Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dewi Susilawaty Lubis

Sangat menyukai kegiatan sosial, senang membatu teman-teman, aktivis kampus (katanya) , organisasi, dan birokrasi di selengkapnya

Jenis Barang Baru Narkotika (Khat)

REP | 31 January 2013 | 20:40 Dibaca: 414   Komentar: 0   0

Penangkapan 17 orang di kediaman artir,presenter,penyanyi Rafi Ahmad membuat geger rakyat Indonesia saat ini, pasalnya bukan hanya artis Rafi Ahmad, Irwansyah, d

an sazkia s

ungkar, namun artis,politisi dan mantan model di era 98’ wanda yng saat ini sedang menduduki kursi DPRD DKI Jakarta juga ikut ditahan.

Kemarin ini pihak BNN (Badan Narkotika Nasional) mengumumkan bahwa 2 diantara mereka positif mengunakan Narkotika, Wanda ,Irwansyah dan Sazkia Sungkar akhirnya dibebaskan kemarin pihak BNN menyatakan bahwa mereka negatif mengunakan Narkotika. Pihak BNN sendiri menegaskan bahwa adanya zat/ jenis narkotika yang baru saat ini, yaitu bernama Cathinone. Cathinone merupakan barang lama. Sebutan lainnya adalah teh arab, khat,kat,atau gat. Benda ini sama seperti ganja ini merupakan sejenis tumbuhan. Persamaan antara Ganja dan Khat ini adalah jenis tumbuhan ini sama-sama dikonsumsi di daerah tertentu, misalnya ganja di konsumsi oleh warga Aceh sedangkan khat populer dikonsumsi oleh warga Timur Tengah dan Afrika.Warga Yaman mengangap khat memiliki banyak menfaat seperti dapat memberikan efek stimulan ringan jauh lebih ringan dibandingkan obat-obat stimulan lainnya sperti anfetamin. Di Yaman terdapat kebun-kebun khat, pasalnya hampir seluruh warga menghabiskan 20% penghasilannya hanya untuk membeli khat. Tentu sebagai petani sangat mendapatkan banyak untung apabila mereka berkebun khat. Tanaman tersebut menghasilkan efek eforia dan ketergantungan, namun pemerintah Yaman tidak ambil pusing dengan hal ini, khat masih dilegalkan di daerah tersebut. Berbeda dengan beberapa negara di Eropa, khat hanya boleh diboleh dikonsumsi dengan batasan tertentu saja, beda dengan negara Australia, khat hanya boleh dikonsumsi 5kg perbulan . Pemerintah di Eropa melegalkan khat dikarenakan ingin menhormati para pandatang. Namun di Indonesia sendiri khat dinyatakan barang ilegal. Khat di Indonesia sangat tidak terkenal bahwa itu adalah barang ilegal, khat di luar negri banyak dikonsumsi dalam bentuk suplemen, maka dari itu menurut pendapat saya khat sangat gampang masuk ke Indonesia, dikarenakan kurangnya pengetahuan warga tentang khat tersebut, maklum suplemen khat berharga hingga Rp.100.000 perpilnya, jadi tidak heran masyarakat Indonesia sangat kurang informasi tentang khat tersebut, dan khat tersebut hanya beredar dikalangan atas saja.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 9 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 12 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pompadour …

Yulian Muhammad | 7 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 7 jam lalu

Celotehan Kalbu …

Sidik Irawan | 8 jam lalu

Sudah Puaskah dengan BPJS? …

Ayu Novi Kurnia | 8 jam lalu

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: