Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Yukawira

easy going housewife

PERSIAPAN UJIAN AKHIR

OPINI | 28 January 2013 | 17:34 Dibaca: 178   Komentar: 0   0

MENGHADAPI UJIAN AKHIR

MEMPERSIAPKAN MENTAL ANAK DALAM MENGHADAPI UJIAN AKHIR


Ujian akhir sudah tinggal beberapa bulan lagi.. tetapi kadang kita dipusingkan dengan kondisi anak yang terlihat santai, bahkan tak pernah terlihat memiliki semangat belajar terutama untuk anak-anak usia sekolah dasar yang sama sekali belum pernah merasakan seperti apa ujian akhir itu.
Tidak jarang pula orang tua malah semakin sibuk mencari tempat-tempat bimbel tanpa mengkomunikasikan dan melihat kondisi anak yang sebenarnya.
Orang tua sering kali memaksakan diri demi mendapatkan poin plus memasukan anak-anaknya ke tempat-tempat bimbingan tanpa mempertimbangkan apakah si anak mampu atau tidak, suka atau tidak, nyaman atau tidak dan sebagainya.

Sebaiknya ada beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan diantaranya adalah :

Hindari anak belajar dalam kondisi stress
memaksa anak untuk belajar sementara anak sedang “tidak ingin belajar” akan mengakibatkan anak
dalam kondisi tertekan yang akhirnya mereka “terpaksa”belajar menuruti perintah orang tua hanya untuk menyelamatkan hidup.. dalam beberapa kasus selalu muncul kalimat “Daripada dimarahin terus, ya sudahlah belajar”


> Belajar dengan mellibatkan emosi penuh
Mengetahui keadaan emosi anak sangat penting untuk para orang tua, karena orang tua akan
mengetahui apakah pada saat anak disuruh belajar mungkin kondisinya sedang marah, sedih atau bahkan      sedang gembira.. memahami emosi anak akan lebih mudah membimbingnya dan mengambil keputusan          kapan sebetulnya saat yang tepat untuk menyuruh anak untuk belajar.

Informasi yang diberikan kepada anak adalah gembira
Berikan pengertian tentang apa itu ujian akhir kepada anak dengan tidak melebih-lebihkan menakuti
atau dengan memberikan sanksi yang berlebihan tentang ujian akhir.

Pada dasarnya kemampuan anak dalam belajar dan cara belajar yang membuat anak konsentrasi  pelajaran terbagi tiga .

Kemampuan belajar  Audio
Yaitu dimana saat anak belajar terbiasa dengan cara dijelaskan, melalui cerita, dalam hal ini peran guru dan orang tua sangat dominan. 80 % anak -anak terbiasa belajar dengan cara seperti in dan cenderung menjadi anak yang pasif.

Kemampuan belajar secara Visual
Anak dengan kebiasaan seperti ini belajarnya cenderung melalui apa yang dilihatnya, mengingat pelajaran dengan menggunakan media warna seperti anak mudah mengingat ketika membaca salah satu pelajaran dimana sebagian hurufnya menggunakan warna merah, biru, dan yang lainnya, atau mengingat melalui bentuk gambar.

Kemapuan belajar secara kinestetik
Biasanya anak seperti ini dalam menyerap pelajaran selalu membutuhkan konsentrasi yang tidak biasanya, semua anggota tubuh berperan seperti dia akan bisa memahami pelajaran sambil menggerak-gerakn kaki, mengetuk-ngetukan pensil diatas meja, atau mungkin sambil mendengarkan musik. Anak yang memiliki kebiasaan seperti ini akan lebih sulit mengerjakan soal-soal karena untuk menumpahkan  ingatan pelajaran dalam pikiran yang sudah diserapnya anak butuh media sesuai kebiassaannya.

Perkembangan Anak
Sebagai orang tua seharusnya selalu memperhatikan kebiasaan anak. Ada beberapa hal mengapa anak menjadi malas untuk belajar.
- Apa yang membuat anak menjadi mood untuk belajar.
mencari tahu kebiasaan anak saat anak benar-benar semangat dalam belajar, hal ini memudahkan
orang tua untuk meminta anak serius belajar.

- Jelaskan konsekuensi, sebab akibat ketika anak malas belajar dengan bahasa yang ringan dan mudah
dicerna oleh si anak.

Strategi Mengahadapi UN
1. Mendo’akan dan memberi semangat
2. Selalu berkomunikasi dengan pihak sekolah mengenai kondisi belajar anak
3. Memahami POS (Procedur Operational Standard) Standar Ujian
4. Kontrol dan bantu anak-anak untuk menata waktu mereka membagi waktu 24 jam menjadi 5 prioritas
> Prioritas pertama waktu untuk diri sendiri
> Prioritas kedua waktu untuk teman
> Prioritas ketiga waktu untuk keluarga
> Prioritas keempat waktu untuk masa depan (dalam hal ini belajar)
> Prioritas kelima waktu untuk yang memberi kehidupan (shalat 5 waktu, menjadi prioritas ke 5
karena waktunya sudah diketahui dan tidak berubah)

Persiapan Anak.
Mempersiapkan anak tidak melulu dengan menyuruhnya belajar tetapi juga mempersiapkan dalam segala hal seperti
1. Persiapan fisik
Dengan istirahat dan olahraga yang teratur, waktu tidur yang cukup.
2. Persiapan mental.
Mempersiapkan anak dalam segi psikologi, tidak memarahi anak dengan melakukan kekerasan fisik
maupun secara oral dengan makian atau kata-kata yang menyakiti hati anak.
3. Pencarian Informasi
Berusaha semaksimal mungkin mendapatkan informasi tentang soal-soal ujian, baik berupa kisi-kisi
mendapatkan latihan soal ujian yang diberikan guru.

Perasaan cemas dalam menghadapi ujian itu wajar, tetapi orang tua juga harus pandai mengarahkan perasaan cemas itu menjadi perasaan cemas yang positif, karena hampir semua anak yang menghadapi ujian memiliki kekhawatiran akan takut gagal ujian. Sebenarnya tidak ada kegagalan dalam ujian, yang ada adalah kegagalan dalam belajar.

Bagaimanapun setiap orang tua selalu menginginkan anaknya mendapatkan nilai ujian yang baik, jadi untuk mewujudkan semua itu tidak perlu semuanya dibebani kepada anak, tetapi kita sebagai orang tua harus berusaha pula semaksimal mungkin menjadi orang tua yang baik yang bijaksana dalam menyikapi karakter anak.

GOODLUCK. Yukawira.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

5 Jam Menuju Museum Angkut, Batu-Malang …

Find Leilla | | 31 July 2014 | 18:39

Kecoa, Orthoptera yang Berkhasiat …

Mariatul Qibtiah | | 31 July 2014 | 23:15

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Menjenguk Blowhole Sebuah Pesona Alam yang …

Roselina Tjiptadina... | | 31 July 2014 | 20:35


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 11 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 15 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 19 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: