Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nyara Eatoren

Asal Bondowoso, Kota Tape. Penulis di http://www.foreignlanguagehunter.com/ dan http://www.tipsdankabarkita.blogspot.com/ selengkapnya

Persepsi dan Belajar

OPINI | 31 January 2013 | 16:33 Dibaca: 105   Komentar: 7   1

Aku masih ingat waktu masih sekolah di SMK dulu, tahun 2002 - 2005. Waktu itu aku tinggal di pesantren, artinya, aku juga belajar ilmu agama.

Teman-temanku tidak jarang bertanya, apa tidak bingung mikir banyak pelajaran. Pagi belajar di sekolah formal, sore dan malam belajar agama di pesantren.

Memang, jika dipikir, apalagi ilmu nahwu dan shorrof, yaitu ilmu tata bahasa Arab, hmmm… banyak santri yang takut ilmu ini.

Tetapi, seperti tuntunan langsung dari Sang Pemilik Jagad, aku dapat ide unik waktu itu. Ketika aku sulit memahami bab yang belum diajarkan oleh ustadz, kucoba belajar rumus/pelajaran yang lebih sulit dari bab-bab berikutnya. Akhirnya aku menjadi semakin pusing.

Kemudian, setelah berpusing-pusing dengan bab-bab tersebut, aku kembali menoleh bab yang sebelumnya.

Nah, di sinilah yang luar biasa.

Aku baru memahami hal tersebut setelah banyak membaca buku-buku psikologi. Memang, waktu aku baru melihat pelajaran baru, pikiranku masih shok, persepsiku pun mengatakan bahwa ini adalah tantangan yang berat. Tetapi, setelah aku bergelut dengan materi yang lebih berat, persepsiku berubah, ah, cuma ini, begitu pikirku.

Sehingga, materi tersebut pun menjadi mudah.

Beberapa waktu lalu aku mencoba menunjukkan 50 kosa kata ke rekan guru, agar dihafal. Tentu saja dia kaget sekali. Lalu kukurangi hingga jadi sepuluh. Responnya, naah, ini baru… Padahal, seandainya langsung kutunjukkan 10 kosa kata pun, saya yakin dia juga akan mengeluh.

Cukup sekian dulu

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 11 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 13 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Inggris tanpa Raya, Nasib istilah …

Adie Sachs | 8 jam lalu

Kupangku Kasihku (MDK) #1 …

Pietro Netti | 8 jam lalu

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Metode Baru Pilkada(sung) …

Muksalmina Mta | 9 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Kisah Penemuan Serum …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: