Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Susti Rahmah

Mahasiswa yang masih dalam proses pembelajaran ^_^ Simple………, hanya ingin tahu, mencari tahu, dan memberi tahu selengkapnya

Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Matematika

OPINI | 04 February 2013 | 12:15 Dibaca: 625   Komentar: 0   1

Istilah Pendidikan Karakter sebenarnya bukan lah hal yang asing lagi ditengah-tengah kita. Istilah karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” menandai atau mengukir. Mengukir tidak sama dengan menggambar, karena menggambar dapat terhapus sedangkan mengukir akan terus berbekas. Berdasarkan istilah ini dapat dikatakan bahwa karakter merupakan sesuatu yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang di dalamnya terkandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan. Untuk membangun karakter hampir sama halnya dengan membuat ukiran yang akan menetap dan tertanam daram diri setiap individu. Oleh karena itu, terminologi dari ‘karakter’ setidaknya memuat dua hal yakni nilai dan kepribadian.

Dalam Pasal 3 UU 20/2003 Sistem Pendidikan Nasional disebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Dengan demikian pembangunan karakter bangsa merupakan bentuk tindak lanjut yang akan dicapai.

Beberapa ahli menyebutkan alasan mengapa pembangunan karakter bangsa sangatlah penting. Robert Bellah, Theodore Roosevelt dan Mahatma Gandhi meyakini bahwa keberhasilan Negara hanya dapat dicapai oleh para warga Negara yang bermoral yang tidak mengutamakan kecerdasan otak saja, tetapi lebih mengutamakan kualitas karakter. Agar bangsa Indonesia tidak semakin terpuruk dengan kemerosotan moral, maka program pembangunan karakter yang dicanangkan pemerintah perlu ditindaklanjuti dengan keikutsertaan seluruh komponen bangsa.

Istilah ‘karakter’ memunculkan lagi sebuah istilah ‘pendidikan karakter’. Pendidikan karakter sebagai sebuah paedagogik memiliki tujuan agar setiap pribadi semakin menghayati individualitasnya, maupun menggapai kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia dapat semakin bertumbuh sebagai pribadi maupun warga negara yang bebas dan bertanggung jawab, bahkan sampai pada tingkat tanggung jawab moral integral atas kebersamaam hidup dengan  warga yang lain. Pendidikan karakter merupakan program pemerintah yang dituangkan dalam Grand Disain pembangunan karakter bangsa tahun 2010-2025. Dalam disain ini disebutka ada tujuh lingkup sasaran pembangunan karakter, yaitu lingkup keluarga, lingkup satuan pendidikan, lingkup pemerintah, lingkup masyarakat sipil, lingkup masyarakat politik, lingkup dunia usaha dan industri, serta lingkup media.

Dalam lingkup satuan pendidikan pengembangan karakter dilakukan dengan menggunakan (1) pendekatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran, (2) pengembangan budaya satuan pendidikan, (3) pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta (4) pembiasaan prilaku dalam kehidupan di lingkungan satuan pendidikan. Hal ini berarti, pedidikan karakter bukanlah suatu mata pelajaran khusus, tetapi pelaksanaannya dituangkan dalam setiap kegiatan di setiap mata pelajaran yang ada. Keberhasilan program ini tentunya tidak lepas dari adanya keteladanan dari para pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik meliputi para pemimpin bangsa, pemuka masyarakat, pemuka agama, dan orang tua. Sedangkan tenaga pendidik meliputi guru, dan penyelenggara pendidikan di sekolah.para pendidik.

Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai usaha sadar yang harus dilakukan oleh para pendidik/ tenaga pendidik untuk mengukir nilai-nilai kebaika yang menyatu dalam kehidupan keseharian anak. Pendidikan karakter berkaitan erat dengan pembentukan karakter anak. Untuk itu sebagai pemerhati matematika khususnya, pengembangan pendidikan karakter dalam pembelajaran matematikan dapat dikaji.

Sebagai ilmu pengetahuan, matematika memiliki beberapa karakteristik yakni (1) memiliki objek kajian abstrak, (2) bertumpu pada kesepakatan, (3) berpola piker deduktif, (4) memiliki simbol yang kososng arti, (5) memperhatikan semesta pembicaraan, serta (6) konsisten dalam sistemnya. Dari karakteristik tersebut dapat dilihat nilai-nilai karakter yang termuat dalam pembelajaran matematika. Karakteristik objek kajiana abstrak memuat nilai kreatif. Karakter bertumpu pada kesepakatan memuat nilai disiplin. Karakter berpola piker deduktif memuat nilai cerdas dan kreatif. Karakter memiliki simbol yang kosong arti memuat nilai demokratis dan toleran. Karakteristik memperhatikan semesta pembicaraan memuat nilai peduli lingkungan. Sedangkan karakteristik konsisten dalam sistemnya memuat nilai kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab.

Dari kajian terhadap karakteristik matematika terlihat bahwa nilai-nilai karakter termuat dalam masing-masing karakteristik tersebut. Hal ini tentunya memperlihatkan bahwa pengembangan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pembelajaran matematika.

Pendidikan karakter meliputi proses knowing the good, feeling loving the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang selalu bekerja membuat orang mau selalu berbuat sesuatu kebaikan. Orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan acting the good berubah menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, pendidikan karakter melalui pembelajaran matematika dilakukan dengan usaha mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam mata pelajaran matematika yang didasarkan pada pengkajian terhadap tujuan pembelajaran matematika dalam KTSP dan karakteristik matematika.

Susti Rahmah Yulita S

Penerima Beasiswa Bakrie 2012 dari UNIVERSITAS ANDALAS

13599543741884700066

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: