Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Supriyadi Jondhy

saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Ilmu Perpustakaan dan Informasi,di UIN Jogja Asal Kangean Arjasa selengkapnya

Proposasl Seminar Pemberdayaan Ekonomi

REP | 30 January 2013 | 10:46 Dibaca: 404   Komentar: 0   0

SEMINAR NASIONAL

“Membangun Kemandirian Ekonomi Kerakyatan Bagi Masyarakat Kepulauan Kangean”

Sabtu 21 April 2012

Gedung Olah Raga Kangean Arjasa

Forum Komunikasi Pemuda Sawah Sumur

Badan Eksekutif Mahasiswa STIKA Al-Hidayah Arjasa

Jl. Raya Arjasa, Kangean Sumenep, 69491

Hp. 08214250XXX

email : kanwaskapten@gmail.com

NO.REK : BANK JATIM Cabang Kangean 0342116141 a.n Supriyadi

BNI Cabang Malang 0248102319 a.n Hosaini


A. Nama Kegiatan : SEMINAR NASIONAL

B. Tema Kegiatan : “Membangun Kemandirian Ekonomi Kerakyatan Bagi

Masyarakat Kepulauan Kangean”

C. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara Maritim (kepulauan) di dalamnya terkandung kekayaan Sumber Daya Alam (natural resource) yang sangat melimpah baik di laut maupun di daratan. Kekayaan Alam yang melimpah ini sejatinya merupakan satu anugerah Tuhan Yang Maha Esa bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Bila demikian semestinya Rakyat Indonesia berada dalam kondisi yang sejahtera tentram dan mapan dalam kebutuhan sehari-hari. Namun demikan, saat ini kondisi bangsa Indonesia secara umum masih kalah bersaing dengan Malaysia, Singapore dan Thailand yang notabene merupakan negara tetangga di mana Sumber Daya Alamnya jauh berada di bawah posisi Indonesia. Akan tetapi, Bangsa Indonesia justru tidak mempunyai kemandirian baik di bidang pertahanan, politik dan ekonomi.

Hal demikian ditandai dengan lemahnya karakter pimpinan di dalam membangun posisi strategis dan daya saing terhadap bangsa lain yang akhirnya berakibat pada situasi di mana kondisi bangsa Indonesia masih dinilai berdaya saing rendah. Rakyat miskin, pendidikan rendah, minimnya akses kesehatan seringkali menghiasi dalam laporan berita berbagai media massa dan hal tersebut memicu munculnya berbagai gejolak social masyarakat di tengah-tengah praktik pemerintahan yang korup. sementara dalam hal diplomasi Politik dan Pertahanan Indonesia seringkali dipecundangi oleh Malaysia sehingga telepasnya pulau Simpadan dan Digitan merupakan bukti nyata tidak adanya sosok pimpinan yang berani mengambil keputusan dalam mempertahankan wilayah kesatuan NKRI.

Begitu juga dalam aspek ekonomi, Indonesia mengalami ketergantungan terhadap Impor dari produk luar negeri. Hal ini sangat berakibat fatal di mana bangsa Indonesia yang semula dikenal sebagai Negara lumbung pangan karena letak wilayahnya yang subur sebagai penghasil beras dan rempah-rempah dengan kualitas tinggi. Ironisnya hal tersebut saat kini tidak terjadi. Semestinya Negara Indonesia yang merupakan bagian dari negara agraris kepulauan di mana masyarakatnya mayoritas berpencaharian sebagai petani dan nelayan, maka program utama pemerintah adalah memperkuat kemandirian petani dalam membangun ketahanan pangan. Penguatan ekonomi yang tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945 pasal 33 yang seharusnya dilaksanakan bukan dihianati.

Adapun situasi dan kondisi di atas juga mempunyai implikasi yang sangat erat terhadap tata kehidupan masyarakat Kepulauan Kangean yang tersebar dari berbagai pulau-pulau kecil dengan jumla penduduk kurang lebih sekitar 157.000 suara hak pilih, terdiri dari 27 desa yang terbagi atas 3 kecamatan. Masyarakatnya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Daerah ini juga dikenal dengan kekayan akan Sumber migas yang terletak di ujung Timur Kangean (pulau Pagerungan) serta kekayaan hasil laut (berbagi jenis ikan dan Rumput laut). Di tengah melimpahnya Sumber Daya Alam yang dihasilkan, kepulauan Kangean termasuk salah satu wilayah yang memberikan pemasukan APBD cukup besar bagi kabupaten Sumenep. Akan tetapi hal tersebut tidak sejalan dengan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat kepulauan Kangean secara umum. Di mana situasi masyarakatnya mayoritas berada dalam posisi ekonomi lemah, harga bahan pokok melonjak tinggi karena biaya transport yang mahal. Akses ke pusat pelayanan kesehatan dan kegiatan ekonomi (industri, perdagangan dan jasa) relatif sulit.

Situasi ini kemudian memaksa ribuan masyarakat kepulauan yang semula mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani kini telah beralih menjadi buruh migrant bangunan di Malaysia. Situasi yang sangat memprihatinkan karena tidak adanya program dari pemerintah daerah memberikan bekal pelatihan dan pendampingan bagi merka sehingga banyak sekali ditemukan masyarakat kepulaun Kangean malah menjadi korban-korban pelangaran HAM baik berupa penyiksaan diluar batas wajar kemanusian sampai hilangnya korban nyawa.

Sementara itu lahan perikanan dan pertanian yang mereka tinggalkan banyak terbengkalai sebab perhitungan biaya pertanian yang meliputi ketersediaan pupuk, benih, obat tanaman dan bantuan subsidi/kredit murah dari pemerintah sulit mereka dapatkan. Kenyataan bahwa ke-pulauan Kangean yang tergolong dalam daerah tertinggal bisapula dilihat dari indikator yang meliputi minimnya pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas kelembagaan, pengurangan keterisolasian, dan penanganan karakteristik khusus daerah. Maka dari itu, dengan diselenggarakannya kegiatan seminar nasional dengan tajuk : Membangun Kemandirian Ekonomi kerakyatan Bagi Masyarakat Kepulauan Kangean” diharapkan mampu membangun dan membangkitkan kondisi kehidupan masyarakat kepulauan Kangean dari ketepurukan menuju kearah yang lebih baik.

D. TUJUAN

Tujuan Seminar Nasional : “Membangun Kemandirian Ekonomi Kerakyatan Bagi Masyarakat Kepulauan Kangean,” sebagai berikut:

1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat Kepulauan kangean mengenai bentuk-bentuk ketidakadilan dan aktor-aktor yang terlibat dalam ketidakadilan dalam pembangunan masyarakat.

2. Meningkatkan kemampuan memahami pentingnya kemandirian Ekonomi kerakyatan yang memihak rakyat miskin.

3. Membekali masyarakat kepulauan Kangean dalam mengorganisir masyarakat untuk advokasi terutama dalam bidang pertanian, nelayan dan buruh migrant.

E. HASIL YANG DIHARAPKAN

1) Meningkatnya solidaritas persatuan masyarakat kepulauan Kangean.

2) Adanya upaya-upaya strategis yang dilakukan tingkat wilayah/daerah untuk menginisiasi pengorganisasian masyarakat dalam rangka memperjuangkan kepentingan bagi orang miskin.

3) Terciptanya pola pikir masyarakat kangean yang kreatif dan mandiri

F. PESERTA

Peserta seminar ini adalah 1000 peserta terdiri dari unsur, Kelompok Tani, Kelompok Nelayan, Organisasi Keagamaan, Mahasiswa, Tokoh Pemuda, Pemuka Agama, LSM Lembaga Peduli Buruh Migran.

G. PANITIA INTI

NO

NAMA

JABATAN

01

YANDIKAMON

KETUA

02

LUTSFI SISWANTO., S.HI

SEKRETARIS

03

HOSAINI., SH

BENDAHARA

04

MATSURA, S.Pd

KOORD HUMAS DAN PUBLIKASI

05

JAUHAR ARIFIN, S.T., S.Pd

ANGGOTA

06

ALEK BUDIONO

ANGGOTA

07

AHMAD FAJRI

ANGGOTA

08

ADAM EFENDI

ANGGOTA

09

HAIRUL ALIM

ANGGOTA

10

MOHAMMAD RAFIQ., S.Kom

ANGGOTA

11

SANAWI.,S.FIL.I

KOORD. ACARA

12

NUR’AINI

ANGGOTA

13

AINURRAHMAN (REGAL)

ANGGOTA

14

SULIMAN

ANGGOTA

15

MOH.SININ

ANGGOTA

16

HARRIF S.Pd

ANGGOTA

17

MUHAMMAD

KOORD. PERLENGKAPAN

18

HASYIM

ANGGOTA

19

SYAFI’I., S.IP

ANGGOTA

20

FATHORRASYID

ANGGOTA

21

SULLAIMAN

ANGGOTA

22

SUHANNAN

ANGGOTA

23

JUMA’ATI

KOORD. KONSUMSI

24

YUNDIRA., A.md

ANGGOTA

25

ATON ISTIANA., Amd

ANGGOTA

26

RAMIDA., A.md

ANGGOTA

27

SUMAWIYAH., A.md

ANGGOTA

28

ERNI ROSIDAH., Ama.Pd.

ANGGOTA

H. WAKTU DAN TEMPAT

Hari/Tanggal : Sabtu 21 April 2012

Tempat : Gedung Olah Raga (GOR) Arjasa-Kangean

I. AGENDA ACARA

Hari Sabtu 21 April 2012

Waktu

Agenda Acara

08.00 – 09.00

Registrasi Peserta

09.00 – 09.30

Pembukaan :

- Sambutan Ketua Forum Komunikasi Pemuda Sawah Sumur

- Sambutan Muspika Arjasa

09.30– 10.00

Key Note Speaker:

PRABOWO SUBIANTO (Ketua Pembina Partai Gerindra)

10.00 – 12.30

SEMINAR NASIONAL :

“Membangun Kemandirian Ekonomi Kerakyatan Bagi Masyarakat Kepulauan Kangean”

Pembicara :

Politisi : Ir.Soepriyatno. KOMISI IX DPR RI

Akademisi : Hasrul Hanif., S.IP.,MH. Dosen Fisipol UGM

Aktifis : Syamsudin., S.Pd

Sekjend Perhimpunan Pembaharuan Desa

12.30-12.45

Penutup dan Do’a

J. RINCIAN ANGGARAN DANA YANG DIBUTUHKAN

NO

JENIS PENGULUARAN

VOLUME

ANGGARAN

Rp.

Rp.

01

Cetak Undangan

1000 lbr @Rp.5.000

5.000.000

02

Cetak Pamflet

2 rem A3 @Rp.600.000

1.200.000

03

Spanduk

10 lbr @Rp.125.000

1.250.000

04

Dekorasi / backdrop

1 lbr@Rp.500.000

500.000

05

Dokumentasi/ video shooting

-

2.500.000

06

Seminar Kit

1000 buah@Rp.10.000

10.000.000

07

Co-Card

28 lbr @Rp.3000

84.000

08

Sewa Tempat (GOR)

-

6.000.000

09

Sewa Panggung

-

750.000

10

Sewa Kursi

1000 buah@Rp.1.500

1.500.000

11

Sound System

-

2.500.000

12

Konsumsi (Snack)

1000 orang@Rp.10.000

10.000.000

13

Transportasi Pembicara

3 orang @Rp.1.000.000

3.000.000

14

Cindera Mata Pembicara dan Moderator

4 orang @Rp.200.000

800.000

15

Transportasi Moderator

1 orang @Rp.500.000

500.000

16

Fee Pembicara

3 orang @Rp.1.500.000

4.500.000

17

Fee Moderator

1 orang @Rp.1.000.000

1.000.000

18

Hotel Transit Pembicara

3 orang @Rp.250.000

750.000

19

Akomudasi Kepanitiaan

-

6.000.000

JUMLAH TOTAL ANGGARAN

Rp.57.834.000

K. PENYELENGGARA

Seminar ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pemuda Sawah Sumur

L. PENUTUP

Demikian proposal kegiatan ini kami buat dengan harapan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang terlibat, terutama masyarakat kepulauan kangean pada umumnya, atas perhatian dan kerjasamanya dalam mensukseskan acara ini kami sampaikan terimakasih.

Kangean, 05 Februari 2012

Forum Komunikasi Pemuda Sawah Sumur (FKPS)

Badan Eksekutif Mahasiswa STIKA Al-Hidayah Arjasa (BEM)

Ketua FKPS Sekretaris

(Yandikamon) (Lutsfi )

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 10 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 12 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 14 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 11 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 11 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 11 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 12 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: