Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Tik Dahulu dan Tik Sekarang

REP | 19 January 2013 | 22:50 Dibaca: 148   Komentar: 0   0

Oleh : Parwati

Pada awal mengajar yaitu tahun 1999, mata pelajaran komputer merupakan salah satu mata pelajaran termasuk dalam kategori mata pelajaran mulok, jadi tidak semua sekolah mengajarkan komputer karena harus menyediakan sarana dan prasarana yang tidak murah. Karena tingginya minat anak dan orang tua yang tertarik dengan pelajaran komputer maka pelajaran komputer hampir diberikan di sekolah-sekolah walaupun adanya keterbatasan komputer, dan pada perkembangan berikutnya komputer menjadi salah satu mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah mulai dari tingkat SMP, SMA maupun SMK.

Pengalaman saya mulai dari menjadi guru komputer hingga berubah menjadi guru TIK, banyak sekali yang harus saya kuasai yaitu soal EYD, dimana pada saat mengetik tentu saja memberi contoh mengetik secara benar baik itu susunan kalimatnya maupun pengunaan tanda baca, pemakaian awalan dan akhiran dan lain-lain. Begitu juga pada saat memberi materi membuat grafik, tidak hanya mutlak memberi langkah-langkah membuat grafik tetapi juga memberi keterangan mengapa harus dengan grafik, penerapan jenis grafik dan lain-lain yang ada kaitannya dengan pelajaran yang lain yaitu matematika dan ekonomi. Sebenarnya banyak sekali materi TIK yang berkaitan dengan mata pelajaran yang lain dan mau tidak mau harus mencari tahu agar bisa memberi yang terbaik dan benar kepada anak-anak, bahkan di setiap pertemuan MGMP guru TIK selalu diingatkan bahwa TIK merupakan ujung tombak yang bisa diharapkan dapat mendukung mata pelajaran lain.

Seiring berjalannya waktu bahwa perubahan dalam teknologi berjalan dengan cepat, bahkan sekarang transaksi bisa terjadi tanpa tatap muka secara langsung dikarenakan bisa dilayani secara online, begitu juga adanya booming jejaring sosial, peranan guru TIK sebagai sensor maupun sebagai pemberi arahan multak sangat diperlukan karena intensitas orang tua dalam mengases internet tidak seperti guru TIK maupun guru-guru mata pelajaran yang lain.

Dengan adanya wacana kurikulum 2013 dengan mengintegrasikan TIK ke setiap  mata pelajaran apakah akan lebih efektf jika dibandingkan berdiri sendiri sebagai mata pelajaran?. Mengingat di daerah-daerah pinggiran masih banyak guru-guru yang sudah memiliki komputer/ laptop namun masih enggan untuk belajar dengan alasan usia, waktu dan lain-lain. Bahkan dalam kenyataan, ada beberapa guru yang sudah belajar komputer menyatakan masih banyak kesulitan untuk bisa menerima tahap demi tahap atau langkah demi langkah dalam bekerja dengan komputer padahal niat untuk bisa komputer sudah ada. Selain itu banyaknya materi yang harus disampaikan guru, apakah memungkinkan untuk menyampaikan TIK disela-sela pembelajarannya?, misalnya guru menyampaikan materi dengan powerpoint, apakah bisa menyisipkan cara membuat presntasinya disela materi yang disampaikan, belum lagi materi-materi yang tergolong sulit di dalam TIK, apabila pengetahuan tentang TIK minim, akankah berdampak positif terhadap anak didik.

Perkembangan teknologi dan informasi  yang semakin canggih dan berkembang cepat akan diimbangi dengan penyampaian yang kurang tersetruktur karena bersifat diselipkan pada mata pelajaran lain, akankah hal ini akan membawa perkembangan pendidikan Indonesia ke depan yang cerdas, inovatif dan cemerlang atau malah sebaliknya yaitu kemunduran, yang semestinya pembelajaran TIK dikembangkan ke penerapan atau aplikasi nyata, bukanya hilang dan melebur dengan mata pelajaran lainnya, ditengah-tengah ditemuinya kenyataan minimnya pengetahuan guru tentang komputer yang terbukti pada pelaksanaan ujian kompetensi guru secara online banyak yang gagal karena tidak didukung dengan kemampuan mengoperasikan komputer dengan benar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 7 jam lalu

Di Kupang, Ibu Negara yang Tetap Modis namun …

Mba Adhe Retno Hudo... | 8 jam lalu

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 12 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 12 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: