orang di dunia. Mengapa saya menulis tulisan ini, saya tiba-tiba teringat oleh perkataan teman saya ketika kami bertemu. Seorang teman saya, yang mempunyai cita-cita sama seperti saya yaitu menjadi seorang Dokter, akan tetapi kita juga sama-sama ¬†justru masuk Fakultas Psikologi. Bedanya dia di Jati Nangor saya di Cempaka Putih. Ketika itu teman saya bercerita bahwa dia tetap mempunyai cita-cita untuk emnjadi seorang dokter, dimanapun itu. Entah di Perguruan Negri atau Swasta dia tidak perduli, intinya dia menjadi dokter. Dia pun mulai bercerita tentang teman-temannya yang berkuliah di Psikologi Unpad, dia bercerita kepada saya, rata-rata anak Psikologi di kampus dia itu salah masuk jurusan, loh? apa maksudnya? jadi dia bilang kalau rata-rata anak disana mau nya masuk ITB atau masuk FK tetapi malah masuknya kesana. Suatu ketika teman saya itu berkumpul dengan teman-temannya yang merasa salah masuk jurusan.

Mereka saling bertukar pikiran, mulailah ke si anak yang kita bisa beri inisial A. Si A bercerita panjang lebar tentang impiannya untuk menjadi dokter, akan tetapi dia merasa ada ketidak adilan. Ketika A bersekolah, ada 1 anak yang diprediksi tidak naik kelas/lulus UN. Akan tetapi ketika dia tau bahwa anak tersebut masuk Fakultas Kedokteran ternama di Indonesia, bahkan bisa dibilang nomer 1. Dia sontak kaget, bukannya merasa besar kepala karna si A pintar, tapi A kaget karna dia tau dan semua orang juga tau. Tidak gampang untuk masuk ke Fakultas Kedokteran sekalipun itu swasta, kalo memang dia tidak ada dasar yang baik dan mumpuni di sekolah. Ya memang anak itu mempunyai keluarga yang mempunyai lebih dibanding si A. Yang membuat saya kaget dan merasa “seharusnya saya bersyukur” adalah ketika teman saya bilang “iya terus si A bilang, coba deh kalian pikirin seberapa besarnya pengaruh uang buat kuliah. Coba gue apa? gue ga dapet kedokteran yang gue mau sedangkan gue bating tulang demi dapet negri kedokteran dengan beasiswa. ¬†Gue kuliah di sini aja pake bidik misi, orang tua gue ga mampu buat masukin gue ke universitas swasta. Coba deh kalian pikirin lagi, buat kalian yang masih mau ngejar impian kalian dan mencoba berbagai cara nantinya. Coba kalian pikirin orang-orang seperti gue yang gak mampu ngelawan uang”

Coba kita bayangin, bukan cuman 1 pastinya orang seperti itu di dunia ini, pasti banyak. Dunia pendidikan saja bisa seperti itu, padahal para generasi muda yang akan meneruskan semua ini. Tapi justru generasi muda yang dipersulit. Salah siapa ini? coba kita mulai berkaca pada diri masing-masing sebelum kita menuntut pemerintahan. Apakah kita sudah menjadi warga negara yang baik? barulah kita berpikir Apakah negara kita sudah memberikan respon terhadap sikap kita sebagai warga negara yang baik?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 8 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 8 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 9 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 11 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: