Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nurita Anggraini

Saya adalah Mahasiswi aktif Trisakti School of Management S1 Akuntansi angkatan 2010. Aktif berorganisasi kampus, selengkapnya

Faktor Penentu Kualitas Pendidikan

OPINI | 03 February 2013 | 20:17 Dibaca: 389   Komentar: 0   0

Berikut ini merupakan artikel yang saya buat sendiri dan pernah dilombakan dan Alhamdulillah, saya terpilih menjadi salah satu pemenang dari 50 orang pembuat essay terbaik di ajang DataPrint Periode 1 - 2012 :)

Pendidikan merupakan hal yang signifikan dan penting dalam kehidupan dan setiap warga negara berhak mengenyam pendidikan. Hal ini sesuai dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bab XIII mengenai pendidikan pada pasal 31 ayat 1 menyatakan bahwa “tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.” Untuk memajukan negara, pendidikan berkualitas yang dimiliki dari setiap warga negara merupakan salah satu aspeknya. Lalu seperti apakah kualitas pendidikan itu?

Definisi kualitas pendidikan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kualitas adalah tingkat baik buruknya atau taraf atau derajat sesuatu. Sedangkan menurut Undang Undang SISDIKNAS No.20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan definisi dari kualitas pendidikan adalah tingkat baik buruknya pembelajaran yang diberikan, tidak hanya dari sekolah tetapi juga didapat dari keluarga dan lingkungan, baik dari segi akademis maupun non akademis, spiritual keagamaan, serta etika diri yang nantinya akan berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat.

Faktor penentu kualitas pendidikan

Mendapatkan kualitas pendidikan yang baik tentunya ada beberapa faktor penentu. Berikut merupakan faktor-faktor penentu kualitas pendidikan.

a. Keluarga

Keluarga merupakan faktor paling penting sebagai penentu kualitas pendidikan. Sebelum kita mengenyam pendidikan formal yaitu sekolah, pendidikan dasar sudah diberikan oleh keluarga sejak kecil. Keluarga yang utuh, memiliki pengetahuan mengenai agama, serta pengetahuan akademis membuat kita tumbuh dengan baik dan orangtua mengajarkan kita berbagai hal dengan sabar. Pastinya kualitas pendidikan yang diberikan keluarga sudah diberikan secara maksimal dan baik untuk anak-anaknya sebagai bekal kita hidup bermasyarakat.

b. Pemerintah

Pendidikan juga tidak lepas dari faktor Pemerintah. Presiden yang mengutus menteri pendidikan harus mengurusi kebijakan pendidikan di Indonesia. Beberapa kebijakan Pemerintah yang sudah dikenal adalah Wajib Belajar 9 Tahun dan Dana BOS. Kedua kebijakan ini merupakan program kerja yang diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi para pelajar berprestasi dan tidak mampu untuk tetap bisa mengenyam pendidikan. Diharapkan Pemerintah dapat membuat kebijakan pendidikan yang akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

c. Faktor pendidikan formal

Institusi pendidikan yaitu sekolah dan perguruan tinggi selayaknya memberikan kualitas dalam memberikan pembelajaran. Tenaga pengajar wajib memenuhi persyaratan megajar seperti berpendidikan, memiliki pengalaman serta beretika baik agar peserta didik mendapatkan pengajaran yang baik. Mata pelajaran dalam sekolah dan perguruan tinggi juga harus sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Konten bacaan dari mata pelajaran tersebut juga harus beretika dan memiliki nilai budi pekerti.

d. Lingkungan

Teman, tetangga dan lingkungannya juga menjadi faktor penting. Pilihlah lingkungan yang baik.

Pendidikan selayaknya harus berkualitas untuk mencerdaskan anak bangsa agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat dengan baik. Ingatlah, pendidikan yang berkualitas tidak hanya didapat dari pendidikan formal saja, tetapi keluarga dan lingkungan juga. Kualitas pendidikan juga bukan semata-mata tugas guru di sekolah ataupun Pemerintah, tetapi keluarga-lah yang menjadi panutan utama dalam penentu kualitas pendidikan.

“Terimakasih Bapak, Ibu, Kakak, Adik, Bapak/Ibu Guru, serta Teman-teman. Bagiku kalian adalah pemberi kualitas pendidikan yang terbaik untuk hidupku.”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Kapal Feri Karam, 300-an Siswa SMA Hilang …

Mas Wahyu | | 17 April 2014 | 05:31

Tawuran Pasca-UN, Katarsis Kebablasan …

Giri Lumakto | | 17 April 2014 | 09:09

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 4 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 5 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 5 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 6 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: