Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andi Hasdiansyah

saya hobbi menulis, membaca dan kadang menjadi mitos bagi sebahagian orang, itu saja!

Sekolah; Antara Kewajiban Pendidik dan Hak Peserta Didik

OPINI | 26 January 2013 | 13:19 Dibaca: 561   Komentar: 0   1

Kadang mereka sulit memahami dan membedakan yang mana hak dan yang mana kewajiban, sering saya temui dalam lingkungan sekolah atau  cerita murid, siswa, mahasiswa bahkan pengalaman  saya sendiri tentang sekolah yang digerakkan oleh sistem pengajaran yang sangat positivistik. fenomena miring yang terjadi dalam ruang belajar adalah pendidik selalu memposisikan dirinya sebagai seorang raja yang kadang tidak boleh dibantah atau dikritik begitupun dengan peserta didik kadang pula tidak tahu haknya sebagai seseorang ketika dipandang secara naluriah memiliki hak berbicara dan berpendapat bahkan sudah diamanatkan dalam UUD 1945. peserta didik memandang bahwa pendidik/guru/dosen adalah yang dipertuan dalam kelas dengan berbagai kontrak belajar yang telah mereka tetapkan sendiri dan tidak boleh dibantah atau dilanggar, kewajiban pendidik adalah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik bukan mencekoki otak mereka, memaksa sebuah pengetahuan baru masuk tanpa melalui proses yang sesungguhnya hal ini bisa membuat mereka stres-malas yang akhirnya terjerumus pada kehidupan yang tidak diharapkan. pola pengajaran harus dirubah, pendidik harus segera mungkin mematangkan kewajibannya tanpa menghiraukan hak peserta didik.

peserta didik mempunyai hak untuk dinilai secara objektif bukan atas dasar nepotisme atau karena ada tendensi pribadi kepada peserta didik, ini yang banyak terjadi dilingkungan sekolah intimidasi, nepotisme atau kedekatan khusus kepada pendidik akan mempengaruhi jumlah/besar nilai yang kita dapatkan meski tidak sesuai dengan relitas  sebenarnya. paradigma ini sudah membudaya dan menjadi senjata untuk mendapatkan nilai yang tinggi atau lulus pada sebuah perguruan tinggi, sekarang pendidikan tidak melihat lagi sisi intelektualitas seseorang namun sisi dompet, keakraban, atau karena ada kepentingan pribadi dari pihak tertentu. ini adalah sistem yang sangat disesalkan, katanya sistem pendidikan di Indonesia adalah satu kesatuan yang memiliki visi mencerdasakan kehidupan bangsa tapi toh ternyata semakin membuat negeri ini bodoh dan tertinggal.

Realitas lain dalam sekolah, peserta didik dituntut untuk menghormati dan mentaati norma-norma dan aturan yang berlaku namun kadang pendidik sendiri yang melanggar norma, tidak sedikit kita dengar di televisi-televisi tentang kejahatan yang dilakukan pendidik misalnya tindakan amoral, asusila, kriminal dan lain-lain, ini sudah jelas melanggar tapi kenyataanya merek masih melenggang dan tidak diberikan sanksi apa-apa, konspirasi macam apa ini? apakah memang pendidik berhak  meniduri peserta didik atau apakah peserta didik juga berkewajiban memberikan tubuhnya untuk dinikmati sang buas itu? sekarang pendidik yang berhak mengatur segalanya dan peserta didik berkewajiban mengikuti semuanya.

kita harus memiliki sistem sendiri, bukan mencangkok sistem pendidikan barat, secara geografis dan sosial budaya kita berbeda dengan mereka, sistem pendidikan kita harus kontekstual dengan mengacu pada kebutuhan mendasar peserta didik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

Inspirasi, Imajinasi, dan Referensi Dalam …

Ryan M. | | 31 January 2015 | 20:03

Di Indonesia Olah Raga Masih Dianggap …

Den Bhaghoese | | 31 January 2015 | 15:40

Menyantap Roti di Gudang Rottie …

Ariesa Putris | | 31 January 2015 | 15:27


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 15 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 16 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 17 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 17 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: