Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andi Hasdiansyah

saya hobbi menulis, membaca dan kadang menjadi mitos bagi sebahagian orang, itu saja!

Sekolah; Antara Kewajiban Pendidik dan Hak Peserta Didik

OPINI | 26 January 2013 | 13:19 Dibaca: 509   Komentar: 0   1

Kadang mereka sulit memahami dan membedakan yang mana hak dan yang mana kewajiban, sering saya temui dalam lingkungan sekolah atau  cerita murid, siswa, mahasiswa bahkan pengalaman  saya sendiri tentang sekolah yang digerakkan oleh sistem pengajaran yang sangat positivistik. fenomena miring yang terjadi dalam ruang belajar adalah pendidik selalu memposisikan dirinya sebagai seorang raja yang kadang tidak boleh dibantah atau dikritik begitupun dengan peserta didik kadang pula tidak tahu haknya sebagai seseorang ketika dipandang secara naluriah memiliki hak berbicara dan berpendapat bahkan sudah diamanatkan dalam UUD 1945. peserta didik memandang bahwa pendidik/guru/dosen adalah yang dipertuan dalam kelas dengan berbagai kontrak belajar yang telah mereka tetapkan sendiri dan tidak boleh dibantah atau dilanggar, kewajiban pendidik adalah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik bukan mencekoki otak mereka, memaksa sebuah pengetahuan baru masuk tanpa melalui proses yang sesungguhnya hal ini bisa membuat mereka stres-malas yang akhirnya terjerumus pada kehidupan yang tidak diharapkan. pola pengajaran harus dirubah, pendidik harus segera mungkin mematangkan kewajibannya tanpa menghiraukan hak peserta didik.

peserta didik mempunyai hak untuk dinilai secara objektif bukan atas dasar nepotisme atau karena ada tendensi pribadi kepada peserta didik, ini yang banyak terjadi dilingkungan sekolah intimidasi, nepotisme atau kedekatan khusus kepada pendidik akan mempengaruhi jumlah/besar nilai yang kita dapatkan meski tidak sesuai dengan relitas  sebenarnya. paradigma ini sudah membudaya dan menjadi senjata untuk mendapatkan nilai yang tinggi atau lulus pada sebuah perguruan tinggi, sekarang pendidikan tidak melihat lagi sisi intelektualitas seseorang namun sisi dompet, keakraban, atau karena ada kepentingan pribadi dari pihak tertentu. ini adalah sistem yang sangat disesalkan, katanya sistem pendidikan di Indonesia adalah satu kesatuan yang memiliki visi mencerdasakan kehidupan bangsa tapi toh ternyata semakin membuat negeri ini bodoh dan tertinggal.

Realitas lain dalam sekolah, peserta didik dituntut untuk menghormati dan mentaati norma-norma dan aturan yang berlaku namun kadang pendidik sendiri yang melanggar norma, tidak sedikit kita dengar di televisi-televisi tentang kejahatan yang dilakukan pendidik misalnya tindakan amoral, asusila, kriminal dan lain-lain, ini sudah jelas melanggar tapi kenyataanya merek masih melenggang dan tidak diberikan sanksi apa-apa, konspirasi macam apa ini? apakah memang pendidik berhak  meniduri peserta didik atau apakah peserta didik juga berkewajiban memberikan tubuhnya untuk dinikmati sang buas itu? sekarang pendidik yang berhak mengatur segalanya dan peserta didik berkewajiban mengikuti semuanya.

kita harus memiliki sistem sendiri, bukan mencangkok sistem pendidikan barat, secara geografis dan sosial budaya kita berbeda dengan mereka, sistem pendidikan kita harus kontekstual dengan mengacu pada kebutuhan mendasar peserta didik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Manusia Api …

Nanang Diyanto | | 19 September 2014 | 17:32

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Ini Dia ‘God Of Gamblers’ Dunia …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 7 jam lalu

Sudut Korner Senja Pelipur Lara …

Ishadi Ishak | 7 jam lalu

Rupiah Dipermainkan? …

Heno Bharata | 7 jam lalu

“Evan Dimas dan Paolo Sitanggang di Atas …

Leonardi | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: