Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Tejo Wahyono

tidak tahu ingin tahu belum bisa ingin bisa

Verifikasi Data Guru (Dapodik) Bikin Galau

REP | 24 January 2013 | 01:31 Dibaca: 28743   Komentar: 25   4

Saat ini berbagai pendataan sekolah dilakukan secara online, termasuk data guru atau Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Sekolah mengisi data melalui aplikasi pendataan sekolah dan dikirim ke server Dapodik. Pengisi data dari sekolah (operator sekolah ) pada umumnya GTT/PTT atau guru yang masih muda.

Mulai tahun 2013 penerbitan SK Tunjangan Profesi guru (SK Dirjen) didasarkan pada data guru (PTK) yang ada di Dapodik online. Salah satu koordinator sertifikasi guru di Kebumen menginformasikan bahwa SK tunjangan sertifikasi guru dikeluarkan setiap tiga bulan sekali. Apabila ada guru yang datanya di Dapodik belum valid maka namanya tidak akan tercantum dalam SK sehingga tunjangan profesinya tidak keluar dan hangus. Pembetulan data di Dapodik dapat dilakukan untuk penerbitan SK berikutnya, tetapi tiga bulan yang telah hangus tidak dapat diusulkan rapelan (hangus). Info di tampilan data Dapodik online juga jelas bahwa jika data tidak valid mengakibatkan guru yang bersangkutan Tidak Memenuhi Syarat mendapatkan tunjangan profesi.

13589658451554795929

Informasi di atas mendorong guru yang sudah sertifikasi untuk segera membetulkan data di Dapodik.Untuk mendapatkan data yang valid ternyata tidak semudah petunjuknya. Beberapa kesulitan antara lain: 1) Susah konek, data sudah diinput setelah diklik kembali ke halaman awal 2) Data terisi tidak sesuai input 3) data salah dinyatakan valid dan 4) Data sudah sesuai seharusnya “OK” tetapi di status tertulis belum sesuai . Misalnya pada gambar di bawah ini, kode bidang studi guru kelas SD 027 itu benar tetapi tetulis “ belum sesuai” dan “Kode sertifikasi tidak ditemukan di Dbase NRG”.

1358965900135159746

Kalau begini kacau jadinya. Operator sudah input data dengan benar-pun bisa jadi salah. Kenapa guru  yang datanya tidak valid karena aplikasi Dapodik yang eror terancam tidak menerima tunjangan profesi?

Guru yang datanya salah jadi galau. Bagaimana tidak galau, kalau data salah tidak dapat diperbaiki dan akan mengakibatkan hangusnya tunjangan profesi.

Simpang siur informasi memang bikin galau, tapi setelah lihat-lihat informasi lewat Mbah Gogel jadi agak jelas masalahnya. Lebih jelas lagi setelah tanya lewat inbok pada operator dapodik kabupaten serta mempelajari http://p2tkdikdas.kemdikbud.go.id/ptk/ dan http://www.sekolahdasar.net/2012/12/Data-yang-Harus-Dilengkapi-PTK-di-Dapodik-Terkait-Tunjangan.html

Beberapa hal yang perlu dicermati adalah:

  1. Server Dapodik kadang-kadang bermasalah sehingga tidak bisa diakses
  2. Server Dapodik kadang-kadang eror
  3. Data dari operator sekolah masuk ke p2tk dikdas, p2tk dikdas akan mengirim ke Dapodik pusat.
  4. Data belum selesai diupdate semua oleh p2tk dikdas sehingga data yang dirasa sudah benar pada aplikasi belum semuanya diproses
  5. Data masuk ke Dapodik pusat tidak langsung upload tapi melalui proses sinkronisasi
  6. Proses perbaikan data mulai dari sekolah menginput data sampai tampil di data Dapodik online dapat memakan waktu 2 – 7 hari.

Hal lain yang perlu diketahui adalah: guru perlu memiliki email, karena Informasi mengengai SK yang bersangkutan akan dikirimkan ke alamat email masing-masing. Calon penerima TP harus mengkonfirmasi kebenaran data ybs melalui email. Usulan yang belum dikonfirmasi tidak dapat diteruskan prosesnya, atau dianggap benar setelah batas waktu terlewati.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kurikulum Baru? Bingo! …

Nur Fatma Juniarti | 7 jam lalu

Cara Menghilangkan Komedo di Hidung …

Gunawan Eka Saputra | 8 jam lalu

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: