Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Deni Lesmana

Ingin bahagia dengan terus berbagi kebahagian. bersama, kebahagian itu semakin nyata

Implementasi (Kelinci Percobaan) Kurikulum 2013

OPINI | 04 February 2013 | 15:52 Dibaca: 403   Komentar: 4   0

d. lesmana >> Implemnetasi kurikulum 2013 yang akan bergulir  tahun ajaran 2013/2014 nanti menurut wakil kemendikbud Muslian Kasim, sebagiman dilamnsir dari (kompas.edu.com. 28/01/2013) mengatakan bahwa implemntasi kurikulum akan ditargetkan minimal 30 persen disetiap kabupaten/kota khusus untuk sekolah dasar (SD). Hal ini menunjukan implemtasi kurikulum 2013 yang beralokasi dana mencapai 2.4 triluin ini belum siap  dilaksankan secara menyeluruh disetiap sekolah.

Pemberlakuan implemntasi kurikulum yang ditargetkan minimal 30 persen khusus untuk sekolah dasar ini seolah menunjukan pemerintah belum siap dan terburu dalam mengimplentasikan kurikulum baru ini. Padahal para pakar dan ahli pendidikan jauh-jauh hari seiring mencuatnya isu perubahan kurikulum baru ini telah mewanti-wanti kepada pemerintah untuk tidak tergesa-gesa dalam mengimplentasikan kurikulum baru ini. Kurikulum yang di desain secara instan tanpa ada jeda evaluasi dan uji coba ini seakan diklaim sempurna dan menjadi prioritas utama proyek pemerintah.

Disoroti lebih jauh menurut hemat penulis, ada indikasi dari rencana implemetasi kurikulum 2013 ini. Bahwa secara sadar pemerintah sedang melakukan percobaan kurikulum baru ini yang belum sempat dilakukan. Hal ini sangat ironis jika hal itu benar sedang dilaukan oleh pemerintah. Karena secara tidak langsung beribu-ribu peserta didik akan menjadi korban kelinci percobaan masal.

Mengingat sebuah iklan sebuah produk di layar kaca “buat anak kok coba-coba”. Sepertinya slogan itu layak dijadikan kritik kepeda pemerintah dalam hal ini, bagaimana tidak seandainya ini yang terjadi guru dan peserta didik yang secara nyata berada di garda depan akan menggung resiko sebagai kelinci percobaan untuk sebuah prodak baru yang nyata belum teruji secara kualitas.

Tingkat satuan pendidikan atau sekolah pun sebagai lembaga yang langsung menerima prodak ini tidak akan sanggup berbuat banyak atas semua kebijakan ini. Mangut-mangut  mengikuti  aturan  main pemerintah walaupun dalam keadaan tidak tidak terlalu faham karena minimnya sosialisasi. Namun setidaknya masih ada angin segar sebelum pengesahan kurikulum ini, masih ada sedikit harapan dari komisi X DPR yang belum mengeromendasikan pengesahan kurikulum ini. Walaupun komisi X DPR tidak mempunyai hak untuk menutukan sikap dan memutuskan, namun mereka berhak untuk merekomendasikannya kepada pemerintah. Senadainya perwakilan rakyat hal ini belum merekomendasikan pemeberlakuan kurikulum baru di tahun ini, pemerintah tidak bisa berbuat banyak, karena alokasi dana ini tidak bisa cair seandainya anggota X DPR belum mengatakan yes we agree.

Palang pintu terakhir ini akan menetukan apakah pemerintah akan tetap  “maksa” melanjutkan atau menunda memberlakukan kurikulum baru, sampai pemerintah siap menyipakan kurikulum ini secara matang dan siap mengimplemetasikannya secara serentak di seluruh indonesia. Seandainya opsi kedua dipilih, maka persiapan kurikulum baru ini akan lebih sempurna dan matang dengan segala persiapan yang semestinya. Serta resiko terukur akan mudah dideteksi memudahkan dalam mnghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

9 Mei 2014, Sri Mulyani Come Back …

Juragan Minyak | | 25 April 2014 | 10:12

Gitar Bagus Itu Asalnya dari Sipoholon, Lho! …

Leonardo Joentanamo | | 25 April 2014 | 11:08

Kesuksesan Kerabat Kepala Daerah di Sulawesi …

Edi Abdullah | | 25 April 2014 | 10:02

Selamat Hari Malaria Sedunia 2014 …

Avis | | 25 April 2014 | 11:08

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: