Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abud Si Bambu Runcing

ini adalah hidupku tentang berjuang dan berusaha tampil beda. Menyibukkan diri dengan mengabdi di salah selengkapnya

Terancam 32 Mahasiswa UT D2 Perpustakaan UPBJJ Semarang Pokjar Karanganyar Demak Gagal Wisuda di Semester ini

REP | 28 January 2013 | 13:01 Dibaca: 2034   Komentar: 0   1

Demak. 27 Januari 2013, pagi itu sekitar 13 mahasiswa D2 perpustakaan UPBJJ Semarang Pokjar Karanganyar Demak berkumpul, membahas tentang nasib mereka yang tidak segera lulus dan mendapatkan ijazah. Padahal telah diketahui Mahasiswa lain yang mengenyam pendidikan seperti : Kudus dan Jepara yang sama beregistrasi di tahun 2010 dapat menyelesaikan kuliyahnya pada semester 4. sedangkan mereka yang hitunganya pembengkakan semester hingga semester 5 masih harus menunggu sampai semester 6.

“ padahal dulu, dari pihak pengelola telah berjanji tidak akan sama dengan kakak semester, yang menyelesaikan D2 hingga semester 5 “ tandas fathan komting dari pokjar karanganyar.

Tapi kenyataanya malah justru mereka lebih buruk, hingga saat ini belum ada kepastian kapankah selesainya kuliyah mereka?. Sampai pada saat nilai hasil semester 5 kemarin keluar di web resmi UT (www.ut.ac.id) semua mahasiswa yang tergabung di pokjar Karanganyar Demak, sentak kaget karena dalam transkip nilai mereka tidak ada nilai hasil PKP (Praktek Kerja Perpustakaan), yang telah mereka laksanakan pada akhir September hingga awal oktober. Padahal rekan mereka sesama Demak yang di lain Pokjar seperti : Demak kota dan Gajah hasil PKP mereka dapat terlampir. Kekecewaan ini memicu beberapa mahasiswa untuk meminta penjelasan dari pengelola Pokjar dan juga penyelenggara Kabupaten. Tepatnya pada tanggal 21 Januari 2013 hari senin silam, beberapa mahasiswa yang ingin memperjuangakan masa depan ke 32 rekannya mendatangi kantor dinas UPTD Pendidikan Demak yang berada Jl. Raya Sultan Fatah Demak. Akan tetapi sebuah berita yang tidak di duga mereka dapatkan, hasil nilai PKP dan juga 32 bendel laporan TA (Tugas Akhir) belum di kirim ke pihak UT Provinsi. Padahal pada akhir bulan September 2012 para mahasiswa telah menyerahkan 2 bendel kepada pihak pengelola agar dapat dikirim ke pihak penyelenggara Kab. Demak dan juga Ke Provinsi Semarang.

“ maaf, mas saya lupa “ kata Haryono pengelola Pokjar karanaganyar

Hanya sebatas kata itu yang didapatkan sebagai keterangan atas nilai dan hasil Laporan yang belum di kirimkan ke pihak UT Semarang.

“Kalau hanya 1 bendel masih bisa di nego, akan tetapi dengan 32 bendel dan itu adalah masa depan kami semua, ini tidak masuk akal “ kata abud salah seorang mahasiswa pokjar karanganyar.

Beberapa keterangan lagi didapatkan, dengan alasan beberapa mahasiswa ada yang belum membayar administrasi, akan tetapi ketika ditanya kembali siapa saja, justru kata “ saya tidak tahu mas, karena catatan tidak ada pada saya “ kata haryono. Alahasil siang itu dengan perasaan dongkol dan kesal beberapa mahasiswa UT Pokjar Karanganyar, memutuskan untuk membawa berkas itu sendiri ke UPBJJ UT Semarang. Sesampainay mereka di sana dan meneyerahkan berkas kepada salah seorang pegawai UPBJJ UT Semarang mengatakan “ Demak, Demak . . mohon maaf ya, berhubung transkip nilai sudah keluar kami dari pihak Provinsi tidak bisa membantu, jadi untuk Pokjar Karanganyar, belum bisa di wisuda semester ini, dan harus menunggu hingga Semester 6 nanti tepatnya bulan November 2013 “

“ padahal semua biaya dan pembengkakan semester telah kami tanggung dengan penuh kesabaran, akan tetapi beberapa alasan yang tidak jelas menggantungkan masa depan kami , , , , diaman tanggun jawab kalian ???? “ teriak abud di halaman parkir UPBJJ UT Semarang.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Unik Menyeberangkan Mobil ke Pulau …

Cahayahati (acjp) | | 16 September 2014 | 14:16

Korupsi Politik Luthfi Hasan Ishaaq …

Hendra Budiman | | 16 September 2014 | 13:19

Kenapa Narrative Text Disajikan di SMA? …

Ahmad Imam Satriya | | 16 September 2014 | 16:13

Apartemen Murah? Teliti Sebelum Membeli (5) …

Farida Chandra | | 16 September 2014 | 15:16

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 10 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Golkar Butuh Pemimpin Sekelas AL …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Ikan Mas Koki Dioperasi Untuk Angkat Tumor …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 8 jam lalu

Bukan Bagi-bagi Kursi, Tapi Bagi-bagi …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Pengacara Seribu Rupiah …

Mini Praise | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: